
Setelah keluar dari ruang kerja pemilik penginapan, Jingga langsung turun ke arah restoran yang dimiliki oleh penginapan.
Seperti biasanya, Jingga langsung memesan arak lalu mengamati setiap obrolan pengunjung untuk mendapatkan informasi yang bisa menarik hatinya.
Tak lama berselang, terlihat belasan pria memasuki restoran dengan wajah yang garang menuju ke salah satu meja tidak jauh dari tempat Jingga duduk.
Awalnya Jingga tidak terlalu menghiraukannya sampai sepasang muda-mudi yang begitu serasi memakai pakaian berwarna putih dilabrak oleh seorang pemuda berpakaian hitam yang membawa belasan pengawalnya.
Keributan pun terjadi dengan begitu sengit, hingga kedua pemuda itu saling berkelahi yang membuat para pengunjung melirik ke arahnya.
"Seru nih, semoga menjadi pertarungan yang seru he he" gumam Jingga berharap.
Apa yang diharapkan Jingga pun terjadi, pemuda yang berpakaian putih menebas leher pemuda yang berpakaian hitam yang langsung terjatuh memegangi lehernya dengan darah yang mengalir begitu banyak.
Belasan pengawal langsung menyerangnya, melihat kejadian yang tidak terduga, para pengunjung langsung berlarian pergi meninggalkan restoran untuk menyelamatkan diri.
Jingga yang menjadi penonton tunggal begitu semangat melihatnya, namun sayangnya pertarungan itu begitu singkat, para pengawal berhasil membunuh pemuda berpakaian putih lalu menarik si gadis dan membawa tuannya pergi meninggalkan restoran.
Beberapa pengawal melirik ke arah Jingga lalu mengacuhkannya.
"Ikuti jangan, ikutilah, siapa tahu ada kelanjutannya" pikir Jingga langsung menyusul belasan pengawal yang membawa tuannya dan menarik paksa si gadis.
Jingga langsung merubah dirinya menjadi bayangan lalu mengikutinya sampai memasuki sebuah rumah yang cukup besar.
Naas, pemuda yang dibawa oleh para pengawal langsung menghembuskan napas terakhirnya begitu memasuki rumah. Hal itu membuat beberapa orang yang merupakan keluarganya langsung menjerit histeris.
Seorang pria paruh baya melihat putranya mati mengenaskan dengan leher yang hampir putus itu langsung melampiaskan kemarahannya kepada si gadis yang kedua tangannya dipegang oleh dua pengawal.
Plak!
Plak!
Dua kali tamparan keras dilayangkannya kepada si gadis, tidak cukup hanya menamparnya, pria paruh baya langsung mengambil pedang dan menusuk perut si gadis, namun pedang itu langsung hancur sebelum sampai menyentuh si gadis.
Heran dengan apa yang terjadi, pria paruh baya meminta pengawalnya untuk mengikat tangan dan kaki si gadis lalu membawanya ke area belakang rumah.
Jingga terus mengikutinya, para pengawal langsung melemparkan si gadis yang terikat ke dalam sumur.
Buzz!
Si gadis langsung terbenam ke dalam sumur yang cukup dalam.
Jingga langsung menarik keluar si gadis dan membuatkan perisai pelindung kepadanya.
"Kejam sekali mereka ini" gumam Jingga lalu kembali ke area dalam rumah.
__ADS_1
Jingga menampakkan dirinya kepada semua orang yang mengerubungi jasad pemuda.
"Halo semuanya, boleh aku tahu apa kesalahan gadis itu sampai kalian tega melemparkannya ke dalam sumur" ucap Jingga yang membuat semua orang langsung menoleh ke arahnya.
Beberapa pengawal langsung menyerangnya dan mereka mati dengan kepala terlepas dari tubuhnya sebelum sampai mendekati Jingga.
Beberapa orang yang melihatnya langsung merinding ketakutan.
Pria paruh baya memberanikan diri melangkah mendekatinya.
"Kau siapa anak muda?" Tanya pria paruh baya.
"Namaku Jingga, tadi aku melihat orang-orang itu melemparkan gadis ke dalam sumur, katakan padaku apa kesalahannya" jawab Jingga memintanya.
"Apa urusanmu anak muda?" Tanya kembali pria paruh baya.
"Apa susahnya langsung menjawab" gumam Jingga yang kesal ditanya balik.
"Aku tidak punya urusan apa pun, tapi aku minta izin membantai kalian semua" jawab Jingga dengan sopan lalu menebas semua orang yang berada di dalam rumah.
Jingga kembali ke arah belakang lalu menghilangkan perisai yang dibuatnya kemudian melepaskan ikatannya.
"Nona tidak apa-apa?" Tanya Jingga memastikan.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih sudah menolongku" jawab si gadis yang menggigil kedinginan.
Malam harinya Jingga sudah berada di salah satu kamar pribadi pelelangan Lotus Kristal.
Ia memperhatikan wanita cantik yang menjadi pemandu acara lelang.
