
Juragan Baron merasa jika ini sebenarnya tak rumit, kemungkinan jika orang tua Bangka itu yang membuat masalah.
Wulan merasa aneh dengan tingkah suaminya yang tampak memikirkan sesuatu yang begitu pelik, terlihat dari kerutan di dahinya.
"ada apa mas,kenapa kamu tampak berpikiran keras seperti itu, apa kamu takut jika Azizah bisa mengatakan hal bohong dan mencemarkan nama baik mu?" tanya Wulan pada suaminya itu.
"kamu memang bisa menebaknya, tapi aku juga merasa bingung karena dia tak punya bukti, di tambah dia juga seorang janda, aku yakin warga akan bilang jika dia yang menggoda terlebih dahulu dan dia yang akan di cap jelek jika berani melakukan itu," kata juragan Baron.
"ya kamu benar mas, menyandang status itu memang serba salah, meski kita yang menjadi korban tapi para warga akan melihatnya sebagai wanitanya saja yang kegatelan menggoda sana sini," terang Wulan.
"jadi aku tak takut, di tambah bagaimana aku bisa tergoda dengan wanita triplek di saat aku punya gitar spanyol yang membel ini," kata juragan Baron memeluk istrinya.
keduanya pun bermesraan, saat tiba-tiba langsung panik dan saling melepaskan diri saat mendengar pintu kamar Ryan terbuka.
"ada apa nak?" tanya juragan Baron yang melihat putranya itu membawa kertas undangan.
"ini ayah,aku tadi lupa memberikannya, ini ada surat yang harus di baca dan di setujui oleh wali murid," kata Ryan menyerahkan surat itu.
Juragan Baron memangku putranya itu di sofa ranjang depan tv, sedang Wulan membawakan susu hangat untuk putranya itu.
"terima kasih mama,"
__ADS_1
"Iya sayang,surat apa mas?"
"ini sayang, surat untuk izin ke kebun binatang Surabaya, dan tidak boleh di antar harus membiarkan para siswa mandiri," kata juragan Baron yang tampak kesal.
"ya gurunya aneh, aku kalau begitu mana bisa tenang, di tambah Ryan masih kelas dua,kalau baik bus sendiri tak masdlah, tapi kalau di kebun binatangnya nanti hilang atau terpisah gimana,ini nenang kadang-kadang suka aneh deh," kata Wulan yang tak setuju.
"ya sudah besok Ryan tanya ke Bu guru ya, kalau naik bus tak masalah kami tak ikut,tapi jika ayah dan mama mengikuti dari belakang dengan baik mobil pribadi apa boleh, karena kami tak bisa membiarkan mu kenapa-kenapa nanti," kata juragan Baron.
"siap ayah, aku akan bertanya pada Bu guru ya," kata Ryan yang memang sangat penurut dengan orang tuanya.
setelah itu,mereka bertiga nonton tv, hingga Ryan tertidur, setelah menidurkan putranya ke kamar.
"sayang... kenapa istri secantik ini tidak menarik di bandingkan ponsel mu, hingga kamu lebih memilih memencet dan memandangi ponsel mu di bandingkan dengan ku?" tanya Wulan pada suaminya itu.
"kamu ngomong apa sih sayang, aku hanya membaca pesan dari anak-anak yang gesok harus panen tebu lagi," jawab juragan Baron yang menaruh ponselnya di meja cukup jauh dari ranjang.
"baiklah sekarang tidur ya sayangku," kata juragan baron memrluk istrinya erat.
Dia sebenarnya mengirim pesan pada pak Dikin dan mengatakan semua yang tadi dia dengar.
bahkan dia mengirimkan rekaman percakapan suara pada pria itu,"beraninya dia memfitnah menantuku," kata Bu pawoh yang ikut mendengar suara itu.
__ADS_1
"tunggu sayang, sepertinya aku tau siapa ini, tapi bagaimana si goblok ini malah mengaku sebagai Baron, dan sepertinya dia lupa bagaimana cara mainnya dengan ku," kata pak Dikin yang tak suka melihat istrinya kesal.
"aku minta tolong ya mas, karena Wulan sedang hamil dan aku tak mau kandungannya kenapa-kenapa," kata Bu pawoh yang sedang menghisap suaminya itu.
"tentu saja aku akan melakukan apapun untuk mu istriku, tapi malam ini buatlah aku menjadi puas terlebih dahulu, dan besok aku akan sangat bersemangat membuat perhitungan dengan pria brengsek itu," kata pak Dikin.
tentu saja Bu pawoh langsung bangkit dan mulai melakukan servis terbaiknya.
Bahkan pak Dikin yang terkenal begitu kuat, kini di buat merinding dan tak berdaya oleh istrinya.
"sayang ..."
"kura baru mulai sayang, sekarang kita buat kamu lemas oke," kata Bu pawoh yang langsung memimpin permainan.
Dia tak mengira jika istrinya itu memiliki servis yang sangat hebat, tak hanya itu, bahkan wanita itu membuatnya lebih bersemangat lagi.
Keesokan harinya, Wulan mengantar putranya, dan karena tak sabar akhirnya dia sendiri yang bertanya pada guru sekolah putranya itu.
Karena dia tak mau membiarkan putranya itu kenapa-kenapa, tapi saat akan masuk ke ruang kesiswaan.
dia malah melihat Lia sedang di ruang tata usaha, dan sedang membicarakan tentang bayaran sekolah.
__ADS_1