Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
ini kesalahpahaman


__ADS_3

Tak terasa sudah dua minggu berlalu, Aina juga sudah mulai melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa.


Ryan juga sangat sibuk ke sana-kemari, karena keperluan usaha, dan juga beberapa pekerjaan yang harus mengharuskan dia bolak balik ke beberapa kota.


Itu sempat membuat Ryan drop tapi untungnya Aina dengan telaten menjaga dan merawat suaminya itu.


Saat ini Gadis itu sedang berada di kampus bersama Laila, "Hei, kenapa kamu terlihat melamun saja? Jangan begitulah bu Bos." tegur Laila, yang merasa aneh melihat temannya itu diam sejak tadi.


"Aku tidak melamun, aku hanya merasa sedikit lelah saja, tapi ya Beberapa hari ini Suamiku terus pulang malam, karena dia harus bolak-balik Surabaya dan juga ke rumah, padahal aku sudah menyuruhnya untuk menetap di kota,"


"Ya itu kan disebabkan, karena Mas Ryan, Nggak ingin menginap di Surabaya dan meninggalkan istrinya yang cantik ini, tapi tidak hanya suamimu sih, suamiku juga sama, dan saat aku tanya, ternyata mereka sedang ada sedikit bisnis di Sana." kata Laila


"Bisnis? yang aku tahu mereka sedang mencari orang, tapi aku tidak tahu orang maksudnya siapa? yang sedang mereka cari juga," kata Aina


"Benarkah? Kenapa suamiku bilangnya bisnis? apa Ada yang aneh ya? Hingga dia berbohong?" tanya Laila yang sedikit heran.


Kedua gadis Itu tampak diam sejenak sambil memikirkan sesuatu.


Tiba-tiba Beni muncul dan mengejutkan keduanya, "Woi sedang apa toh yo, dua ibu-ibu muda ini, Kok melamun saja dari tadi," katanya sambil tertawa


"Kamu mau ku bunuh main kagetin saja, jangan menyebalkan beni," tegur Aina


"Ya maaf, tapi apa yang sedang kalian pikirkan?"


"Kami hanya merasa sedikit kesepian, karena suami-suami kami sangat sibuk akhir-akhir ini," jawab Laila


"Benarkah? Wah, jangan jangan Mereka sibuk dengan wanita lain ya, terutama aku dengar suami kalian bolak-balik ke Surabaya, jangan-jangan ada sesuatu di sana," kata Beni


"Jika Itu Memang terjadi, Aku tidak akan pusing. karena aku punya mertua yang siap untuk mendukung ku. Jadi aku tinggal bilang saja untuk membereskannya." kata Aina tersenyum.

__ADS_1


"Kalau itu malah menakutkan sayangku, Ya Sudahlah jangan cuma bengong saja, mari kita masuk ke kelas karena sebentar lagi akan mulai pelajaran," ajak beni.


Mereka bertiga pun menuju ke kelas dan akan mulai mengikuti mata kuliah yang di ajarkan.


Sedang di tempat Ryan dan juga Kevin, keduanya sedang menunggu seseorang.


Ya Dia adalah wanita yang menjadi perantara untuk mereka mencari sosok yang sedang mereka incar.


"Bagaimana tugas mu Nita?" tanya Rian dingin.


"Ayolah Pak Bos, Kenapa kamu begitu dingin, kamu tak ingin merasakan diriku dulu," tawar Nita dengan Sedikit menggoda Ryan.


"Kamu mau mati," kata Ryan langsung mencekik leher wanita itu saat ingin menyentuh tubuhnya.


"Ayolah, aku cuma bercanda." panik Nita, yang tak ingin mati konyol di tangan Ryan.


"Sudah kukatakan berapa kali, Berhenti melakukan hal itu Nita, cepat sekarang katakan apa yang kamu dapatkan, dan kemana wanita bernama Shasha itu Kenapa dia tidak datang, setelah dia menerima uang dari kami juga," kata Kevin yang sedikit kesal


"Kamu makin berani Nita,"


"Aku berani karena uang, Jadi silakan menghubungiku, jika ada pekerjaan lagi.Oh ya, aku hampir lupa, dan Tolong segera tangkap pria itu, karena dia sedang ada di dalam."


Mendengar ucapan Nita seperti itu, Kevin dan Ryan langsung bergegas masuk ke dalam, dan tentu saja mereka tidak bergerak hanya berdua mereka juga dibantu beberapa orang yang sudah bersiap untuk meringkus pria itu.


Ya dia adalah Bastian, seorang pria yang telah Melarikan uang milik Ryan hingga dua setengah miliar.


Setelah perburuan beberapa bulan, akhirnya pria itu ketemu, dan Ryan ingin sekali langsung membunuhnya, Tapi tentu saja dia tidak ingin kehilangan uang miliknya.


"Jadi brengsek!! katakan di mana uang itu," kata Ryan yang sudah mencekik leher dia itu dengan keras.

__ADS_1


"Maafkan aku bos, uang itu sudah habis, dan aku tidak punya apa-apa lagi sekarang," kata pria itu dengan memo.


"Aku tak peduli kamu harus mengembalikan uang itu, atau aku akan membunuhmu, dan juga seluruh keluargamu," ancam Ryan.


"Tolong jangan sentuh mereka Bos, aku... aku akan mengembalikan uangmu, Tapi, tolong lepaskan aku sekarang,"


"Itu mimpimu, sekarang kembalikan atau aku akan menggantung Mu di tengah jalan sekarang," kata Ryan dengan marah.


Tiba-tiba Kevin mengeluarkan kertas, yang ternyata itu adalah surat pernyataan.


"Kamu ingin lepas, tanda tangan ini, dan aku akan menyelesaikannya di notaris saat ini juga," ancam Kevin.


"Tapi jika aku tanda tangan, keluargaku tidak akan punya rumah lagi," kata Bastian


"Kok goblok ya, Bukankah kamu membeli rumah itu dengan uang hasil curianmu dari Ryan, Jadi sekarang rumah itu adalah milik Ryan, paham!!" marah Kevin.


"Tapi rumah itu lebih dari dua setengah milyar ,"


"peduli setan dengan apa yang kau ucapkan," marah Ryan yang makin kehabisan kesabarannya.


"Baiklah, aku akan mengikuti perintahmu, aku akan bertanda tangan di sana, Dan setelah itu, tolong lepaskan aku."mohon Bastian.


"Ho-ho-ho-ho-ho tidak semudah itu ferguso, kamu akan kubawa ke kantor polisi, dan kamu akan mendekam di sana dan keluargamu yang akan bertanggung jawab atas semua kelakuan busuk mu yang selama ini merugikan diriku,"


Bastian tak mengira, Jika dia salah mencuri uang, Bagaimana bisa dia membuat keluarganya sekarang jadi tahanan, terlebih, akan menjadi budak dari pria kejam itu, sampai apa yang di miliki Ryan kembali.


"Jadi sudah siapkah kamu akan mendekam di penjara,"


"Tolong jangan lakukan itu..." mohon Bastian.

__ADS_1


Tapi tentu saja, Ryan tidak peduli, dan pria itu bahkan dengan santainya mematahkan kedua kaki. Bastian agar tidak bisa kabur lagi


__ADS_2