
Gofar mengirimkan pesan pada Kipli untuk mencari abu dari yang berasal dari tungku dapur.
membaca pesan dari Gofar, koplo langsung ke belakang rumahnya karena ibunya itu masih sering mengunakan tungku saat memasak.
"ah panas," kaget Kipli.
"kamu itu kenapa le, ibu baru selesai masak, main ambil abunya masih panas," tegur wanita itu.
"ini Bu, bos Gofar minta abu, aku harus bawa secepatnya," kata Kipli yang mengambil Abu dan menaruhnya di besek.
setelah itu dia bergegas ke rumah juragan Baron, dan menyiapkan epa yang di perintahkan oleh Gofar
dia sering melakukan itu, karena biasanya mereka sering menyiramkan campuran itu di sekeliling kandang sapi.
Mama Wulan awalnya bingung, tapi dia juga tak bisa mengerti apapun.
hingga dua mobil itu pulang dari luar, terlihat Gofar menyeret Ryan dan langsung membuat adiknya itu berlutut.
"awak mu stres ta?" maki ryan kasar.
"meneng o," jawab Gofar tak kalah kasar.
yang mengejutkan, Gofar langsung menyiramkan air abu yang sudah di campur garam kasar dan daun Bidara.
bahkan tadi Kipli juga sempat mengambil tebu hitam di peternakan.
ternyata tak hanya Ryan, dua anak buah yang ikut juga kena siram juga.
"mas Gofar, itu tubuh mas Ryan sedang luka," kata Aina yang tak tega melihat suaminya.
Tak terduga Gofar menunjuk Aina dengan gayung dan tatapan itu begitu marah, "jika kamu peduli pada suami mu baca surat Yasin dan ayat kursi tiga kali tunjukan pada dirinya," perintah Gofar.
Aina pun tak berani bersuara, dia menuruti perintah pria itu dan mengambil air wudhu.
setelah air itu habis, tiba-tiba Ryan muntah, semua kaget melihat apa yang di muntahkan pria itu.
pasalnya cairan hitam pekat berbau amis, begitupun dengan Jul dan Seno.
"setelah itu, baru Gofar menyiramkan air bersih di bantu Kipli.
Ryan merasa tubuhnya begitu nyeri dan sakit, terlebih luka di atas dahinya.
Tapi Gofar mengambil daun kelor dan langsung memukuli ketiganya.
tentu saja ketiganya mengerang kesakitan hingga akhirnya pingsan.
"ayah, Mbah bantu aku membersihkan mereka dulu, dan mama tolong siapkan tikar pandan itu di ruang tamu, dan malam ini ketiganya harus tidur di sana,"
"iya le," jawab mama Wulan di bantu si kembar.
aina bangkit setelah menyelesaikan apa yang di suruh oleh kakak iparnya itu.
ternyata Ryan dan dua anak buahnya sudah di pindahkan ke ruang tamu.
Kipli sedang membersihkan teras rumah yang begitu kotor, dan di bantu pak Tono menyemprotkan sabin lantai agar tak meninggalkan bau.
__ADS_1
Sedang di sebuah rumah, seorang pria muntah darah karena apa yang dia kirim mental dan kembali menyerangnya.
"sialan!!! Ternyata pagar mereka lebih kuat, meski aku berhasil mengirim penganggu, tapi kenapa keluarga itu bisa mematahkan mantra ku secepat ini," marahnya kembali meja sesajen itu.
semua keluarga sedang membaca Yasin untuk meminta kesembuhan Ryan dan dua anak buahnya.
"inilah kenapa ayah sebenarnya tak mengizinkan Ryan yang berangkat, dulu ayah juga hampir terkena pelet, tapi waktu itu tak sampai seperti ini," kata juragan Baron.
"saat itu ayah dalam keadaan suci dan pulang sebelum waktu magrib, sedang Ryan ini keras kepala, padahal aku sering bilang padanya, jangan berkendara atau melakukan apapun di luar saat surup, terlebih dia sudah di tandai dari rumah yang dia datangi,"
"ya Ryan memang seperti itu, hanya karena ingin cepat pulang, tapi untungnya tidak ada yang terjadi,"
"bos semuanya beres," kata Kipli.
"terima kasih, duduk dulu, dek tolong ambilkan minuman dan camilan untuk cak Kipli ya," perintah Gofar.
"inggeh mas," kata Aina.
"tidak mbak, aku yang akan mengambilkan untuk cak Kipli, mbak duduk di sini dulu ya," kata Raina yang langsung bangkit.
Tak lama, Ryan mulai sadar dan duduk sambil memegangi kepalanya yang sakit.
"loh aku dimana, aku ingat tadi aku berada di bawah pohon setelah kecelakaan," jata Ryan yang membuat semua orang kaget.
"ya kami membawa mu pulang, sudah minum ini, dan kalian juga," kata Gofar.
"kamu tadi meninggalkan sholat ashar ya," kata Gofar tiba-tiba yang membuat Ryan tersedak.
