Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Mengawali Perang


__ADS_3

Iblis tua langsung kembali masuk setelah menerima bayaran sesuai yang dimintanya, tak lama kemudian ia kembali keluar dengan membawa tubuh seorang gadis cantik.


Jingga menyipitkan matanya melihat tubuh polos gadis cantik yang terbaring di hadapannya.


"Berasal dari mana ini gadis? Aku tidak pernah melihatnya" tanya pikir Jingga sambil terus memperhatikannya.


"Apa mau dimulai prosesnya?" Tanya iblis tua tidak ingin menunggu lama.


Feichang yang memperhatikan tubuh si gadis langsung mengangguk merasa cocok dengan dirinya.


Melihat Feichang menyetujuinya, Iblis tua langsung merapalkan mantra dan menggerakkan sepuluh jari tangannya membuat pola untuk menarik jiwa iblis Feichang.


"Ah!" Jerit kesakitan Feichang merasakan jiwanya ditarik dengan paksa oleh iblis tua yang langsung memasukkannya ke dalam tubuh si gadis.


Setelah berhasil memasukkan jiwa iblis Feichang, iblis tua langsung berbalik memasuki ruangannya, tak lama ia kembali dengan membawa seember darah lalu mengguyur tubuh gadis di pembaringan.


Beberapa saat kemudian, kedua mata si gadis terbuka lalu beranjak duduk sambil terus memperhatikan semua bagian tubuhnya.


"Ha ha, aku berhasil. Terima kasih, Paman" ucap Feichang begitu senang dengan tubuh barunya.


Namun pemuda di depannya tidak merasa senang karena harus melihat tubuh polosnya.


"Pria imut, kau kenapa begitu tidak senang melihatku?" Tanya Feichang menatapnya heran.


Jingga tidak menjawabnya, ia langsung keluar dari toko iblis tua meninggalkannya.


"Pemuda itu tidak nyaman melihatmu yang polos" ujar iblis tua memberitahu Feichang.


Feichang mengangguk kemudian menggunakan sihirnya langsung menutupi tubuhnya dengan gaun, setelahnya ia langsung keluar toko menyusul Jingga.


"Kemana perginya pria imut?" Gumamnya bertanya.


Feichang melayang terbang memperhatikan keramaian pasar mencari Jingga, namun ia tidak menemukan keberadaannya. Feichang memutuskan untuk keluar pasar melanjutkan pencariannya.


Setelah melihat Feichang keluar pasar, Jingga yang sedang berkamuflase langsung menampakkan dirinya.


"Jianhuimie Yuzhou"


"Tarian pedang Asura"


Jingga mengalirkan api semesta ke bilah pedangnya lalu berkelebat membantai semua iblis di dalam pasar. Para iblis yang tidak menduga akan terjadi serangan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawannya.


Hanya beberapa tarikan napas, Jingga berhasil membantai semuanya. Ia lalu berkelebat memasuki kembali area yang terpisah.


"Sial! Mereka sudah pergi" gumam Jingga tidak melihat keberadaan iblis di dalamnya.


Jingga langsung menghampiri para manusia yang terbelenggu di dalam jeruji besi, kembali ia dibuat kesal. Semua orang di dalam jeruji hanyalah boneka tubuh manusia yang dihidupkan oleh sihir para iblis.


Jingga membakar semuanya lalu melayang terbang dan melemparkan api semesta merobohkan bangunan pasar.

__ADS_1


Baru saja Jingga berbalik, dari arah depannya terlihat ratusan iblis dari berbagai jenis menghampirinya dan terus bertambah kelipatannya hingga memenuhi udara di sekelilingnya.


Jingga menyeringai melihatnya, ia memancarkan aura iblisnya menekan ribuan iblis yang terus mendekatinya, tampak ribuan iblis melayang mundur beberapa langkah.


Beberapa iblis yang memiliki tingkatan tinggi kultivasinya merangsek ke depan melawan aura menekan yang dipancarkan oleh Jingga.


"Ha ha, ada juga yang bisa melawan auraku, sepertinya aku tidak perlu menekan tingkatanku di sini" gumam Jingga lalu melepaskan aura iblis yang sesungguhnya.


Ribuan iblis langsung terlempar terkena gelombang aura iblis yang dikeluarkan oleh Jingga.


Beberapa iblis hitam begitu terkejut merasakan intimidasi dari aura yang begitu kuat menekannya.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa iblis muda sepertinya melebihi tingkatan kita, dari klan mana iblis muda itu berasal?" Tanya seorang iblis hitam tampak sulit mempercayainya.


Jingga tersenyum menatapnya, ia lalu mengeluarkan Jianhuimie Yuzhou dari keningnya.


Tampak ribuan iblis begitu gemetar melihatnya, mereka semua mengetahui pedang yang digenggam oleh Jingga adalah pedang raja agung Yuangu Mowang.


"Aku senang melihat kalian terkejut" ucap Jingga lalu memutar pedangnya menciptakan gumpalan angin.


