
"Ryan kangen ayah,"
"ayah juga kangen ryan, sekarang kita pulang ya, bunda sudah menunggu di rumah ayah," kata juragan Baron membisiki bocah itu.
"yey... main ke rumah ayah,"kata bocah itu senang.
Sedang di rumah juragan Baron, Wulan tak bisa menemukan cel*** dalam miliknya.
jadi terpaksa dia tak mengenakan benda itu dan menunggu putranya datang.
dia juga menelpon Bu pawoh untuk bilang jika kemungkinan dia pulang sore karena urusan.
Wulan membuat mie rebus rasa soto dua bungkus karena untuk mengganjal perut nantinya.
Terdengar suara motor sampai di rumah itu, juragan Baron sudah mengajak Ryan masuk
"selamat datang," sapa Wulan dengan senang.
"iya bunda, tuan lapar tapi mau mandi dulu apa boleh?"
"tentu boleh, ayah ambilkan baju ganti dan setelah itu kerjakan tugas sekolah ku baru kemudian tidur siang," kata juragan Baron.
"siap ayah," jawab bocah itu.
__ADS_1
Wulan tak menyangka meski tidak memiliki anak, juragan Baron ini tampak begitu telaten mengurus Ryan.
saat bocah itu belajar, sulan sambil menyuapi putranya itu, setelah itu Ryan main di kamar bersama juragan Baron
Sedang Wulan membereskan semua cucian piring yang menumpuk karna mereka makan tadi.
Ryan pun sudah tertidur lelap, itu berarti juragan Baron sudah bisa menganggu Wulan.
Pria itu ke dapur dan melihat Wulan baru selesai cuci piring, dengan iseng juragan Baron menyentuh sesuatu.
"kamu menggoda ku..." bisik
Pria itu suara yang begitu dalam.
tapi terlambat dia sudah di buat basah lagi dan akhirnya siang itu mereka melakukannya lagi sebelum Ryan bangun.
Wulan benar-benar tak bisa menahan sentuhan dari pria itu, tak lama keduanya memutuskan menonton tv.
Dan pas jam setengah empat sore Ryan bangun dan Wulan mengajaknya pulang.
Meski awalnya juragan Baron ini merasa sangat berat,tapi ya mau bagaimana lagi orang mereka belum bisa tinggal bersama.
saat Wulan baru saja pergi, tiba-tiba juragan Baron kedatangan tamu yang sangat dia benci yaitu juragan Sukoco yang datang dengan wajah sok polos.
__ADS_1
"sialan... mau apa pria ini," gumam juragan Baron yang kini juga memasang wajah ramah.
"halo juragan Baron, maaf aku datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,karena aku ingin mengajak mu join usaha yang sangat menjanjikan, apa mau ikut ini tak akan jauh-jauh dari pertanian juga," kata juragan Sukoco.
"wah boleh tuh, apa juragan bawa rancangannya?" tanya juragan Baron yang tak ingin tertipu.
"sekarang aku tak bawa, bagaimana jika lusa kita jalan-jalan ke daerah pegunungan sambil membahas rencana itu,mau?" tawar pria tua itu yang sebenarnya ingin merencanakan sesuatu.
Tapi tentu saja juragan Baron tak bodoh,dia sudah tau jika ada yang tak beres dengan pria itu.
Jadi meskipun dia mengiyakan,tapi dia juga tak boleh sampai terjebak, "oh ya jangan lupa ajak kekasih mu, karena di sana dingin,"
"itu bisa di atur juragan Sukoco," jawab juragan Baron yang makin curiga.
terlebih dia sudah tau jika pria itu juga sedang mengincar kekasihnya.
sedang Wulan yang membawa banyak hadiah dan oleh-oleh dari juragan Baron,membuat ibunya heran karena putrinya itu tampak begitu lelah tapi senyumnya terus merekah
"Mbah uti, lihat semua barang dari ayah Baron,"
"nduk kamu di rumah juragan baron dari pagi," tanya Bu pawoh
"tidak Bu, tadi aku ke rumah temen ku dulu,setelah itu baru ke sana, dan juragan Baron yang menjemput Ryan di sekolah, memang kenapa Bu? kami cuma ngobrol dan main bareng Ryan,"
__ADS_1
"iya nenek, bunda dan ayah hanya nonton tv bareng kok, dan tadi Ryan juga makan di sana," kata Ryan