Si Janda Yang Menggoda

Si Janda Yang Menggoda
kebenaran untuk kevin


__ADS_3

Kevin sedang menunggu hasil tes DNA, yang dia lakukan untuk ayahnya, dan juga Vinod.


Dia terlihat cemas, karena dokter belum membacakan hasil tes DNA itu.


Meskipun dia tak Yakin seratus persen tapi dia punya harapan besar Semoga apa yang diharapkan menjadi kenyataan.


Tentu saja, dia tidak hanya melakukan di satu tempat, Dia melakukan beberapa tempat untuk meyakinkan jika hasil tes itu benar.


"Jadi bagaimana hasilnya dokter?" tanya Kevin dengan was-was.


"mereka bukan ayah dan anak, ini hasil dari tes DNA dari sampel yang anda kirimkan," kata dokter itu.


Mendengar itu, Kevin merasa lega,sekarang tinggal membuktikan segalanya pad keluarganya, jika Vinod itu seorang pembohong besar.


Dia segera pulang, terlihat Laila sedang duduk bersama ibunya di teras saat itu.


Kevin turun dari mobilnya, dan tak lupa membawa hasil dari tes DNA dari rumah sakit lain.


"assalamualaikum.."salam Kevin mencium tangan ibunya.


"wa'alaikumussalam mas,"jawab Laila yang mengambil tangan suaminya itu.


Bahkan Kevin tanpa sadar mencium kening Laila di depan ibunya.


Untuk pertama kali Laila merasakan ketulusan dari pria yang sudah menikahinya itu.


melihat itu, ibu dari Kevin merasa senang, "ibu, ayah kemana?" tanya Kevin.


"dia sedang ada di dalam bersama Vinod dan istrinya," kata ibu Kevin.


Mendengar itu, Kevin mengajak ibu dan istrinya itu masuk kedalam rumah.


"ayah..." panggil Kevin tepat sebelum ayahnya itu menandatangani sebuah kertas kosong.


"Kevin.."


"jangan lakukan itu ayah,karena dia bukan putra ku, dia adalah anak dari pria yang menjadi selingkuhan pacar ayah saat itu,aku punya buktinya dan juga semua ini sudah di akui oleh pria itu sendiri," kata Kevin yang memberikan hasil tes DNA dari satu rumah sakit.


kemudian memberikan semua berkas yang telah di kumpulkan oleh Ryan.


"apa-apaan ini Kevin,"


"kapan kamu melakukan tes DNA, pasti ini bohong ayah,karena aku tak pernah memberikan sampelnya," kata Vinod tak terima.


"bukan kamu yang berikan,tapi aku yang mengambilnya," kata Laila yang membuat semua orang kaget.


"jadi ucapan mu yang bilang ingin mencabut uban itu ternyata," kaget Vinod yang sudah di bohongi oleh wanita itu.

__ADS_1


"tidak hanya itu,saat aku menonjok wajah mu, darah itu bisa di jadikan alat bukti tes juga," kata Kevin yang membuat Vinod dan ayahnya tak percaya


"jadi kamu tak ingin jujur Vinod," kata ayah Kevin.


''itu tidak benar ayah, aku adalah anak ayah,"


"cukup,aku tau segalanya, kamu itu pria jahat Vinod," marah ayah Kevin


Akhirnya Vinod pun di usir dari keluarga itu, dia tak menyangka jika keluarga itu benar-benar mendepaknya.


Vinod tak terima jika dirinya diusir dari keluarga itu. Karena baginya, hanya dia yang pantas menjadi pewaris dari kekayaan keluarga.


Bukan Kevin yang memiliki istri yang tidak bisa memberikan pewaris bagi keluarga itu, "Ayah! jika ayah mengusirku, ayah tidak akan pernah bisa melihat cucu. karena Laila adalah wanita mandul, yang tidak akan pernah bisa memiliki anak. Apa ayah tahu itu!"


Tentu saja ucapan itu membuat semua orang terkejut, terlebih Ayah Kevin dan juga ibunya.


mereka tak menyangka, gadis yang di mereka pilih, akan mendatangkan bencana bagi keluarga mereka.


"Brengsek!! jaga ucapanmu sialan!! Jangan pernah berani menghina istriku," marah Kevin mendengar ucapan Vinod.


"Kenapa? kamu marah? aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya, jadi jujurlah pada ayah, dan katakan apa yang telah kamu ketahui, wanita itu juga sudah mengatakan segalanya bukan, dan sebelum kalian menikah wanita itu sudah jujur dong, tentu dia tidak akan membohongi dirimu, atau dia tidak jujur padamu, karena yang melakukan tes itu adalah aku dan dia, bukannya kamu." kata Vinod membuat Laila sedih.


"Cukup omong kosong ini, apa yang kamu katakan berani menghina istriku, kamu hanya melakukan tes di satu rumah sakit, dan sudah menghardiknya begitu.


Jika kamu memang peduli pada calon istrimu saat itu, Seharusnya kamu mengajaknya ke rumah sakit lain, untuk memberikan opsi kedua, Apa yang harus dilakukan.


