
Juragan Sukoco marah besar saat tau jika sawahnya gagal panen parah, bahkan padi yang terkumpul dari semua sawahnya tak ada separuh dari hasil panen seharusnya.
"bekan, bagaimana ini bisa terjadi, kenapa sawah ku terserang wereng tapi kamu terlihat santai bahkan diam saja," marah pria itu.
"maafkan saya juragan, saya juga bingung harus berbuat apa, karena saya sudah melakukan semua yang biasa di gunakan untuk menghalau semua hama itu," jawab iria itu.
"kamu sialan, saat sawah ku tak bisa bertahan dari serangan hama, kenapa sawah milik bocah tengil si Baron itu bisa panen meskipun tak sempurna, tapi setidaknya dia masih belum terlalu rugi, sedang sawah yang di pegang Dikin malah panen dengan bagus, bukankah kamu dulu juga bekerja dengannya, kenapa kamu tak bisa belajar sedikitpun padanya," kata juragan Sukoco murka.
Pak bekan hanya diam,dia tak mengira karena kelalaian pria tua itu sendiri, tapi kini malah dia yang di salahkan.
padahal pria itu yang terlalu santai dan memilih berfoya-foya di banding memperhatikan semua sawahnya.
"saya dulu bukan di bagian ini juragan jika anda lupa, dan orang yang bekerja dengan pak Dikin pun sudah banyak yang Anda pecat, jika anda lupa itu," kata bekan lagi tak tahan di sudutkan.
"goblok... Sekarang kamu berani mengatai ku,"
"bukan seperti itu juragan,"
"sudah pergi Saba, aku tak butuh pria tak berguna seperti ku,aku bisa hidup sendirian," marah juragan Sukoco yang mengusir bekan juga.
dengan senang hati, pria itu pergi meninggalkan juragan Sukoco, karena dia tak bisa lagi bertahan menghadapi pria itu.
setelah dia pergi, bekan menuju ke rumah pak Dikin dan istrinya, pak Dikin yang melihat teman lamanya datang pun tau apa yang terjadi.
"kamu di pecat oleh pria tua itu?" tanya pak Dikin.
"iya mas, aku di pecat karena aku tak bisa menyelesaikan masalah hama wereng tang menyerang sawah, ya mau bagaimana lagi,aku sudah berusaha sekuat tenaga, tapi aku kan bukan spesialis nya," kata bekan.
"terus mau aia kamu datang padaku," tanya pak Dikin santai.
"aku ingin meminta tolong untuk membantuku mencari kerja," kata bekan memohon.
"aku bisa saya memasukkan mu seperti halnya Rojak di tempat juragan Baron, tapi apa kamu sanggup setia pada pria itu dan tak menghianatinya," kata pak Dikin.
__ADS_1
"sanggup mas,"
"kamu yakin, karena jika kamu berbohong dan curang, tentu musuh mu tidak hanya dia yang terkenal tak memberi ampun siapapun,tapi aku juga akan memastikan seluruh keluarga mu yang kamu sembunyikan itu,tau akibatnya, terutama andk perempuan mu itu," kata pak Dikin dengan tegas.
Mendengar itu membuat bekan diam, dia tdk menyangka jika pria yang ada di depannya itu memegang semua kartu penting.
"baiklah cak, aku bersumpah atas nyawaku," kata bekan yang langsung melakukan perjanjian di atas materai
dia pun meminta bekan pulang serta beristirahat, dan dia akan membantu pria itu memiliki pekerjaan lagi.
"lihat Sukoco, kehancuran mu perlahan-lahan muncul di depan matamu," kata pak Dikin.
Pak Dikin pun mengirimkan pesan pada menantunya itu, dan membaca pesan itu juragan baron tersenyum.
dia tak menyangka jika satu persatu orang yang bekerja di bawah naungan juragan Sukoco kini berubah haluan semuanya pada dirinya.
Tentu saja dia tak akan semudah itu percaya begitu saja, dia juga akan mencari tau segalanya dibalik layar.
