Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Pengalaman Vs Kemampuan Mumpuni


__ADS_3


Belum juga To Li melayang kembali ke udara. Sesuatu yang buruk terjadi pada tubuhnya yang tiba-tiba mengalami keretakan. Entah teknik apa yang digunakan iblis pemburu ketika menyerangnya. To Li tidak menyadarinya.


Krak!


Retakan memanjang dari dada ke bawah. To Li begitu panik melihatnya. Ia lalu mengalirkan enerrgi iblisnya untuk merapatkan retakan yang menganga membelah tubuhnya. Sialnya, upaya perbaikan diri berjalan begitu lambat.


Bowen yang melayang di atasnya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas untuk menghancurkan si iblis hitam yang berusaha menyembuhkan kerusakan di tubuhnya itu. Ia lalu membuat pola rumit di jarinya dan muncul sebuah cahaya merah berbentuk cakram yang terus membesar di depannya.


"Matilah kau, Iblis buruk!" ucap Bowen lalu melemparkan cakram energi ke bawahnya.


Wuzz!


Sebuah cakram besar melaju cepat dengan melengkung ke arah To Li yang sekilas melihatnya. Akan tetapi, kondisi tubuhnya yang rusak tidak memungkinkan dirinya untuk menghindar.


Sret!


Bruk!


Sepotong kepala jatuh menggelinding di tanah pada lubang kawah tempat sang iblis hitam berdiri, dan pada akhirnya, To Li pun mati seketika.


"Ha-ha-ha!" tawa keras terdengar di langit Xingchang.


Bowen berhasil membunuhnya. Ia langsung melirik tajam ke arah Jingga yang terdiam melihat kematian seorang iblis pengikutnya. Cakram energi yang kembali melayang di depan Bowen langsung ia lemparkan ke arah Jingga.


Wuzz!


Akan tetapi, cakram energi tertahan satu langkah di depan Jingga yang memperhatikannya dengan serius. Terlihat olehnya, cakram energi berputar cepat seperti roda dengan memancarkan aura kematian yang begitu pekat.


"Ini keren," kata Jingga lalu mengibaskan tangan membalikkannya kepada si pemiliknya.


Wuzz!


Dhuar!


Bowen menghancurkannya. Ia tidak menduga senjata mematikan miliknya bisa berhenti sebelum mengenai tubuh targetnya.


"Ba-bagaimana mungkin senjataku gagal mengenainya?" keluhnya.


Ia lalu melesak cepat menyerang pemuda yang menyeringai menatapnya.


"Jianhuimie Yuzhou"


Jingga memanggil pedangnya lalu memutarnya cepat seperti kipas angin yang berputar membentuk sebuah tameng bundar.

__ADS_1


Bowen yang melaju cepat tak memiliki kesempatan untuk menghentikannya.


Boom!


Hantaman keras tubuh Bowen yang beradu dengan putaran pedang Jianhuimie Yuzhou menciptakan ledakan besar di area Xingchang. Semua iblis yang berada di dekat Jingga langsung berhamburan menjauhinya.


Bowen sendiri terpelanting jauh dengan tubuh yang sebagiannya hancur. Namun ia masih bertahan hidup dan kembali bangkit berdiri.


Belum sempurna Bowen berdiri. Jingga berkelebat cepat dan menghunuskan ujung pedangnya ke punggung Bowen hingga menembus ke tanah.


Sret!


"Ah!" ringis kesakitan sang iblis pemburu merasakannya.


(Jerat Penghisap Jiwa)


Jingga menarik paksa jiwa iblis pemburu dan langsung memakannya, lalu ia menarik kembali pedangnya dan membiarkan tubuh Bowen melebur dengan sendirinya. Ia pun kembali ke tempatnya dan meminta yang lainnya untuk kembali ke barisannya.


Sementara di udara, pertarungan antara Bobeng dan To Tao berjalan semakin sengit. Ledakan dari peraduan energi iblis keduanya saling bersahutan terdengar nyaring.


Langit gelap alam iblis di atas Xingchang menjadi terang benderang dari silau cahaya energi iblis yang tak henti-hentinya membakar langit.


Bobeng menggunakan kedua cakarnya yang sekeras logam terus beradu dengan pedang besar bercahaya hitam milik To Tao yang membuat percikan api besar disetiap benturannya.


"Menyerahlah, Iblis hitam. Kau tak akan pernah bisa mengalahkan seorang iblis pemburu," ucap Bobeng memprovokasinya.


Dhuar! Dhuar! Dhuar!


Keduanya terus silih berganti membalas tebasan dan cakaran, bahkan sesekali keduanya beradu pukulan dan tendangan dengan keras.


Pertarungan keduanya masih berjalan seimbang, tidak ada satu pun di antara keduanya yang berhasil mendominasi.


