
Ryan berangkat ke sekolah bersama dengan ayahnya, sedang Wulan duduk di belakang rumah untuk mulai membuat Frozen food.
Bu pawoh pun ikut duduk dan terlihat sekarang wanita itu tampak lebih segar dan ceria.
"Bu, tolonglah lain kali jangan membiarkan kekasih mu itu datang, dan kalian melakukan hal itu di rumah, takutnya mas Baron atau mungkin Ryan melihat, terlebih kalian lupa menutup pintu," kata Wulan dengan perasaan yang campur aduk.
"maaf ya, ibu tak bisa melarangnya, ya kamu tau benar bagaimana rasanya jika kamu sudah lama tak di sentuh pria, dan sekarang merasakannya lagi," kata Bu pawoh yang membuat Wulan diam.
bahkan Wulan tak mengatakan apapun lagi, karena itu seperti tamparan untuknya.
Di sisi lain, pak Dikin kini menghampiri pak Sukoco, pria itu ingin benar-benar pamit.
"jadi kamu sekarang datang ke sini untuk pamitan, apa kamu sudah yakin?" tanya juragan Sukoco.
"iya juragan,saya sudah yakin,karena saya tak bisa menundanya lagi, dan maaf karena saya memilih untuk mengatakan ini," kata pak Dikin.
"baiklah aku mengerti, terlebih kamu sudah lama berkelana, dan akhirnya sekarang menemukan wanita yang kamu sukai, dan lagi kamu akan lebih mudah membantuku karena sekarang kamu akan jadi ayah sambung dari Wulan," kata pria itu.
Ya dia merasa jika kesempatannya untuk segera memiliki Wulan akan semakin besar.
terlebih sebagai orang tua wanita itu, nantinya pak Dikin bisa mengatur Wulan agar bisa memisahkan dengan suaminya.
di desa sebelah, seorang wanita merasa jika juragan baron ini tak mungkin tak tertarik padanya.
terlebih dulu pria itu sudah sangat menolongnya, "bunda ayo antar aku sekolah, kita sudah telat," rengek bocah kecil itu.
"iya Asha, tapi pamit dengan nenek dulu," kata Lia.
"baiklah bunda, nenek kamu berangkat," psmit bocah itu memeluk Mak Ijah.
__ADS_1
ya dia adalah wanita yang di tolong oleh keluarga itu, dan sekarang tinggal bersama mereka.
Meski begitu wanita itu tau diri, dia lebih tepatnya tinggal di samping rumah mak Ijah.
Lia mengantar putrinya itu ke sekolah dasar tempat Ryan bersekolah, dan sesampainya di sana dia kaget melihat juragan Baron mengantar seorang bocah pria.
Pasalnya dia tau jika juragan Baron ini baru menikah dan tak mungkin sudah punya anak.
"siapa bocah itu, bukankah dia tak memiliki anak dari istrinya," gumam Lia.
Saat dia ingin menghampiri pria itu, juragan Baron sudah berangkat pergi dari sekolah itu.
Sedang dia juga harus bekerja, karena hari ini untuk pertama kalinya dia bekerja di sebuah toko yang menjual Frozen food.
Dan siang itu, kebetulan Wulan nengantar semua pesanan toko yang kebetulan sudah habis.
"tunggu ya mbak, karena saya pegawai baru jadi tak tau apa saja yang di pesan,"
"iya," jawab Wulan yang memilih untuk mengambil beberapa barang untuk membuat camilan.
Pemilik toko itu pun datang, dan langsung tersenyum ramah saat melihat Wulan.
"Alhamdulillah akhirnya ibu juragan ini datang juga, aku kira kamu sudah tak mau jualan lagi," kata wanita itu.
"apa? kenapa Bu, meski aku sudah menjadi istri dari seseorang,aku masih punya kewajiban pada putra ku, meski dia sudah mendapatkan tunjangan dari suamiku yang baru," kata Wulan.
"beruntung sekali juragan Baron memiliki istri seperti dirimu," kata Bu Lilis yang membuat Lia terkejut.
bagaimana bisa istri juragan Baron malah membuat malu dengan jualan makanan Frozen food.
__ADS_1
Dan sekarang dia mengerti siapa bocah itu, dan dia tak mengira jika pria itu bisa menerima anak orang lain seperti ini.
Bu Lilis menghitung Semuanya, dan membayar semua pesanannya, baru Wulan pamit.
"wanita hebat," kata Bu Lilis.
"bukankah dia membuat malu, karena dia bekerja saat suaminya sudah kaya," kata Lia.
"itu pemikiran mu, karena jika kamu seorang wanita mandiri, kamu akan sepertinya tak tergantung dengan uang suami," kata Bu Lilis.
tapi Lia sekarang merasa bangga karena merasa lebih cantik dari Wulan di tambah dia lebih menang di beberapa bagian meski wajahnya tak secantik istri juragan Baron ini.
Wulan selesai mengantar semua pesanan dan memutuskan untuk pulang dan membuatkan makan siang untuk semua orang.
pukul dua belas siang, Wulan datang ke gudang untuk mengantar makanan, ternyata suaminya tak ada di tempat.
"jadi cak Wawan,pak bos kemana?" tanya Wulan yang baru sampai di gudang sambil dibantu Wawan membawa banyak nasi bungkus.
"tadi katanya mau ambil jagung, mungkin sebentar lagi pulang,lah itu truknya datang," kata pria itu.
Melihat istrinya di tempat kerjanya, juragan Baron segera turun dan langsung memeluk istrinya l erat
"kaku kenapa datang, apa semua persiapan untuk lusa sudah selesai?"
"tenang mas semua beres, lagi pula aku kue pesan saja lah," kata Wulan yang tak ingin merepotkan dirinya sendiri.
di warung milik Mak tun, terlihat cukup ramai tapi tiba-tiba ajeng merasa jika tubuhnya tak enak dan pusing.
Padahal sudah minum obat sakit kepala tapi tak membuatnya nyaman.
__ADS_1