"Tutup mulutmu Kevin,"


"Kenapa kamu sekarang Marah. Aku bahkan tak mengatakan apapun, Aku mengatakan semua yang benar kenyataannya. Kenapa, aku tidak boleh marah, saat kamu menghina istriku. asal kamu tahu, dia bukannya tidak bisa memiliki anak, dia hanya menderita sedikit masalah, jika dia berobat, dia akan bisa memiliki anak, dan Aku pastikan itu akan bisa terjadi." kata Kevin.


"Kau bodoh Kevin!!"


"Hei, yang bodoh, itu bukan aku, tapi kamu, yang tidak tahu malu, berani mengaku sebagai seorang anak dari Ayahku, padahal kamu hanya anak dari selingkuhan ibumu, yang entah dia itu wanita baik atau tidak."


"Kevin!!" teriak Vinod yang menerjang Kevin dan mereka pun bertengkar hebat.


Ayah Kevin pun memisahkan mereka, Laila tak menyangka Kevin membelanya hingga seperti ini.


Ibu Kevin memeluk tubuh putranya itu agar tak saling adu jotos lagi.


"ibu mohon hentikan Kevin tolong..." mohon wanita itu.


"sudah cukup! bukti menunjukkan segalanya, sekarang Vinod keluar dari rumah ini, Jika kamu bukan putra ku, jadi kamu bisa meninggalkan rumah ini, dan cukup sampai saat ini saja, aku tak akan meminta semua yang telah kamu ambil untuk di kembalikan kepadaku." kata ayah Kevin.


Vinod pun marah dan bersiap pergi, Kevin masih di tenangkan oleh ibunya.


Tanpa terduga Vinod melemparkan sebuah vas bunga ke arah ibu dari Kevin.

__ADS_1


Laila yang melihat itu langsung memeluk ibu mertuanya itu. Dan vas itu menghantam kepala bagian belakang Laila.


Pyar ....


Vas bunga itu pecah setelah menghantam kepala Layla dan itu mengejutkan Kevin.


Sedang ibu Kevin yang mendapat pelukan mendadak pun juga kaget, hingga tiba-tiba Laila jatuh pingsan.


"Laila!" teriak Kevin yang melihat istrinya itu pingsan.


Vinod tak menyangka jika gadis bodoh itu melindungi ibu Kevin, setelah melakukan itu, Vinod lari dari rumah itu.


"Laila aku mohon bangun.." panggil Kevin yang memeluknya.


Kevin merasakan ada sedikit lengket di tangannya, kemudian dia melihatnya, ternyata bagian belakang kepala Layla sudah terluka dan berdarah.


Kevin segera menggendong istrinya itu, dan membawanya pergi ke rumah sakit, dan Ayah Kevin juga langsung meminta beberapa orang mencari Vinod,


untuk membawanya ke kantor polisi karena perbuatannya itu sudah membahayakan menantunya.


Untunglah, perjalanan tidak terlalu macet, hingga mereka sampai di rumah sakit tepat waktu.


Laila langsung mendapatkan perawatan intensif di UGD, dan dia harus melakukan sedikit jahitan di belakang kepalanya yang terluka.


setelah itu, melakukan rontgen agar memastikan tidak ada luka dalam yang terjadi di dalam.


Kevin tak menyangka, Laila rela membahayakan nyawanya, untuk menyelamatkan ibunya.


Ternyata Kevin selama ini salah dan dalam menilai Gadis itu, sekarang, perasaan bersalah pun menumpuk di dalam dada Kevin, hingga dia merasa sesak.


"Tenanglah Le, dokter sedang berusaha. kita hanya bisa berdoa. semoga Laila baik-baik saja."


"aku merasa bersalah Bu, selama ini, Laila sangat baik, tapi aku sering membuatnya menangis. aku juga bingung, kenapa aku melakukannya, apa karena aku hanya merasa, Jika dia adalah gadis yang tak punya pendirian, karena mau dijodohkan, dan menerimanya begitu saja."


"itu kesalahan ayah, seharusnya Ayah tidak berbohong padamu. sebenarnya Laila, adalah anak dari sahabat ayah, dan ayah terpaksa melakukan ini, karena dia mendapatkan sedikit tekanan di rumahnya.


bahkan saat pertama kali Ayah bertemu dengannya, dia memiliki luka memar di sekujur lengan dan tangannya. dia menutup diri dan merahasiakan segalanya sendiri." kata ayah Kevin.


"Apa Ayah, apa itu benar?" kaget Kevin.


"Apa kamu tidak tahu, luka di tubuh istrimu sendiri? bahkan Ibu saja tahu nak, sebenarnya Apakah yang kalian lakukan selama ini, kalian sudah menikah hampir sebulan," kaget ibu Kevin.


"aku belum bisa menyentuhnya Ibu, aku dan dia berjanji untuk dekat terlebih dahulu, Tapi aku tidak tahu jika dia memiliki luka di sekujur tubuhnya, apa aku ini pria yang buruk? hingga aku bisa melukai gadis sebaiknya itu ibu... Maafkan Aku ..."


"Iya, Ibu dan Ayah tidak bisa menyalahkan mu, karena kalian menikah karena perjodohan, tapi, setelah ini, tolong Kevin, jangan sampai melukainya ya, karena bagi ayah, dia adalah amanat yang dititipkan sahabat Ayah pada ayah, dan Maaf telah membuatmu menikah dengan gadis yang bukan menjadi pilihanmu."


"Iya Ayah, aku janji,"

__ADS_1


__ADS_2