Bobeng yang memiliki segudang pengalaman dalam setiap misinya sebagai iblis pemburu masih belum berhasil menemukan celah kelemahan dari teknik bertarung si iblis hitam bermata besar. Begitu pun dengan To Tao yang selama hidupnya hanya mengenal pertarungan masih belum bisa membuat lawannya tersudut oleh teknik bertarung yang terus berubah-ubah digencarkan olehnya.


Seiring berjalannya waktu, keseimbangan pertarungan keduanya belum juga menunjukkan puncaknya. Meskipun keduanya terus mempercepat intensitas serangan.


Para iblis yang menyaksikannya tidak henti-hentinya dibuat tertegun dalam kekaguman.


"Yang Mulia Tampan. Menurutmu, siapa yang akan memenangkan pertarungan?" tanya Ratu Xin Li Wei begitu penasaran pada penilaian pemuda yang disukainya.


Jingga menolehnya dengan tersenyum simpul, lalu menjawabnya,


"Sebenarnya siapa pun bisa memenangkannya, andai saja salah satu dari keduanya mau berpikir cermat,"


Ratu Xin Li Wei menyipitkan matanya mencoba memahami maksud yang dikatakan oleh Jingga. Ia penasaran pada lanjutan kata-kata yang masih tertahan dari bibir pemuda yang kembali mengalihkan wajah ke arah pertarungan.

__ADS_1


"Patriark klan Linghun Lieshou mampu bertahan karena memiliki pengalaman dalam pertarungan, namun ia tidak pernah meningkatkan kemampuannya. Hal itu menjadi kelemahannya. Sementara si Iblis hitam yang memiliki banyak teknik bertarung tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk mempelajari gaya bertarung yang ditunjukkan oleh sang Patriark." Imbuh Jingga menjabarkannya.


Ratu Xin Li Wei menganggukinya. Ia mulai paham pada pengamatan yang masuk akal dari Jingga.


"Hem, jadi kemenangan akan ditentukan pada siapa yang pertama kali menyadarinya," gumam batin sang Ratu memahaminya.


"Betul. Seperti yang kau renungkan." Sosor Jingga yang bisa mendengar gumam batin sang Ratu.


Ratu Xin Li Wei tersentak mendengar ucapan Jingga yang mengomentari gumam batinnya.


"Sialan! Aku tidak bisa menyembunyikan apa pun darinya." Keluh sang Ratu lalu mendongakkan kepala melanjutkan tontonannya.


Jingga cengengesan mendengar keluhan wanita iblis di sampingnya.


Kembali ke pertarungan di atas. To Tao mulai menunjukkan sisi lemahnya, kegencarannya dalam pola serangan yang ia tunjukkan terlihat sangat terburu-buru. Kini pertarungan mulai menunjukkan siapa yang berhasil mendominasi.


Bobeng terus dipaksa untuk terus mundur dari posisinya. Namun raut wajahnya menunjukkan hal sebaliknya. Sayang, To Tao tidak menyadarinya. Ia terlena akan keberhasilan upayanya dalam menyudutkan lawannya.


Para iblis kembali bersorak melihatnya. Di antara para iblis yang bersorak. Hanya dua iblis saja yang masih serius mengamati pertarungan. Keduanya adalah Jingga dan Jenderal Jieru.


"Pengalaman memang guru terbaik dalam hidup," celoteh Jingga dalam penilaiannya.


Jenderal Jieru pun memiliki penilaian pribadi akan pertarungan sengit di atasnya. Namun penilaiannya terbalik dengan Jingga. Ia memiliki anggapan bahwa iblis hitam yang akan memenangkan pertarungan berdasarkan teknik bertarung yang timpang di antara kedua iblis yang sedang bertarung.


****


To Tao menyeringai dingin akan aksinya yang semakin mendominasi pertarungan. Ayunan pedangnya semakin cepat ia layangkan.


Trang! Trang! Trang!


Benturan bilah pedang yang dilayangkan oleh To Tao membuat kedua tangan Bobeng semakin bergetar keras. To Tao yang melihatnya semakin bersemangat untuk terus melayangkan tebasannya dengan sangat cepat.


"Dasar bocah bodoh! Kau masih belum sadar pada perangkapku," gumam pikir Bobeng begitu senang pada upayanya yang berhasil.


Wuzz!


Tiba-tiba saja Bobeng menghilang dari posisinya.


Tebasan To Tao langsung berhenti seketika. Ia mulai merasa cemas karena tidak menyadari siasat lawannya.


"Sialan! Aku tertipu olehnya," kesalnya.


To Tao lalu mengedarkan pandangannya. Namun ia merasa heran pada posisinya berdiri melayang. Ia tidak merasakan keberadaan lawannya.


"Bajingan tua!" Geramnya begitu murka.

__ADS_1


Beberapa waktu sebelumnya. Bobeng yang menyadari kemampuan bertarungnya tidak sebaik lawannya mulai berpikir untuk menyiasatinya. Ia diam-diam membuat ruang ilusi tak kasat mata melalui pikirannya untuk menjerat sang lawan masuk ke dalamnya dan memanipulasi dirinya.


__ADS_2