
Kedua tetua klan Xuenong langsung melesat terbang menyerangnya.
Siu!
Trang! Trang!
Percikan api yang tercipta dari benturan logam keenam belati menghiasi langit di atas kota Kematian.
Tampak suasana kota Kematian seperti sedang merayakan sebuah festival perayaan. Beberapa penduduk kota mengintip dari jendela kediaman masing-masing memperhatikan pertarungan yang terjadi di atasnya.
Jingga begitu bersemangat menghadapi dua tetua yang begitu lihai memainkan belatinya. Namun Jingga sedikit kesulitan karena tidak terbiasa memainkan belati yang begitu pendek bilah logamnya.
Sret! Sret!
Kedua tetua dengan mudah menebas kulit tubuh Jingga, akan tetapi tidak ada goresan sama sekali di tubuh pemuda yang berusaha mengimbangi permainan belati keduanya.
"Ha ha, percuma kalian menebaskannya, aku tidak merasa sakit sama sekali" ledek Jingga.
Kedua tetua tidak mempedulikan ucapan pemuda yang hanya bisa menangkis belati keduanya.
Jingga sedikit merasa heran melihat respons keduanya, ia lalu mengalirkan api semestanya ke dalam kedua bilah belati yang digenggam tangannya.
Trang! Trang!
Empat belati dari kedua tetua langsung patah.
"Hiaat!" Pekik Jingga menendang perut kedua tetua yang langsung terlempar jauh.
Kedua tetua melesat kembali menyerangnya, Jingga membelalakkan kedua bola matanya melihat belati yang kembali utuh setelah dipatahkannya dengan bantuan api semesta.
"Ini aneh" gumam Jingga mulai menyadari ada sesuatu yang janggal.
"Chuanguo Yinying"
Dengan tekniknya, Jingga langsung menebas leher kedua tetua iblis dalam satu serangan cepat.
Sret!
Dua kepala tetua langsung terlepas dan meluncur jatuh, namun tubuh kedua tetua masih berdiri tegak melayang di depannya.
Tak lama kemudian, kedua kepala tetua tumbuh lagi seperti semula, kedua tetua menyeringai menatapnya.
Yakin ada sesuatu yang janggal, Jingga lalu memancarkan aura iblisnya menekan dinding ilusi yang mungkin membelenggunya, namun tidak ada reaksi apa pun.
Jingga melayang mundur menjauhi kedua tetua yang masih berdiri diam dengan raut wajah yang mengejeknya. Ia lalu memindai sekelilingnya, tidak ada sama sekali lapisan dinding ilusi di sekitarnya.
"Sialan! Apa yang sebenarnya mereka lakukan?" Gumam pikirnya merasa sulit mengetahui muslihat kedua iblis.
Siu!
Dhuar!
Jingga terlempar jauh terkena serangan energi dari kedua iblis.
"Huh! Sialan, kecepatan serangannya tidak bisa diprediksi" dengus Jingga lalu menukar kedua belati dengan pedangnya.
__ADS_1
Ia memutar pedangnya menghalau serangan energi yang ditembakkan kedua tetua kepadanya.
Tidak hanya satu arah, sekarang serangan energi muncul dari seluruh arah, bahkan serangan berasal dari atas dan bawah tubuhnya.
Jingga memutar pedangnya tiga ratus enam puluh derajat dan membentuk perisai di atas dan bawah tubuhnya.
Ia terlihat seperti sebuah telur yang berputar cepat, tanpa kenal lelah, Jingga terus menghadang setiap lesatan energi yang menyerangnya.
Ketiga tetua semakin senang melihat pemuda yang terjebak dalam sihir yang diciptakan ketiganya, yaitu sihir Shufu Cuojue yang merupakan sihir terkuat di alam iblis yang hanya dimiliki oleh klan Xuenong.
"Paman tua, sampai kapan pemuda itu akan bertahan di dalamnya?" Tanya Xinho begitu tidak sabar untuk membunuhnya.
"Tunggu saja, pemuda itu belum mengerahkan semua kemampuannya" jawab tetua Xinhaocun tampak tenang memperhatikannya.
"Kakak, apakah pedang yang digunakannya adalah Jianhuimie Yuzhou milik Yang Mulia Agung?" Tanya tetua Xinfei.
"Ha ha, bukan. Mungkin itu hanya replikanya saja. Jianhuimie Yuzhou dimiliki oleh Yang Mulia Ratu, aku melihatnya sendiri di gunung tempo lalu" jawab tetua Xinhaocun meyakini.
"Walaupun hanya replika, aku ingin memilikinya" timpal tetua Xinfei sangat tertarik.
Jingga masih terus menghadang lesatan energi yang semakin lama semakin kuat dan cepat seiring dirinya yang semakin meningkatkan kemampuannya.
"Brengsek! Kalau begini terus, aku akan sia-sia saja menghadangnya" rutuk Jingga mulai menyadari pola kerja energi yang menyerangnya.
Ia lalu memperlambat gerakannya, walaupun lesatan energi terus mengenai dirinya.
