Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
dia hanya anak kecil


__ADS_3

Mendengar putrinya di perlakukan seperti itu oleh juragan Baron,membuat Lia tak terima.


"kenapa anda kasar, dia hanya seorang anak kecil," marah Lia.


"karena aku tak bisa membiarkan panggilan itu mempengaruhi keluarga ku, asal kamu tau, aku baik pada semua orang tapi cintaku hanya untuk istriku, dan kamu jangan membuat ku kehilangan kesabaran ku karena itu bisa membuat mu dalam masalah besar!" sarkas juragan Baron.


Asha sudah menangis mendengar pertengkaran itu, sedang Lia kaget melihat sosok lain juragan Baron yang selama ini sangat ramah tapi menyimpan sisi gelap seperti ini.


"pulang saja, kalian di sini tak di di terima, terlebih kamu Lia, kenapa kamu menggunakan anak ku sebagai alat untuk merayu seorang pria," marah pak Junaidi yang mendapatkan telpon dari anak buah juragan Baron.


"pakde, kenapa kesini, aku hanya meminta penjelasan?"


"untuk apa, kamu bukan siapa-siapa yang pantas mempertanyakan juragan Baron, hanya karena dia baik padamu, kamu jadi kegatelan, kamu kira pakde tidak tau apa yang sudah kamu lakukan, jadi sekarang cukup dan pulang," marah pak junaidi yang langsung menyeret Lia.


Keduanya pun di seret pulang, dan juragan Baron benar-benar tak mood lagi.


Karena ulah wanita itu sudah menghancurkan suasana hatinya, "juragan mau kemana?" tanya Doni.

__ADS_1


"urus semuanya, dan jangan ada masalah, pak Pardi bantu Doni, aku harus pulang, kepala ku mau pecah," kata juragan Baron


mendengar itu, Doni menghubungi Arik yang kebetulan membantu pindahan dari ibu juragan.


Arik yang membaca pesan pun kaget, karena jika juragan Baron sampai marah seperti itu.


Sudah di pastikan mereka semua bisa di siksa habis seharian,"ada apa cak Arik?" tanya Wulan pada pegawai suaminya itu.


"ini ibu juragan, juragan Baron sedang marah, dan sekarang beliau ada di rumah, saya mohon bisa ibu juragan pulang dan menghiburnya, karena kami semua bisa di pastikan habis kalau juragan Baron marah, bisa di suruh lembur menyelesaikan semua pekerjaan," kata pria itu memohon


"Dewi, Mega dan Vivi, tolong atur semua di toko, dan bagian dapur selesaikan produksi ya, saya harus pulang," panik Wulan.


tapi yang tak di sangka adalah, Ryan sedang memijat kepala ayahnya yang sedang duduk di lantai sambil memeluk boneka singa kesayangan bocah itu.


"ayah capek," lirih putranya memberi kode agar tak membuat pria itu terbangun.


Wulan mengangguk dan memilih ke dapur untuk membuat sesuatu untuk suaminya itu.

__ADS_1


Juragan Baron tak mengira tangan kecil putranya itu bisa membantunya meringankan beban di pikirannya sejenak.


"terima kasih Ryan, kepala ayah sudah tak pusing lagi," kata juragan Baron


"iya ayah,"


"baiklah sekarang Ryan mau main dulu atau belajar, karena jam empat Ryan harus ngaji ya,"


"iya mama," jawab bocah itu yang memilih main di kamarnya dengan komputer.


sedang Wulan duduk di sebelah juragan Baron, tiba-tiba pria itu langsung merebahkan dirinya menikmati paha empuk istrinya berbagai bantal yang nyaman.


"ada apa sayang, kenapa sampai seluruh pegawai mu itu panik karena kamu marah ayah, padahal suamiku ini adalah orang yang sabar loh," kata Wulan


"aku kesal karena kebaikan ku sering di salah artikan, seperti saat , aku mengizinkan seorang anak memanggil ku ayah, tapi dengan tidak tau malu ibunya malah menggoda ku,dan mempertanyakan kenapa aku menikahi mu dan bukan dia,itu membuatku kesal dan marah, dia itu siapa hingga berani bertanya seperti itu," kata juragan Baron.


"mungkin dia tergila-gila padaku ayah, biarkan aku melihatnya dan membuatnya sadar jika siapa yang di pilih oleh juragan Baron ini,boleh," tanya Wulan manis.

__ADS_1


"boleh, karena kamu harus tau wujud wanita menyebalkan itu," kata juragan baron


__ADS_2