Bahkan dia punya perjanjian besar dengan iak Dikin, karena bisa di pastikan jika sebentar lagi juragan biadab dan penuh kegilaan itu akan mati.
Akhirnya semuanya pergi dengan begitu saja, dan sekarang dia bingung harus berbuat apa karena karena hal itu sekarang dia sendirian.
"aku tidak bisa duduk diam,aku harus ke rumah Dikin dan meminta pria itu untuk bergabung kembali dengan ku, karena usaha ku bisa hancur jika terus seperti ini," gumamnya.
Sedang di tempat lain ada orang lain yang bersiap untuk menantikan malam nanti
mereka semua adalah orang-orang pilihan yang di kenal tak tau apa namanya itu ketakutan.
karena bagi mereka yang terpenting adalah uang dan untuk mendapatkan dari perampokan juga tak ada masalah.
sore itu, juragan Sukoco datang ke rumah Bu pawoh dan di persilahkan masuk dengan sopan.
Tapi mau seberapapun bertahan, jika memang sudah mata keranjang pun sulit untuk berubah.
__ADS_1
Pak Dikin menahan amarahnya, saat juragan Sukoco itu memandangi tubuh istrinya dari atas ke bawah sambil menunjukkan tatapan mesumnya.
"jadi ada apa pak Sukoco yang terhormat ini datang ke rumah kami?" tanya pak Dikin dingin.
"hei kenapa begitu tegang begitu, ku datang untuk meminta mu kembali bekerja bersama ku, karena aku akan memberikan tiga kali lipat gajimu," kata juragan Sukoco membujuk mantan anak buahnya itu.
"wah sayangnya saya sudah kegiatan saya sekarang, karena saya bebas mau pulang kapan saja tanpa terikat siapapun," kata pak Dikin.
"tapi aku bisa memberikan mu sebuah kebun kosong yang kamu inginkan, sebutkan saja apapun itu, karena aku benar-benar membutuhkan mu," kata juragan Sukoco itu.
"tapi maaf juragan Sukoco, silahkan pergi, karena aku sudah berusaha menahan diri tadi karena anda begitu menjengkelkan karena terus menatap istriku dengan tatapan mesum mu, pergi!!" bentak pak Dikin tak sabar lagi.
Bu pawoh kaget mendengar itu, dia pun tak menyangka jika suaminya itu tak menerima permintaan itu
Padahal juragan Sukoco ini termasuk orang yang membantu pria tercintanya itu, tapi ternyata cintanya yang membuat pria itu tetap ingin bersamanya dan hidup tenang dengan keluarganya
malam hari juragan Sukoco sangat marah karena dia tak memiliki anak buah sedikitpun.
Dia Kaget saat rumahnya di bobol maling, dan dia langsung di ikat dan di sumpal mulutnya.
Terlebih para perampok itu masih muda dan menghadapi satu pria tua itu sangat mudah bukan.
mereka langsung membereskan semua barang berharga milik juragan Sukoco.
"sudah semuanya," tanya pimpinan perampok itu.
"sudah bang," jawab anak buahnya.
"kira tinggalkan rumah ini dan biarkan pria busuk ini membusuk dan mati perlahan, sendirian, dasar pria mesum," kata pimpinan perampok itu yang menendang bagian intim pria itu hingga membuat pria itu pingsan.
Semua orang yang ikut dalam perampokan itu kaget melihat soa yang terjadi barusan, tapi mereka tak bisa mengatakan apapun.
mereka pun pergi dan meninggalkan pria itu yang mungkin pingsan,dan mereka mematikan lampu rumah pria itu.
__ADS_1
Dan membiarkan pria itu meregang nyawa dengan sendirinya, tapi tak terduga ketua perampok itu masih tak puas, dia pun membuat konsleting listrik dan memicu kebakaran di rumah mewah itu.
"titip salam pada malaikat di neraka ya juragan sialan," gumamnya sebelum pergi.