Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
persiapan pamer


__ADS_3

"gak usah malu nduk, itu memang adat di sana, nanti kalau kamu gak pakai yang bling-bling pasti jadi gunjingan, dan akan di bilang idih... Suaminya ganteng tapi sayang miskin," kata Bu pawoh yang melirik Ryan.


"miskin di bilang, yang penting uang tabungan banyak, ya sudah besok biar aku yang belikan perhiasannya, tentu setelah mengantar mu pergi kuliah,"


"gak mau, mas Ryan kalau beli perhiasan kurang model nanti terus pasti gede-gede banget, gak mau ah..." panik Aina yang tak mau mengunakan perhiasan seperti para wanita yang sering muncul di aplikasi tok tok.


"kan bagus dek,"


"kebesaran mas,"


Mendengar itu Bu pawoh tertawa, "sebentar coba Oma telpon tempat langganan Oma dulu, siapa tau masih buka,"


"memang bisa," kaget Ryan.


"tentu bisa, orang Oma itu pelanggan VVIP kok di toko emas itu," kata iak dikin yang membuat Ryan mengangguk.


Dia pun segera ke kamar untuk mengambil uang yang dia simpan di kamarnya, ya kemarin dia membawa sekitar tiga puluh juta cash.


Ya itu adalah setoran yang belum sempat dia masukkan kedalam bank.


"mereka belum tutup, ayo sama Oma yuk, nanti aku bantu pilih," kata Bu pawoh.


"baiklah Oma,"


"ya sudah kalian pergi, biar kami di rumah mengurus semua karyawan dan membaginya menjadi rombongan," kata juragan baton yang memberikan tambahan pada uang yang di bawa Ryan.


"loh ayah,"

__ADS_1


"gak papa, anggap saja tambahan untuk menantu ku," jawab pria itu yang membuat Ryan tersenyum.


Aina kaget saat di beri tas berisi uang, "mas ini uang cash, sebanyak ini?"


"ya mau bagaimana lagi, tolong beli semua model yang kamu suka ya,"


"iya mas," jawab Aina.


akhirnya Aina berangkat dengan menggunakan mobil milik suaminya, karena bima ikut.


"jadi Oma pernah ikut kakek ke rumah keluarganya?" tanya Aina penasaran karena tak pernah mendengar tentang hal itu.


"tentu saja pernah, terlebih saat kondangan, ya Tuhan nduk jika kamu tau pasti akan silau, karena mereka semua mengunakan emas itu seperti toko berjalan, jika tidak seperti itu malu, dan saat pernikahan hadiah yang di berikan juga emas, bahkan Oma pernah datang ke pernikahan keponakan kakek kalian itu, itu leher pengantin seperti toko emas, dan untungnya Oma saat itu membelikan gelang dua buah jadi tak malu-maluin lah," kata Bu pawoh


Aina tak percaya mendengar ucapan itu, sekarang dia mengerti kenapa dia punya banyak hadiah emas.


dan menyisakan hanya perhiasan berlian yang menjadi emas kawinnya.


Setelah setengah jam, akhirnya mereka sampai, tapi toko itu tampak tutup.


Ternyata mereka ini masuk daftar list khusus jadi bisa lewat belakang.


"selamat datang mbak cantik ku," sapa pemilik toko perhiasan itu.


"alah alah.... Kamu itu selalu begitu saat aku datang,gimana apa banyak model baru yang datang?"


"kebetulan banget iya, masuk yuk sudah di siapkan di lantai dua," jawab Cici Cici pemilik toko itu.

__ADS_1


Aina pun mengikuti mereka dengan mengandeng bima, bocah itu selalu tenang saat bersamanya.


Mereka sampai dan satu meja besar itu berisi full dengan perhiasan yang tertata rapi


"aku sudah keluarkan semua perhiasan model terbaru yang baru saja datang, dan silahkan pilih,"


"terima kasih ya ci, ayo nduk cari gelang empat, kalung dua dan anting, binggel, serta Bros juga jika ada yang kamu suka."kata Bu pawoh.


Aina memilih gelang kroncong berisi empat buah dengan model yang cukup bagus.


Tanpa di duga Bu pawoh mengambilkan gelang yang mirip dengan punya dia dan mama Wulan.


"sudah, kalau begitu tolong di hitung ya," kata Bu pawoh saat melihat semua pilihan cucunya sudah di sisihkan.


Bahkan uang yang di berikan Ryan saja tak habis, tapi Aina rasa itu cukup, karena dia malu jika harus membeli lagi.


Sedang di rumah tak kalah heboh, karena ternyata kurang satu bus lagi.


tentu itu tak masalah karena Ryan yang akan mencarikannya, dan mama Wulan juga mulai menghitung untuk seluruh konsumsi yang akan di butuhkan.


sekitar dua jam, akhirnya mereka bertiga pulang dengan membawa bakso yang menjadi kesukaan semua keluarga.


"wih ... Bakso papa!!" kata si kembar dengan sangat senang.


Bagaimana tidak mereka tak menyangka jika akan mendapatkan bakso kesukaan mereka.


"tenang adek-adek, semua kebagian," kata Aina

__ADS_1


__ADS_2