
Du Zhia yang terus bertarung menjadi semakin terpacu untuk membuktikan dirinya layak mengikuti kakaknya Jingga.
Trang! Trang!
Suara logam terus beradu, dua kultivator sekte Jangkrik Xianhui mulai kewalahan menghadapi seorang gadis yang tidak kenal lelah terus menyerang keduanya.
Tekad Du Zhia membuat pertarungan menjadi imbang dan gerakannya semakin luwes memainkan pedangnya.
Seorang kultivator yang terus menangkis tebasan Du Zhia melirik kedua gadis yang duduk di depan gubuk dengan begitu santainya memperhatikan pertarungan.
"Sialan! Keduanya berhasil mengalahkan para murid inti sekte" rutuk batinnya setelah memperhatikan tidak ada lagi murid sekte di sekitarnya.
"Ada yang tidak beres, hanya kita berdua yang berada di sini" ujarnya menoleh teman di sebelahnya sambil terus menghalau serangan lawannya.
"Sebaiknya kita sudahi saja pertarungan tidak menyenangkan ini" timpal temannya yang juga memikirkan hal sama dengannya.
Keduanya lalu melemparkan bola api ke arah Du Zhia.
Boom!
Du Zhia melompat mundur menghindarinya.
"Huh! Dasar pengecut!" Umpatnya begitu kesal, ia lalu menghampiri kedua gadis yang duduk menyaksikan pertarungannya.
"Kemampuan bertarungmu semakin meningkat Zhia'er" puji Bai Niu berdiri memeluknya.
Jingga yang masih duduk terpaksa berdiri memeluk keduanya.
Du Zhia yang menghadap ke arah pintu rusak langsung mengingat kakaknya Jingga yang bisa memperbaikinya.
"Pintunya rusak, apa kita ke bale bambu meminta Kak Jingga untuk memperbaikinya?" Tanya Du Zhia kepada keduanya.
"Tidak perlu, aku bisa memperbaikinya" jawab Qianmei lalu memasuki ruang dalam gubuk mengambil pintu yang tergeletak.
Bai Niu dan Du Zhia begitu tidak percaya melihatnya, bagaimana mungkin seorang putri kerajaan yang begitu lembut mau memperbaiki pintu rusak.
Qianmei terlihat begitu mudah memasang kembali pintu di tempatnya semula.
"Beres" ucap Qianmei sambil menepuk kedua tangannya yang kotor.
Bai Niu dan Du Zhia masih saja terperangah menatap sang putri.
"Tidak boleh ya seorang putri kerajaan melakukan pekerjaan kotor?" Tanya Qianmei menyadarkan lamunan keduanya.
"He he he, boleh kok. Hanya saja kami begitu kagum kepadamu Mei'er" jawab Du Zhia mewakili Bai Niu.
Bai Niu mulai mencurigai Qianmei di depannya. Ia begitu mengenal karakter saudara perempuannya itu.
"Tidak mungkin seorang putri kerajaan terlihat begitu cekatan memperbaiki pintu rusak" gumam batinnya.
__ADS_1
"Kalian beristirahatlah, aku akan berjaga" potong Bai Niu memintanya.
Qianmei langsung duduk di pojokan, sedangkan Du Zhia seenaknya saja melepaskan gaunnya dan melangkah pergi ke arah belakang.
"Bajuku begitu kotor, aku harus membersihkan diri dulu" ucap Du Zhia tanpa melirik keduanya.
Bai Niu yang terbiasa melihat Du Zhia yang merupakan seorang gadis serampangan langsung melirik raut wajah Qianmei.
"Mei'er, kenapa wajahmu begitu merah?" Tanya Bai Niu semakin yakin siapa Qianmei di depannya.
Jingga yang begitu risau tersentak oleh pertanyaan adiknya Bai Niu.
"Ah, tidak apa-apa. Aku sedang mengingat pertarungan tadi yang begitu lucu" jawab Qianmei berbohong.
Bai Niu yang seorang wanita mengetahui gadis di depannya sedang berbohong dan meyakinkan dirinya kalau Qianmei adalah kakaknya Jingga.
"Ketahuan kau, Kakak jelek" gumam batinnya menebak gadis di depannya bukanlah Qianmei yang asli.
"Sepertinya aku harus menggodanya biar mengaku sendiri he he" imbuh batinnya terkekeh.
"Malam ini terasa panas, apa kau tidak merasa gerah Mei'er?" Tanya kembali Bai Niu mulai melancarkan aksinya. Ia langsung membuka bagian atas gaunnya dan mengipasinya dengan tangannya sambil meniupinya.
Terlihat sesuatu yang berharga miliknya yang membuat Jingga merasa kering di tenggorokannya, ia berkali-kali menelan salivanya terus menatap keindahan milik adiknya Bai Niu.
"Naninu, tutup kembali punyamu itu!" Pinta Jingga merasa tidak tahan melihatnya.
"Ha ha ha, tebakanku benar, ternyata Kakak jelek yang sedang menyamar, yakin Kakak tidak menginginkannya" kekeh Bai Niu menggodanya dengan tatapan nakal.