"uhuk uhuk uhuk... Kok tau mas, ya karena tadi kami tak menemukan mushola atau masjid, jadi kami memilih bertamu dulu,eh malah lupa," jawab Ryan yang berusaha membuat wajah normal karena air itu sangat asin
Sebuah pukulan di layangkan oleh pak Dikin, "memang dunia mu lebih penting dari kewajiban mu, dasar bocah edan!" marah pria itu.
"kakek..."kaget Aina.
"ya maaf... cuma sekali ini," kata Ryan.
"jangan di ulangi lagi, kamu hampir membahayakan dirimu dan istrimu, untunglah semua baik-baik saja sekarang," kata Gofar.
Ryan hanya merasa tidak percaya, jika dia mengalami hari naas seperti ini.
Padahal dia tak sengaja meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim.
setelah itu, semua orang berkumpul bersama, dan tiba-tiba hujan deras turun.
hujan itu sangat deras dan pukul dua belas malam lebih lima menit.
Saat semua orang tertidur, tiba-tiba Gofar keluar dan mandi hujan.
dia duduk di tengah pelataran rumah orang tua angkatnya itu, entahlah kenapa dia ingin melakukan itu.
Pak Tono dan pak Sarno heran melihat Gofar, tapi pemuda itu memang terkenal sedikit aneh setelah pernah di nyatakan mati suri beberapa tahun lalu.
Ya saat itu Gofar masih berusia dua puluh tahun,saat dia jatuh dari lantai dua di peternakan.
tentu saja juragan Baron dan mama Wulan syok mendengar kabar putra mereka, tapi saat sampai di bawa ke rumah sakit
__ADS_1
Dokter menyatakan bahwa pemuda itu sudah tak bernafas, tapi dengan keyakinan mama Wulan yang terus memanggil Gofar sambil memukul dada pria itu.
Akhirnya pemuda itu bangun lagi, dan sekarang tumbuh sehat.
Hujan perlahan mulai reda saat pukul tiga pagi, dan Gofar bergegas bangun dan mandi di kamar mandi belakang.
Pukul empat pagi, Gofar membangunkan semua orang dengan menyalakan lampu.
Bahkan di kembar pun kena imbas, Raina yang masih belum mau bangun menutup dirinya dengan selimut.
"na!! bangun mas Gofar di rumah loh, kamu bisa kena omel jika tak bangun," kata Raisa panik.
mendengar itu Raina langsung bangun dan benar saja pria itu sudah berdiri di depan pintu
"kalian berdua cepat,adzan subuh sudah berkumandang,"
"iya mas," jawab keduanya yang langsung lari untuk mandi.
Akhirnya keluarga juragan Baron pergi ke masjid, terlihat Ryan juga sudah baikan.
Dan Aina juga tampak tak khawatir, sedang juragan Baron hanya terus mengulas senyum melihat tiga putranya itu.
Ya bima di apit oleh dua kakaknya yang terlihat begitu dingin tapi nyatanya selalu saling melindungi satu sama lain.
seorang pria takmir masjid mendekati juragan Baron, "pak haji, tolong jadi imam untuk saat ini ngeh," kata pria itu
"loh kok saja, dan jangan panggil pak haji,panggil Baron saja," kata juragan Baron tersenyum ramah mempersilahkan pria itu.
Akhirnya keduanya pun tersenyum bersama, akhirnya tetap takmir masjid itu yang menjadi imam.
Tapi saat sholat berjamaah sudah di laksanakan, saat di sujud rakaat terakhir, waktu sujud tertarik lama.
akhirnya juragan Baron mengucapkan kalimat subhanallah sebanyak tiga kali.
Tapi karena tidak ada gerakan, pria itu melihat keadaan imam, dan langsung mengambil alih untuk melanjutkan sholat subuh itu.
Suara juragan Baron gemetar menahan tangis tapi akhirnya sholat subuh itu pun berjalan lancar.
Semua langsung melihat keadaan takmir masjid yang ternyata sudah meninggal dunia dalam sujudnya.
Semua orang menangis karena takmir masjid ini terkenal sangat baik dan sangat suka pada anak-anak.
padahal banyak orang yang merasa terganggu pada kehadiran anak-anak di tempat ibadah.
Tapi tidak dengan pria itu, yang selalu bilang jika bukan anak-anak yang meramaikan rumah ibadah, siapa yang akan membuat rumah ibadah ramai.
bahkan beliau juga menjadi guru ngaji di masjid setiap selesai sholat ashar.
Pengumuman kematian pria itu mengejutkan semua warga, tentu saja keluarga sudah ikhlas karena pria itu memang sudah sepuh.
Juragan Baron dan kedua putranya yang mengurus segalanya.
Raina duduk di rumah bersama Aina dan Raisa, sedang Bima ikut pak Tono yang beli sarapan.
untungnya ini adalah liburan semester, bahkan di kembar sudah akan masuk SMA tanpa terasa.
__ADS_1