Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Tubuh Logam Jirex


__ADS_3

Sampai juga Jingga di kediaman keluarga Linghun Lieshou, ia mendarat tepat di kamar Feichang, namun Jingga tidak melihat keberadaan Feichang di dalamnya.


Jingga memindainya ke beberapa blok kediaman keluarga Linghun Lieshou. Terlihat Feichang sedang dimarahi oleh keluarganya.


"Kasihan!" Gumam Jingga yang memperhatikannya dari kamar Feichang"


Tak puas hanya melihatnya, Ia langsung menajamkan pendengarannya ingin mendengar apa yang sedang diributkan oleh keluarga Feichang.


Jingga yang mengupingnya hanya tersenyum kecut mendengarnya, Feichang dimarahi perihal perubahan tubuhnya. Setelah mengetahuinya, Jingga kembali menenggak araknya dengan santai di dipan kamar Feichang.


Tak berapa lama terdengar langkah kaki menghampiri kamar, Jingga yang mengetahui kedatangannya langsung berpura-pura tertidur.


Krak!


Pintu terbuka dengan paksa ditendang oleh Feichang yang sedang kesal suasana hatinya setelah dimarahi oleh keluarganya. Namun kemarahannya mereda seketika saat ia melihat pemuda yang dicarinya.


"Pria imut, sejak kapan kau ada di kamarku? Bangunlah! Aku tahu kau tidak tidur" ucap Feichan langsung mencubit hidung Jingga.


Jingga terbangun dengan wajah malasnya memperhatikan raut wajah Feichang yang menyembunyikan kekesalannya.


"Pria imut, tahukah kau pasar iblis telah habis terbakar. Keluargaku mendapat tugas memburu pelakunya" imbuh Feichang memberitahunya.


"Aku kira kau akan membicarakan tubuh barumu" balas Jingga.


"Hem, aku habis dimarahi keluargaku karena pergantian tubuh. Ini membuat aku harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan tugas sebagai bagian dari keluarga Linghun Lieshou" timpal Feichang terlihat sedih.


"Kau kemana saja selama ini? Aku terus mencarimu" imbuh Feichang menanyakannya.


"Aku bersembunyi sampai kau pergi, setelahnya aku langsung membakar pasar iblis" jawab Jingga dengan santai.


Feichang langsung menatapnya dengan lekat, ia memang sudah mencurigainya sejak menghilang dari dalam pasar.


"Pria imut, pergilah! Aku tidak ingin melihatmu mati di depanku" balas Feichang mengusirnya.


"Ha ha ha, baiklah. Selamat tinggal" ucap Jingga langsung menghilang.


Tak lama ia kembali lagi dengan menggaruk kepalanya.


"Chang'er, arah mana benua hitam Heibiantan?" Tanya Jingga.


"Arah belakangmu, kalau kau mau aku bisa membawamu ke portal dimensi untuk sampai di sana" jawab Feichang.


"Tidak perlu, terima kasih" balas Jingga langsung menghilang kembali.


Feichang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut melihat pemuda yang pernah dijadikannya mainan.


Di udara, Jingga terbang dengan pelan ke arah benua hitam Heibiantan sambil terus memperhatikan area di bawahnya.


Istana Iblis.


Jenderal Jieru memaparkan laporan tentang musnahnya ribuan iblis dan terbakarnya kota iblis kepada ratu Emonuwang.


"Aku masih tidak percaya dengan pemuda yang kau sebut memiliki kemampuan seperti Yang Mulia Agung, atau jangan-jangan itu adalah dirinya. Tapi kenapa dia tidak menemuiku di istana? Apakah dia membenciku karena menjadikan bawahannya sebagai raja iblis menggantikan dirinya?" Ujar sang ratu menanggapi laporan jenderalnya sambil terus menerkanya.


"Hamba masih belum mengetahuinya, apakah hamba harus menyelidikinya Yang Mulia?" Balas Jenderal Jieru menunggu perintah.


"Tidak perlu, kau fokus saja di alam fana. Salah satu portal dimensi kita telah dihancurkan oleh para dewa di benua Matahari, hancurkanlah beberapa gunung di alam fana, aku yakin salah satunya adalah jalur menuju alam dewa" ujar sang ratu memberikan perintah untuk membalas perbuatan para dewa.

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia. Hamba laksanakan" balas jenderal Jieru lalu menghilang dari istana iblis.


Jingga yang telah menempuh cukup jauh memutuskan untuk mendarat di sebuah perbukitan tandus di bawahnya lalu melangkahkan kaki berjalan pelan menuju sebuah gua yang cukup lebar pintu masuknya.


"Hem! Banyak iblis di dalamnya" gumam Jingga begitu senang bisa menemukan keberadaan iblis.


"Permisi! Paket!" Panggil Jingga dari luar.


Brugbrugbrug!


Gemuruh suara langkah kaki terdengar semakin kencang dari arah dalam.


"Aum!" Raung suara iblis biru berwujud harimau dengan dua taring panjang keluar dari mulutnya.


Jingga menyipitkan matanya memperhatikan iblis dengan tubuh harimau yang begitu aneh, bagian kepala terdapat dua tanduk yang melingkar ke dalam dan di atas mulutnya tumbuh kumis yang panjang seperti seorang kakek. Di bagian kaki hanya memiliki satu kuku panjang terlihat seperti ujung tombak.