Bai Niu terkejut dengan apa yang dilakukan kakaknya Jingga. Mengikuti naluri, keduanya larut dalam percintaan pertama mereka.
Setelahnya, kedua insan berlainan jenis berbaring dalam keadaan polos di mana Bai Niu berada di atasnya.
"Maafkan aku, aku tidak tahan lagi melihatnya" ucap Jingga sambil mengusap lembut kepala Bai Niu yang bersandar di dadanya.
"Jangan berkata begitu, sudah aku katakan dari dulu, aku milik Kakak seutuhnya. Hari ini aku begitu bahagia. Terima kasih Kakak jelekku" timpal Bai Niu lalu memulainya lagi. Keduanya kembali larut dalam percintaan.
Sekte Jangkrik Xianhui.
Tuan muda Nianqing begitu marah kepada anak buahnya yang kembali dalam keadaan yang begitu mengenaskan. Ia langsung mengeksekusi mati belasan murid inti yang gagal menjalankan tugasnya.
"Dasar bodoh! menghadapi tiga gadis saja kalian gagal, memalukan!" Dengusnya setelah membantai murid inti yang gagal menjalankan tugas.
Tak lama kedua kultivator senior datang menghampirinya.
"Maaf Tuan muda, kami gagal membawa ketiga gadis. Dua di antaranya memiliki kesaktian tinggi" ujarnya melaporkan.
Bugh! Bugh!
Kedua kultivator terlempar keluar dari kediamannya terkena pukulan energi dari Nianqing.
__ADS_1
"Kalian berdua, bawa tujuh murid yang berada di ranah Master Perak, jangan kembali kecuali kalian berhasil membawa ketiganya" ujar Nianqing memberikan perintah.
"Baik, Tuan muda" sahut keduanya lalu berkelebat pergi.
"Sepertinya aku sendiri harus ikut menangkap ketiganya" gumamnya merasa khawatir keinginannya untuk mendapatkan ketiga gadis kembali gagal.
Jingga dan Bai Niu kembali duduk di dalam gubuk, Du Zhia dengan meracau memasuki gubuk dan terkejut melihat kedua gadis sudah dalam posisi sebelumnya.
"Kalian ke mana saja? Aku berkeliling mencari kalian, lain kali bilang kalau kalian akan keluar" geram Du Zhia sambil melingkarkan kedua tangannya di dada.
Bai Niu berdiri merangkul pundak Du Zhia.
"Maafkan kami, tadinya kami ingin mengajakmu, tetapi kau masih sibuk di kamar kecil" balas Bai Niu langsung menarik tangannya untuk duduk bersamanya.
Beberapa saat kemudian, sepuluh kultivator yang melayang di atas gubuk langsung melemparkan puluhan berkas energi.
Dhuar!
Gubuk nenek Sashuang langsung hancur seketika.
"Begitu cara kalian mengunjungi rumah kami" ucap Qianmei tanpa bisa dilihat oleh kesepuluh kultivator.
"Keluarlah kalian bertiga wanita rendahan, aku pastikan akan membuat kalian menderita setelah aku puas menikmatinya ha ha ha" timpal Nianqing begitu emosi kepada para gadis.
Ketiga gadis langsung muncul di hadapan Nianqing.
"Kenapa kau begitu marah? Bukankah tadi siang kau begitu lembut menyapa kami?" Tanya Du Zhia menatapnya dingin.
"Cuih! Karena kalian telah membuat murid sekte menjadi cacat, aku akan membalaskan yang jauh lebih kejam dari apa yang kalian lakukan" jawab Nianqing mulai mengeluarkan pedangnya.
"Tangkap ketiganya, hidup ataupun mati!" Perintah Nianqing kepada sembilan kultivator yang dibawanya.
"Baik, Tuan muda" sahut para kultivator lalu mengeluarkan senjatanya.
Alih-alih menyerang ketiganya dengan energi spiritual. Nianqing menyerang ketiga gadis dengan racun pelemah jiwa tak kasat mata kepada ketiga gadis.
Jingga yang merupakan seorang iblis tidak terpengaruh oleh racun, namun kedua adiknya langsung tidak sadarkan diri. Ia berpura-pura mengikuti kedua adiknya.
"Ha ha ha, itulah pentingnya memakai otak daripada otot" ujar Nianqing terkekeh begitu senang bisa mendapatkan ketiga gadis begitu mudah.
Nianqing langsung menghampiri Qianmei yang dipegang oleh seorang murid sekte, gadis yang terlelap itu terlihat paling cantik dari kedua gadis lainnya.
*source: Jinmo Shutyin*
"Bau-baunya seperti seorang putri kerajaan, kau akan menjadi yang pertama" ucapnya sambil membelai lembut wajah Qianmei.
Jingga yang menyamar menjadi Qianmei langsung memikirkan sebuah ide untuk mengerjainya.
__ADS_1
"Lihat saja, kau akan aku buat menderita" gumam pikir Jingga mendapatkan ide untuk mengerjai tuan muda sekte Jangkrik Xianhui.
Kesepuluh kultivator langsung melesat terbang ke arah sekte membawa ketiga gadis bersamanya.