Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
mau dong mas


__ADS_3

Ryan sudah pulang dengan sangat senang, dia langsung mandi dan menyimpan semua yang di pakai di sekolah tadi karena akan jadi kenang-kenangan.


"Ryan mandi, mama dan ayah mu sedang beli sate, nanti kalau sudah pulang tinggal makan," kata Bu pawoh yang berteriak cukup keras.


"aku sedang pup Mbah, sekalian mandi," jawab bocah itu dari dalam kamar mandi.


"iya sudah," kata Bu pawoh yang merasa kaget


Sedang pak Dikin tertawa mendengar cucunya itu, ya bocah itu memang dari tadi makan terus akhirnya sekarang mules kan.


"mas mau minum?" tanya Bu pawoh.


"tidak usah deh dek, aku kenyang minum jus tadi ya kali tuh ibu-ibu bisa menakutkan gitu saat melihat aku yang mengikuti kalian dari belakang barisan," kata pak Dikin masih tak percaya jika tadi dia di keroyok oleh ibu wali murid dari kelas cucunya.


Ya meski sudah berumur, pak Dikin sekarang terlihat lebih tampan dan bersih karena berkat istrinya yang mengurusnya dengan sangat baik.


"iya kah, aku tak tau loh," kata Bu pawoh yang merasa bingung.


Akhirnya Wulan dan juragan Baron pulang dengan membawa makanan yang tadi di beli.


Setelah itu, mereka pun duduk bersama, dan makan bersama, tapi yang bikin salah fokus adalah Ryan yang tampaknya begitu lelah.


Bahkan bocah itu sampai hampir terjungkal dua kali karena saking ngantuknya.


"kamu ngantuk dan lelah le?" tanya Wulan melihat putranya itu.


"iya ma," jawab bocah itu yang masih makan.


"kalau begitu selesaikan makannya dulu, batu tidur," kata juragan Baron.


"iya ma," jawab Ryan yang sudah tak fokus.


Akhirnya setelah nadi di piringnya habis, bocah itu langsung tidur di depan tv, tapi juragan Baron mengambil tisu basah dan memastikan wajah putranya itu bersih.


sedang yang kain asik ngemil sate yang memdng beli cukup banyak, setelah itu pak Dikin dan Bu pawoh juga istirahat karena lelah juga terkena panas seharian.


sedang untuk Wulan dan juragan Baron, keduanya harus mulai menghitung semua gaji milik anak buahnya.


"mas ini sudah benar kan, dku gak mau ya kita harus ulang dari awal seperti bulan kemarin," kata Wulan yang ingin menangis saat itu.

__ADS_1


Pasalnya dia harus mengulang semuanya dari awal karena kesalahan Baron saat mencatat gaji para pekerjanya yang orangnya tidak sedikit, belum lagi bonus yang juga belum di tambahkan.


"tidak dek, semua sudah benar kok, maaf ya bulan kemarin suamimu ini banyak teledornya,"


Akhirnya Wulan mulai mengambil amplop dan mulai mengisi sesuai nama dan jumlah gaji yang di miliki oleh para pegawai dan tak lupa bonus dan lemburan juga.


Ya karena punya beberapa usaha jadi mereka mengelompokkan sesuai dengan tempat usaha itu, mulai dari gudang, PO, pengilingan dan juga toko Frozen food.


bahkan mungkin saat anak mereka lahir nanti, juragan baron akan mulai dengan kandang ayam dan tempat pemotongannya.


Dan lagi dia akan membuat warung makan jika bisa, karena dia punya dua orang chef hebat di rumahnya.


Yaitu istri dan mertuanya. Itulah kenapa dia mengambil semua anak buah juragan Sukoco yang tengah nganggur, tentu dalam pengawasan pak Dikin.


Dan untuk anak buahnya dalam pengawasan dari Sardi dan Wawan.


dia dan istrinya akhirnya selesai pukul empat sore, dan saat juragan Baron bersih-bersih rumah dan Wulan memasak nasi untuk makan malam.


Juragan Baron kaget saat melihat sebuah mobil datang ke kediaman ibu mertuanya, terlebih mobil mewah itu punya plat Surabaya


Seorang pria berjas turun dengan tampilan yang sangat berwibawa, tapi saat melihat juragan Baron yang menatapnya tajam.