Dhuar! Dhuar!
Ledakan terus bersahutan mengenai tubuhnya, Jingga tidak mempermasalahkannya. Baju pemberian istrinya mampu meredam kobaran api yang terus membakarnya.
"Paman tua, lihatlah! Pemuda itu membiarkan dirinya terhantam lesatan energi, apakah dia sudah kehabisan energi menghadangnya?" Ucap Xinho.
"Tidak, dia menyadarinya" jawab tetua Xinhaocun menyipitkan mata melihatnya.
"Kak, apa kita harus mencoba menggunakan kemampuannya?" Sambung tetua Xinfei meminta untuk menjalankan rencana lanjutan.
Tetua Xinhaocun tampak bimbang, ia khawatir Jingga akan mengeluarkan kemampuan lainnya yang belum ia lihat.
Sihir Shufu Cuojue yang diciptakan ketiganya adalah perangkap untuk membuat lawan mengeluarkan semua kemampuannya dan mengambil alih kemampuannya untuk menyerang balik lawannya dengan tingkat lebih tinggi. Walaupun terdengar sangat mengagumkan, namun sihir Shufu Cuojue memiliki kelemahan yaitu hanya bisa menggunakan jurus lawannya sekali saja.
"Tidak ada pilihan lain, panjangkan bilah belati. Kita akan menyerangnya dengan cepat" ujar tetua Xinhaocun lalu menggerakan jari pada pegangan belati yang langsung berubah menjadi pedang.
Ia kemudian menyatukan kedua pegangan belati yang langsung terlihat menyerupai pedang yang digunakan oleh Jingga.
Tetua Xinfei langsung mengikutinya, sedangkan Xinho menukar pedangnya dengan dua belati lalu mengikuti kedua tetua.
Wuzz!
Ketiganya melesat cepat menyerang Jingga yang masih diam melayang memikirkan belenggu yang tidak bisa dirasakannya.
"Chuanguo Yinying" ucap ketiganya serentak menggunakan teknik bertarung Jingga.
Boom!
Ledakan keras terdengar ketika ketiga tetua menebaskan pedangnya dengan teknik Chuanguo Yinying.
__ADS_1
"Aah!" Pekik teriakan Jingga merasakan hantaman energi pedang yang sangat menyakitkan dirinya.
Tampak pakaiannya langsung sobek dibanyak bagian tubuhnya, namun kulitnya tidak mengalami luka karena terlindungi oleh api semesta.
Jingga begitu murka, matanya yang merah berubah menjadi hitam pekat dengan kobaran api hitam yang menyala di dalamnya.
"Tarian pedang Asura"
Jingga melesat mengayunkan pedangnya menebas tubuh ketiga tetua, mendapat serangan dari Jingga. Ketiga tetua langsung menghadangnya dengan teknik berputar meniru gerakan Jingga yang menghadang serangan energi.
Hal itu membuat ketiganya berhasil menahan tebasan yang mengarah kepada ketiganya.
Jingga semakin intens menebaskan pedangnya, tanpa peduli apa yang dilakukan ketiga tetua yang meniru gerakannya.
Dhuar! Dhuar! Dhuar!
Ledakan-ledakan keras saling bersahutan di udara, Jingga terus menebaskan pedangnya yang beradu dengan pedang ketiga tetua yang begitu cepat menangkisnya.
"Shashou Shouzi"
Jianhuimie Yuzhou terbelah dua lalu bersatu dengan kedua tangan Jingga membentuk satu kesatuan.
Jingga mengalirkan api kematiannya ke dalam bilah pedang yang langsung berubah warna menjadi hitam keperakan.
Trang!
Dhuar!
Tiga tetua iblis terpental dengan pedang yang hancur terkena tebasan dari Jianhuimie Yuzhou.
"Chuanguo Yinying"
Jingga melesat cepat menebaskan kedua pedangnya ke arah tubuh ketiga iblis yang belum sempurna memposisikan diri.
"Aah!" Jerit ketiganya melihat tubuhnya yang terpotong menjadi beberapa bagian.
Wuzz!
Jingga langsung menembakkan api semesta meleburkan potongan tubuh ketiga tetua klan Xuenong.
"Jerat Penghisap Jiwa"
Jingga menjulurkan kedua tangannya dalam posisi kedua telunjuknya mengarah pada ketiga tetua.
Siu!
Energi tak kasat mata keluar dari ujung jarinya, Jingga langsung menarik paksa jiwa ketiga tetua.
"Aah!" Jerit ketiga tetua dengan bola mata yang nampak akan keluar merasakan sakit yang sangat ekstrem.
Ketiga tetua meronta dengan melepaskan aura iblis menekannya, namun usaha ketiganya tidak berguna. Jingga berhasil menghisap jiwa ketiga tetua klan Xuenong.
Boom! Pancaran aura iblis Jingga keluar dengan keras, inilah pertama kalinya Jingga berhasil menerobos ranah selanjutnya.
Sekarang Jingga berada di ranah Supreme Emperor Platinum.
__ADS_1