"Kalian harimau atau kambing?" Tanya Jingga begitu heran melihatnya.


"Jangan-jangan nenek moyang kalian selingkuh dengan kambing. Ha ha ha" kekeh Jingga menebaknya.


Dua ekor beast harimau iblis langsung melompat menerjang Jingga yang masih terkekeh.


Dengan sigap Jingga menangkap tanduk keduanya lalu melemparkannya ke beast harimau iblis di depannya.


Bugh! Bugh!


"Grrr!"


Dari dalam keluar beberapa beast harimau iblis dengan mulutnya yang menganga menunjukkan kedua taring tajam.


"Jirex!" Panggil Jingga.


"Baik Kakak" sahut Jirex langsung keluar dari alam jiwa.


"Bersenang-senanglah" pinta Jingga langsung melayang rendah di udara.


Jirex langsung berubah ke wujud aslinya yang membuat puluhan harimau iblis meraung-raung dengan keras.


Jirex membalasnya dengan deraman lalu melesat menggigit seekor beast harimau iblis.


Krak krak krak!


Suara tulang remuk dari kepala harimau iblis terdengar memilukan.


Berbeda dengan beast alam fana yang langsung hancur digigit Jirex, kulit harimau iblis begitu alot seperti karet, namun tulangnya berhasil diremukkan.


Beberapa harimau iblis langsung memutarinya membentuk formasi serangan.


Jirex terus berderam menargetkan seekor harimau iblis di depannya, ia ikut memutar langkahnya mengunci pergerakan harimau iblis yang tubuhnya paling besar.


Tak lama ia langsung berkelebat menyerangnya, harimau iblis yang tahu menjadi incaran langsung melompat tinggi ke udara. Beberapa harimau iblis lainnya menerkam tubuh Jirex. Dua taring panjang tampak menembus kulit Jirex.


Sreet!


Suara tulang Jirex terkena taring dari beberapa harimau iblis yang menggigitnya dari kedua sisi tubuhnya.


Tubuh Jirex ditarik paksa oleh harimau iblis yang mengaitkan taringnya.

__ADS_1


Jirex meronta-ronta untuk melepaskan diri dari taring harimau iblis. Ia berlari menabrakan tubuh harimau iblis ke tebing bukit dengan keras lalu menyeretnya.


Bugh!


Bagian tubuh harimau iblis tampak terpapas, pekikan keras terdengar dari beberapa harimau iblis yang tubuhnya terpapas di tebing.


Jirex terus berusaha menggigit harimau iblis di samping tubuhnya namun ia begitu kesulitan untuk menjangkaunya.


"Apa aku harus membantunya?" Guman pikir Jingga merasa heran dengan gadis monsternya yang pertama kali mengalami kesulitan dalam bertarung.


"Tidak! Aku percaya pada kemampuan Jirex" imbuhnya.


Jingga masih mengikuti pertarungan Jirex yang terus bergulat berusaha melepaskan diri dari taring harimau iblis yang begitu alot menancapkan taringnya.


Jirex menengadah ke langit menderam keras ke udara, ia seakan bersiap untuk mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya.


Jirex menghentakkan kedua kakinya ke tanah, ia membentuk lubang yang cukup untuk membenamkan kedua kakinya. Setelah cukup dalam, Jirex langsung membenamkannya.


Bola matanya berubah menjadi hitam pekat dengan tatapan yang begitu marah merasakan sakit di tubuhnya.


Beberapa harimau datang menghampirinya lalu menancapkan taring mengikuti kawanannya. Sekarang di sekeliling tubuh Jirex tertancap taring dari belasan harimau iblis. Beberapa harimau iblis dari kejauhan langsung melompat menancapkan taring di leher Jirex.


Jingga tampak emosi melihat gadis monsternya dikerumuni harimau iblis yang menancapkan taring hampir diseluruh tubuh Jirex.


"Jirex, kenapa kau diam?" Tanya Jingga mulai cemas melihatnya.


Jirex mengacuhkan pertanyaan Jingga, ia lalu menutup kedua matanya dalam diam membiarkan tubuhnya terus terkoyak oleh belasan harimau iblis.


Tak lama kemudian matanya kembali terbuka, kulit tubuhnya bertransformasi menjadi logam hitam yang terus menyeruak dari kulitnya.


Sreet!


Trank! Trank!


Taring-taring dari belasan harimau iblis langsung terpotong masuk ke dalam tubuh Jirex.


Boom!


Dhuar! Dhuar!


Belasan harimau iblis terlempar jauh bergulingan di tanah. Jirex berkelebat memakan semuanya dengan cepat tanpa menunggu belasan harimau iblis kembali bangkit.


Beberapa harimau iblis lainnya mulai bersiap untuk melarikan diri, namun Jirex tidak membiarkan mangsanya kabur.


Wuzz!


Jirex menggigit leher harimau iblis satu persatu dengan begitu cepat.


Setelahnya ia langsung mengunyah tubuh harimau iblis tanpa kepala dengan begitu rakus. Tak lama kemudian ia kembali menderam keras sambil menengadahkan kepalanya.


Jingga langsung menghampirinya dan begitu takjub melihat perubahan tubuh Jirex.


Trang! Trang!


Jingga mengetuk-ngetuk kulit Jirex yang sepenuhnya menjadi logam.


"Kau terlihat sangat keren dengan tubuh barumu" puji Jingga lalu mengusap kepala Jirex dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2