Siu!


Wuzz!


Dhuar! Dhuar!


"Tarian pedang Asura"


Trang! Trang!


Percikan api tercipta dari peraduan pedang dengan perisai iblis.


Dhuar! Dhuar!


Beberapa iblis berhasil menahannya dan lebih banyak iblis lainnya yang langsung meledak terkena tebasan Jingga, beberapa saat kemudian, iblis yang meledak kembali utuh ke bentuk semula.


Jingga sengaja melakukannya untuk mendengarkan ledakan tubuh yang saling bersahutan seperti ledakan kembang api. Ia terus melesat menebaskan pedangnya ke arah para iblis.


Semakin lama, para iblis mulai membaca alur serangannya, pertarungan pun kini terbalik. Kali ini ribuan iblis berhasil mendominasi pertarungan, berkali-kali Jingga harus terlempar jauh terkena ribuan energi api yang tanpa henti ditembakkan oleh para iblis.


Kecepatan Jingga bahkan bisa disamai oleh para iblis yang terus melesat menyerangnya.


Jingga seperti bola api yang terus berpindah dari titik satu ke titik yang lainnya, namun semua tebasan pedangnya tidak lagi bisa mengenai tubuh iblis yang terus menghidarinya.


Jingga merubah polanya dalam menyerang para iblis, ia melakukan serangan berputar dengan cepat. Para iblis tidak kalah pintar dengan Jingga, mereka membentuk lapisan perisai untuk menahan serangan Jingga.


Trang! Trang!


Benturan pedangnya memercikkan api di setiap kali menyentuh perisai berlapis dari para iblis.

__ADS_1


Fokusnya pada serangan membuat Jingga melupakan pertahanannya. Ribuan berkas energi api terus menghantam tubuhnya dari semua sisi.


Jingga tampak terbelenggu oleh ribuan iblis yang mengelilinginya dengan berputar terbalik dari putaran serangannya.


Dhuar!


Jingga terlempar terkena energi yang mengenai punggungnya, baru beberapa saat Jingga kembali tegak, ribuan energi api melesat dari semua mata angin, bahkan dari atas dan bawahnya melesat cepat mengenainya.


Boom!


Ledakan besar menciptakan lautan api di udara, Jingga masih berdiri di tengah api besar dengan menopang pada pedangnya.


"Kurang ajar! Aku tidak bisa dikalahkan mereka" geramnya.


Kedua pupil mata Jingga yang tadinya merah menyala berubah menjadi hitam pekat dengan bara api hitam berputar di dalamnya.


"Shashou Shouzi"


Kedua logam pedang terpisah dari pegangan lalu menempel dengan presisi di kedua tangan Jingga, inilah pertama kalinya Jingga menggunakan kemampuan Yuangu Mowang dalam menggunakan pedangnya.


Tak hanya itu saja, Jingga lalu memadukannya dengan sebuah teknik bertarung yang diwariskan oleh Yuangu Mowang yaitu 'Chuanguo Yinying' sebuah teknik bertarung untuk membantai ribuan musuh yang memiliki kecepatan tinggi.


Setelah api mengecil terbawa angin, ribuan iblis bersiap menyerangnya, namun mereka menahannya karena kembali terkejut melihat kedua logam pedang yang bersatu dengan lengan Jingga. Mengingatkan mereka pada sosok yang sangat dihormati oleh bangsa iblis.


"Ini mustahil, apakah pemuda itu Yang Mulia Agung?" Ucap seorang iblis begitu terperangah melihatnya.


Beberapa iblis yang mendengarnya kembali merinding, namun keterkejutan mereka terlambat. Jingga sudah melesat tanpa bisa dirasakan oleh ribuan iblis yang langsung meledak membakar langit.


Boom!


Hanya satu ledakan keras yang terdengar, namun ledakan itu berasal dari ribuan iblis di waktu yang sama.


Jingga berdiri melayang di tengahnya sambil memancarkan gelombang api semesta untuk meleburkan jutaan keping tubuh iblis agar tidak kembali utuh ke bentuknya.


Tidak puas hanya menghancurkan tubuh iblis, Jingga menarik lautan api yang masih menyala di udara lalu melemparkannya ke kota yang berada di bawahnya.


Wuzz!


Semua bangunan kota langsung terbakar hebat, ribuan iblis yang menempatinya berkelebat pergi meninggalkan rumah mereka yang terbakar.


Jingga yang masih melayang di udara sengaja membiarkannya untuk menandai awal peperangannya dengan bangsa iblis.


Lama Jingga berdiri melayang memperhatikan kobaran api yang terus menghanguskan bangunan kota.


"Ha ha ha" tawa Jingga dengan keras di udara.


Ia bereaksi merasakan kepuasan di hatinya mengawali peperangan tunggalnya melawan bangsa iblis.


Tak lama kemudian, kedua matanya kembali menjadi merah menyala, Jingga langsung melesat terbang ke arah kediaman keluarga Linghun Lieshou.

__ADS_1


__ADS_2