Sampai pada akhir item lelang, Jingga masih belum ikut menawar satu pun item lelang, beberapa orang saling berbisik memperhatikan satu kamar pribadi begitu hening.
Jingga yang mendengarnya merasa risih, ia kemudian berniat menawar item terakhir.
"Halo semuanya, sampai juga kita berada pada puncak pelelangan, item terakhir yang akan kami tawarkan adalah sebuah batu yang terlihat unik yang kami sendiri tidak tahu jenisnya, batu ini ditemukan oleh seorang peternak di ladangnya sekitar lima tahun yang lalu.
Mungkin di antara kalian ada yang mengetahuinya dan bisa menjelaskan kepada kami tentang batu unik ini" ujar pemandu lelang lalu membuka sebuah tirai yang menutupi kotak tempat batu unik disimpan.
Semua peserta lelang langsung berdiri melihatnya dengan begitu penasaran.
Pemandu lelang lalu meminta semua perwakilan peserta lelang untuk memeriksanya.
Beberapa kultivator dari berbagai klan dan sekte secara bergilir memeriksanya dengan berbagai cara.
Setelah beberapa lama, semuanya menyimpulkan batu unik itu tidak memiliki keistimewaan apa pun.
__ADS_1
Semua peserta lelang langsung ricuh dengan item pamungkas yang ditawarkan oleh pihak lelang Lotus Kristal.
Mereka beranggapan pengelola lelang keliru dengan memasukkan batu unik yang tidak memiliki keistimewaan itu ditempatkan pada item pamungkas yang biasanya akan menjadi rebutan para bangsawan dan para kultivator kaya.
Berbeda dengan semua orang, Jingga yang berniat untuk menawar item terakhir langsung menghampiri pemandu lelang untuk menawarkannya.
"Nona, aku akan membayarnya dengan seratus ribu keping emas untuk batu unik itu yang akan menjadi mainanku" ucap Jingga langsung mengeluarkan koin emas dari cincin spasialnya.
"Tuan muda, kau ambil saja batu ini, tidak perlu membayarnya" ujar pemandu lelang langsung menyerahkannya kepada Jingga.
"Terima kasih, Nona" balas Jingga langsung memasukkan batu unik itu ke dalam cincin spasialnya.
Setelahnya Jingga kembali ke penginapan, ia langsung memeriksa batu unik berwarna hitam pekat itu yang memiliki tekstur tidak rata. Ia terus membolak-baliknya dan melemparkannya ke atas berulang-ulang.
"Daripada tidak berguna, sebaiknya aku menghancurkannya saja" ucapnya lalu menjentikkan jarinya dengan menggunakan api semestanya.
Jingga terkejut dengan daya tahan batu unik itu, berbeda dengan obyek lain yang langsung berubah menjadi abu apabila terkena api semesta, batu unik itu hanya mengalami keretakan di bagian luarnya saja.
Ia terus membakarnya dengan lama sampai retakannya terkelupas. Lagi-lagi Jingga terkejut, ia merasakan adanya energi kehidupan di dalam batu unik lalu memindainya dengan mata iblisnya.
"Beast monster" gumamnya lalu membawa batu unik ke alam jiwanya.
Jingga langsung mencari tahu tentangnya dari berbagai pengetahuan yang diwariskan oleh Yuangu Mowang.
Lama ia mencarinya namun tidak ditemukan riwayat tentang beast monster yang dimilikinya.
"Aneh, tidak ada sama sekali pengetahuan tentang batu unik ini" gumam pikirnya.
Jingga masih belum menyerah, ia memeriksa cincin spasial miliknya yang diwariskan mendiang kakeknya.
Ia memeriksa setiap artefak dan berbagai catatan kuno, sampai pada sesuatu yang terlihat seperti botol arak, Jingga melihat keanehan pada bentuknya. Ia langsung mengeluarkannya dari cincin spasialnya lalu memeriksanya dengan teliti.
"Eh, ini terlihat seperti sebuah penopang" ucapnya lalu meletakkan batu unik di atas botol unik dengan sangat hati-hati untuk mempresisikan bagian yang terlihat seperti gerigi tajam yang sangat kecil.
Trek!
Suara kedua benda unik begitu selesai disatukan, benda itu berputar sangat cepat melayang ke atas lalu turun kembali dan
Krak!
benda itu hancur lalu muncul seekor beast monster yang memiliki ukuran sebesar kepala manusia dewasa namun terlihat aneh, kepalanya besar dengan gigi-gigi tajam, memiliki kaki besar namun tangannya begitu kecil dan ekor yang panjangnya sama dengan ukuran tubuhnya.
Tidak ada satu pun beast monster dari ratusan jenis di tiga alam yang menyerupai beast monster yang keluar dari batu unik.
Beast monster milik Jingga adalah beast monster Tyrannosaurus Rex atau biasa disebut T-Rex.
__ADS_1
"Aku beri nama apa ya pada monster kecil ini?" pikirnya.
Lama memikirkannya, Jingga lalu memutuskan menamainya Jirex.