Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
wih... salah orang nih


__ADS_3

Ustadz Yusuf yang baru datang ke klinik pun terkejut melihat seorang perawat kesakitan.


Dan dia melihat kearah Ryan yang sedang di peluk erat oleh ayahnya, terlihat pria itu sangat marah dengan apa yang terjadi.


tiba-tiba rombongan para orang tua santri yang membuat masalah datang kedalam klinik.


"Semua santri dengarkan, di sini ada orang tua dari Ardi, mereka ingin bertanggung jawab dengan mengobati kalian semua tanpa terkecuali, dan juga memberikan uang ganti rugi, jadi ustadz mohon untuk tidak membuat masalah, terutama memberitahu orang tua kalian," kata salah satu pengurus yang memang bisa di bilang paling bisa di suap.


ustadz Yusuf tak mengira jika ustadz Hilman akan mengatakan itu, padahal di sana sudah ada juragan baron.


"berapa ganti rugi yang kalian tawarkan untuk luka putraku!!" teriak juragan Baron menarik tirai yang menjadi dekat untuk tiap bangkar hingga terlepas.


Pria itu benar-benar marah, ustadz Hilman terkejut melihat sosok itu,dia tak tau jika Ryan adalah salah satu korban dari kegilaan putra salah satu dewan di kota.


"aku akan memberinya uang kompensasi sepuluh jus setiap murid, apa itu kurang toh lukanya tak parah," kata pria itu dengan congkak.

__ADS_1


"juragan Baron..." kata ustadz Hilman yang memang belum mengecek setiap korban.


"mati kamu ..." lirih ustadz Yusuf yang gemetar.


Bahkan semua orang sudah di peringatkan oleh kepala pondok,jika pria itu yang memang tak boleh di ganggu, tapi ini malah putranya dapat hal mengerikan seperti ini.


"apa sepuluh juta... Itu hanya untuk membuat para korban tutup mulut,seratus milyar pun jika kamu berikan tak akan gentar aku akan membuat mu membayar luka yang di hadapi putra ku, siaan!!" maki juragan Baron yang mengambil kursi dan melemparnya ke arah orang itu.


Brak...


suara itu membuat semua orang kaget, tak menyangka akan melihat kejadian ini, Ryan bahkan dim melihat kemarahan ayahnya.


"siapa yang berani melukai cucuku, mau aku acak-acak semua keluarganya!!" marah pria itu.


Pagi itu, pondok pesantren itu benar-benar Keos, pasalnya pria yang terluka karena lembaran kursi itu terkejut melihat sosok pak Dikin.

__ADS_1


"anj**** sialan kamu Bowo, beraninya menyentuh cucuku,ku buat semua keluarga mu hancur pria sialan!" maki pak Dikin yang melihat pria yang terluka.


"apa maksudnya,aku tak mengenal cucu mu pak, itu aku hanya membereskan korban dari putra ku," kata pria itu yang menahan pusing di kepalanya.


Pria itu bangun dengan sempoyongan, tapi tanpa terduga pak Dikin menendang kaki pria itu hingga tersungkur.


Kemudian menahan tubuh pria itu dengan lututnya, "seharusnya kamu tidak berani menampakkan wajah mu di depan menantuku,karena dia adalah orang yang membuat mu bisa menduduki jabatan mu, sudah ku katakan,tempat untuk putra mu yang gila itu rumah sakit,bukan tempat seperti ini," kata pak Dikin ang membuat pria itu terkejut.


Dia selama ini tak tau siapa orang yang selalu di lindungi pak Dikin,ternyata pria itu adalah juragan Baron yang bahkan para pengajar saja tak berani menegurnya.


"Baron... Berhenti membuat ulah, ikut Mbah kyai sebentar," suara sepuh itu terdengar dari pengeras suara yang ada di tempat itu


"maafkan aku..." suara pria congkak yang tadi bermulut besar.


"aku tak mau tau, ayah mertua tolong bereskan dan buat dia tau hukuman apa yang bisa di dapatkan karena melukai putra ku, dan untuk ustadz yang membantunya,Wawan itu tugas mu," kata juragan Baron.

__ADS_1


"baik aku mengerti," jawab keduanya.


Sedang juragan Baron menitipkan putranya pada pak Sardi, dan dia memenuhi panggilan dari kepala pondok itu.


__ADS_2