"benar, silahkan masuk," kata juragan Baron santai.


Dia pun masuk kedalam rumah di ikuti oleh tamu itu, "sayang tolong buatkan minum ada tamu," panggil juragan Baron pada istrinya mas.


Sedangkan dia mengetuk pintu kamar mertuanya, "iya le," kata Bu pawoh yang menyahut dari dalam kamar karena mendengar suara ribut.


Pak Dikin yang langsung keluar, dia sendiri lupa jika punya janji dengan pengacara.


"tamu pak," kata juragan Baron.


"iya le,makasih ya maaf aku lupa, hehehe," kata pria itu langsung bergegas menuju keluar.


Juragan Baron mengambil nampan itu dan menyuguhkan camilan dan kopi ke depan karena istrinya tak boleh lelah.


"terima kasih mas, pembantu di rumah," tanya pria itu.


"kamu mau mati, dia juragan Baron, kamu tak mengenali pria paling kaya di desa ini," kesal pak Dikin

__ADS_1


"ya sudah silahkan di nikmati, saya harus pergi menghantarkan semua gaji para pekerja, saya permisi dulu,"kata pria itu dingin.


Sedang pria yang dapat tatapan tajam itu pun merinding, dia tak mengira jika akan menyinggung pria yang tak seharusnya dia singgung.


setelah itu mereka berdua membahas apa yang akan terjadi, sedang juragan Baron itu sampai di tempat pos untuk bertemu setiap orang yang bertanggung jawab pada lini usaha masing-masing.


Dan saat datang ke gudang, semua ternyata sudah berkumpul, dan terlihatlah masing-masing tempat kerja.


Dia tak mau jika para pengawas yang dia tunjuk melakukan kecurangan atau semena-mena terhadap bawahannya,jadi dia memastikan hal itu tak akan terjadi selama dia tau yang terjadi.


saat pembagian gaji, ada satu orang yang tak dapat dari toko Frozen food, "kenapa ada satu amplop atas nama Wanda," kata juragan Baron heran.


"maaf juragan saya tak memberikan gajinya, karena anda belum memotong gaji itu meski setelah saya mengatakan jika dia telah melakukan kecelakaan kerja, karena saya punya tanggung jawab untuk memberitahukan semua pada ibu juragan," kata Dewi.


"berikan saja toh itu bukan keteledoran yang fatal," kata juragan Baron.


"buka slip gajinya, dan piring sesuai kerusakan yang dia timbulkan, dan aku tak akan menolerir siapapun yang berbuat masalah.


jika ada yang tak setuju bisa bilang padaku, termasuk kamu juragan Baron," suara Wulan dari sebrang telpon.


Juragan Baron kaget karena ternyata istrinya memantau dengan telpon, sekarang dia mengerti kenapa Dewi memanggil para pegawai dengan suara cukup keras.


semua pun tampak Dian, Dewi meminta uang gaji milik Wanda dan dia mengambil lima ratus ribu.


Karena kerugian yang di akibatkan gadis itu memang sebanyak itu, terlihat gadis itu tampak begitu sedih.


dia pun tau jika dia melakukan kesalahan, tapi itu hanya sebuah kecelakaan dan uang sebanyak itu sangat berarti untuknya.


"dan jika satu lagi dia melakukan kesalahan, silahkan pecat sesuai SOP yang sudah aku berikan dan jelaskan saat penerimaan karyawan," tambah Wulan.


"baik Bu juragan,"


Setelah semua mendapatkan gaji yang sesuai, tiba-tiba Wanda menghampiri juragan Baron dan tampak memohon pada pria itu.


Dewi yang menyaksikan itu langsung merekamnya dan dia kaget saat melihat pria itu menepuk bahu Wanda.


Dia masih mereka dan akhirnya mengakhirinya saat pria itu pergi, dia tak berani mengirimkan video itu kepada Wulan karena bisa mempengaruhi janinnya.


Jadi dia mengirimkan pesan itu pada Bu pawoh, dan wanita itu lebih tenang dalam menghadapi apapun masalah.

__ADS_1


Dia berdoa semoga pilihannya kali ini gebar, karena dia tak yakin spa yang di bicarakan oleh kedua orang itu, tapi aneh saja seorang juragan malah tampak mengabaikan kesalahan pegawai istrinya itu.


__ADS_2