Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
dia keluarga


__ADS_3

Aina di sambut dengan baik di keluarga juragan Baron, ya untuk sementara.


Karena Ryan harus bertanya dulu pada orang tuanya untuk nasib kedepannya untuk Aina


"Mbah uti mana?" tanya Ryan yang baru pulang dari bengkel las milik Aina.


"Mbah uti sedang di kamar, Bima terus rewel dari tadi,"


"kenapa, apa ada yang salah dengan adik kalian," tanya Ryan yang memilih ke dapur untuk mengambil minum.


"apa maksud mu mas, dia juga adik mu, jangan menyebalkan juga ya," kesal Raina yang mendengar ucapan Ryan.


"iya deh iya, terus Aina kemana juga kok gak kelihatan?"


"kak Aina pergi dengan Raisa untuk membeli beberapa bahan, karena kami mau buat cilok, tapi di rumah tak ada bahannya,"


"aduh sudah sore dan kalian mau membuat berantakan rumah lagi," kata Ryan yang tak habis pikir dengan tiga gadis itu.


"tenang saja, nanti aku yang akan bersihkan mas," jawab Aina yang baru pulang bersama Raisa.

__ADS_1


Bahkan Ryan kaget saat Aina mengambil tangannya dan menciumnya.


"ya sudah terserah saja," jawab Ryan yang memutuskan akdn mandi dan nanti akan membantu menjaga adik terkecilnya.


ya Bimantara, adik ketiga yang lahir dan setelah itu ibunya melakukan steril karena melahirkan Bima hampir mtmbunuh Wulan.


Ya wanita itu mengalami serangan jantung saat di meja operasi, jadi itu keputusan terakhir yang di pilih.


Usia bima sudah sekitar lima tahun dan setiap pagi akan di antar ke sekolah day care karena mengingat kesibukan orang tua mereka.


Aina dan dua gadis cantik itu sibuk di dapur kotor, setelah selesai membuat adonan cilok.


mereka pun mulai membulatkan dan memasukkannya ke dalam air panas, Ryan melihat adiknya bima yang sudah tidur.


"Mbah juga tidak tau,tapi sepertinya ada yang tak beres dengan day care bima, karena tadi Mbah uti lihat di paha Bima ada bekas lebam,"


"apa Mbah, kenapa bisa, wah gak bisa di biarkan, beraninya mereka seceroboh ini," marah Ryan.


"tenang Mbah sudah mengurusnya, Mbah sudah membuat guru itu berada di tempat yang seharusnya," kata pak Dikin yang baru datang.

__ADS_1


"maksudnya Mbah?" tanya Ryan.


"Mbah juga marah, saat Mbah uti mu menunjukkan luka lebam itu, ya bima bukan bocah nakal yang akan berlarian tanpa bisa di peringatkan, akhirnya karena ingin bertanya dan melihat CCTV, ternyata Bima ini tak sengaja mendorong temannya hingga menangis, dan guru barunya malah mencubit Bima, dan semua itu terekam CCTV," kata pak Dikin


"aku tak akan memaafkan mereka, tak ada yang boleh menyentuh ketiga adik ku," kata Ryan.


"tenang le, kan Mbah sudah bilang itu sudah Mbah urus," kata pak Dikin yang tak mau semuanya runyam saat Ryan yang turun tangan.


Tiba-tiba Raisa dan Raina masuk dengan membawa cilok hasil buatan mereka.


"mati di coba, cilok buatan kami dan mbak Aina," kata keduanya menaruh mangkuk besar itu di meja dan juga beserta sambalnya.


"mana Aina?"


"itu masih cuci piring kak, sudah cicipi dulu," protes Raisa.


Ryan memakan dua cilok yang masih ngebul itu, dan merasa cocok karena sambalnya enak.


dia pun memberikan dua jempol, begitupun dengan pak Dikin dan Bu pawoh.

__ADS_1


"oke, rasanya enak mbak Aina," kata Raina dan Raisa senang .


"Alhamdulillah," kata Raina yang masuk kedalam membawa cilok yang akan di simpan di kulkas.


__ADS_2