Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
jangan kepo ya


__ADS_3

"pekerjaan sayang, tolong di taruh di sini, dan tolong ambilkan semua uang gaji ya, biar di bawa sekalian," kata Juragan Baron.


"siap bos juragan," kata Wulan tersenyum.


Wulan pun mengambilkan gaji yang sudah di beri Nana sesuai jam kerja dan libur masing-masing orang.


bahkan ada yang memilih lembur setiap hari dan itu akan mendapatkan bonus.


"nanti kalau ada yang salah bilang ya, karena aku tak mau akan ada masalah nantinya," kata juragan baton yang membagikan pada anak buahnya sesuai dengan bagiannya.


di sekolah, Ryan sedang fokus mengerjakan beberapa proyek dengan teman-temannya.


Dan sayangnya dia dan Ivan harus bersama dengan tiga gadis lainnya dalam kelompoknya.


"ini kita kenapa satu kelompok dengan bakul panci semua," kesal Ivan melihat tiga gadis yang terkenal super cerewet di kelas mereka


"ya maha kami tau,tanya sama Bu Ningsih gih," kata Mawar sewot.


"apa!!" kesal Ivan


"sudah jangan di perpanjang, jika kalian banyak bicara dan tak melakukan kerja, aku akan mencoret nama kalian bertiga, ingat aku tak suka orang yang banyak bicara dan sedikit bekerja," kata Ryan mengancam mereka semua.


"ya terserah kamu saja," kata Nella.


"baiklah, besok hari Minggu, kita kerja kelompok di rumah ku karena di rumah ku paling banyak kardus dan stik es krim, di tambah akan lebih mudah dan cepat jika butuh sesuatu," kata Ryan yang memberikan usul.

__ADS_1


"aku setuju," jawab Ivan.


"kenapa harus di sana, nanti panas, terus jauh lagi rumah mu," kata Dilla.


"kamu bodoh ya, tinggal minta antar orang tua kalian, bilang ke rumah juragan Baron mereka pasti tau," kesal Ivan yang benar-benar tak habis pikir dengan tiga gadis itu.


Ryan mencatat semua barang yang dia butuhkan dan nanti akan minta tolong ayahnya untuk menyiapkan semuanya.


setelah pulang sekolah mereka harus ikut ekstrakurikuler basket karena Ryan, Ivan memiliki tinggi badan di atas rata-rata.


terlebih Ryan memiliki bentuk tubuh yang bagus ya karena bocah itu terus di latih oleh ayahnya.


Pukul tiga sore, sebuah motor sport masuk ke halaman sekolah,semua gadis yang juga sedang berlatih voli pun terpana.


Pasalnya pria itu tampak begitu tampan dan lagi terlihat sangat maskulin.


Ryan sudah tau siapa itu, jadi dia yang sudah selesai melakukan latihan pun langsung mengemas barangnya.


"semuanya aku duluan, pelatih saya sudah di jemput," pamit bocah itu.


"lah itu ayah ku kenapa makin ganteng?" tanya Ivan yang merasa heran melihat bapak-bapak satu itu.


"kamu belum lihat mama ku," kata Ryan tertawa


Dia langsung lari ke arah juragan Baron,setelah mencium tangan dia naik ke jok belakang dan langsung pergi dari sekolah.

__ADS_1


"ayah kita ke tempat penjual peralatan sekolah dulu ya, karena dku butuh beberapa barang untuk proyek di sekolah," kata Ryan.


"baiklah nak, kita berangkat," jawab pria itu yang langsung mengancam gas motornya menuju ke sebuah tempat yang di inginkan putranya.


Saat sampai, Ryan meminta semua barang yang dia butuhkan yang tak ada di rumah, bahkan mereka juga beli Pilok untuk mengecat hasil karya itu nantinya.


"sudah Ryan?"


"sudah ayah," jawab pemuda itu.


"baiklah sekarang kita ke tempat toko penjual bahan kue,karena mana mu menitipkan banyak barang untuk di beli,"


"oke ayah, berangkat,"


Mereka pun lanjut ke toko selanjutnya,setelah semua di beli mereka pun pulang.


Saat sampai di rumah, Ryan langsung membawa belanjaan kedapur, "mama ini pesanannya,"


"terima kasih Ryan, oh ya bagaimana sekolah mu nak?"


"ya semuanya berjalan lancar, dan besok aku mengajak teman-teman ku main kesini ma,"


"lah mama belum buat apa-apa deh," kata Wulan kaget.


"mereka besok akan cukup lama karena Ryan punya proyek yang harus di kerjakan, dan besok dua gadis kita sepertinya harus ngungsi dulu, jika tidak bisa repot nanti jika ganggu masnya yang sedang repot," kata juragan Baron.

__ADS_1


"baiklah besok biar di urus sama bapak dan ibu kalau begitu, dan mas tolong bantu aku sebentar ya," kata Wulan pada suaminya itu.


Sedang Ryan mandi karena harus mengaji di masjid dekat rumah karena dia masih mendalami masalah tajwid.


__ADS_2