Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Api Kematian vs Api Semesta


__ADS_3

Kesenangan Jingga tidak berlangsung lama, masih ada belasan iblis lagi yang bersiap untuk menyerangnya.


"Apakah kalian akan diam saja?" Tanya Jingga menantang.


Belasan iblis hitam tidak berani langsung menyerangnya setelah melihat apa yang terjadi dengan keenam iblis yang tewas seketika, rasa takut mulai menghinggapi hati mereka.


Jingga tersenyum kecut melihatnya, tanpa menunggu para iblis menyerangnya. Ia mengalirkan api semesta ke kepalan tangannya dan langsung melesat melayangkan tinjunya.


Wuzz!


Debu-debu beterbangan ke udara dari tubuh hancur para iblis.


"Membosankan!" Keluh Jingga merasa terlalu mudah.


Dua iblis melayang turun menghampirinya, keduanya tampak tidak merasa takut seperti belasan iblis hitam sebelumnya.


"Sepertinya sambutan yang kami berikan tidak membuatmu menyukainya, sekarang izinkan kami menyambutmu secara langsung, iblis Tongzhi" ucap iblis berjanggut dengan seringainya yang merendahkan.


"Anda terlalu sopan, Tuan Janggut. Tapi aku bukanlah iblis Tongzhi, aku adalah iblis Jingga" balas Jingga dengan senyumannya yang mengejek.


Siu!


Tap!


Tanpa ada aba-aba Iblis muda langsung menyerang Jingga dengan cakarnya, namun Jingga berhasil menahan pergelangan tangan si iblis muda.


"Kau masih lambat, bocah!" Ejek Jingga langsung melemparnya ke udara.


Wuzz!


Jingga melesat terbang dengan mengayunkan pedangnya menebas tubuh iblis muda.


Dhuar!


Tubuh iblis muda langsung meledak di udara, Jingga lalu meleburkan sebagian pecahan tubuh iblis muda dengan api semestanya. Tak ayal ketika pecahan tubuh iblis muda kembali terbentuk, hanya sebagian tubuhnya saja yang utuh.


Bugh!


Iblis muda jatuh di depan iblis janggut dengan tubuh tidak utuh. Jingga terkekeh melihatnya.


"Kau sebaiknya mengganti tubuhmu di pasar iblis, eh! Pasarnya kan sudah terbakar. Maaf, maaf!" Celetuk Jingga sambil menggelengkan kepala.


Iblis Janggut tersulut emosinya melihat iblis muda yang tak lain adalah anak lelakinya yang tampak begitu mengenaskan kondisinya.


"Kau, kurang ajar!" Geram iblis Janggut langsung melayangkan cakarannya.


Jingga berkelit menghindarinya, ia tersenyum mengejeknya.


"Lambat!" Ejek Jingga.


Iblis Janggut semakin emosi dibuatnya, ia langsung bertransformasi ke wujud iblisnya yang asli.


"Aaah!" Pekikan lantang terdengar di area lembah kematian.

__ADS_1


Duk! Duk! Duk!


Iblis hitam setinggi dua puluh meter tampak marah sambil memukuli dadanya dengan keras.


"Sepertinya dia berada di atas kultivasiku, aku harus bisa menyerapnya" gumam Jingga yang memindai tingkatan ranah kultivasi iblis janggut yang bertransformasi.


"Hei bocah, sepertinya kau bisa aku jadikan umpan untuk memprovokasinya" ucap Jingga lalu menggenggam tanduk iblis muda kemudian membawanya melayang ke udara.


Tepat di hadapan wajah iblis janggut yang begitu menyeramkan, Jingga memenggal kepala iblis muda lalu meleburnya tepat di depan mata iblis janggut yang semakin murka.


Iblis janggut langsung menepuk Jingga seperti menepuk nyamuk, namun tepukan kedua telapak tangannya hanya mengenai udara kosong.


Kesal karena gagal menjadikan Jingga peyek, iblis Janggut menciptakan formasi ilusi iblis untuk menarik Jingga ke dalamnya.


Jingga yang mengetahui aksi lawannya langsung melesat menjauhinya, namun upayanya terlambat. Radius formasi ilusi yang diciptakan oleh iblis janggut sejauh mata memandang.


"Sial!" Rutuk Jingga dalam belenggu ilusi iblis.


Jingga mencoba menghancurkannya dengan aura iblisnya.


Brr!


Tekanan dari aura iblisnya hanya berhasil menggetarkan lapisan dinding ilusi dari kejauhan.


Iblis hitam mengalirkan energi api kematian ke dalam ilusinya.


Kobaran api berwarna hitam keperakan menyeruak dengan cepat memenuhi ruang ilusi. Jingga yang di dalamnya langsung melesat ke berbagai arah, namun ia tidak bisa keluar dari formasi ilusi.


Dugh! Dugh!


Jingga bergulingan di tanah dengan tubuh yang lemah, tidak ada lagi energi iblis yang merupakan sumber utama kekuatannya.


Tidak adanya energi iblis membuat alam jiwanya bergetar hebat seperti akan runtuh.


"Kakak ada apa?" Tanya Jirex yang begitu heran dengan alam jiwa yang mengalami guncangan hebat.


"Energi iblisku habis, Jirex lindungi kedua adikku" jawab Jingga yang terduduk lemah.


"Baik, Kak" sahut Jirex lalu berkelebat ke arah Bai Niu dan Qianmei yang begitu ketakutan.


Dalam posisi duduk bermeditasi, Jingga mencoba mencari ingatan Yaungu Mowang untuk mengatasi api kematian yang menguras habis energi iblisnya.


"Sial! Aku tidak bisa mengingatnya" keluh Jingga tidak bisa mengakses ingatan Yuangu Mowang.


Beruntung api semesta melindungi tubuhnya, tidak ada kerusakan dari bagian tubuh Jingga. Pakaian yang dikenakan olehnya juga masih utuh dengan memancarkan cahaya mencegah api kematian merusaknya.


"Api semesta, ya api semesta bisa melawannya" gumam Jingga melihat cahaya putih yang menyinari tubuhnya terus menahan api kematian yang terus menekan untuk menghancurkan tubuhnya setelah menarik paksa energi iblisnya.


Jingga kembali menutup kedua matanya, ia merasakan keberadaan api semesta di tubuhnya lalu dengan pelan ia mulai menyeruakkan pancarannya.


Sedikit demi sedikit api semestanya menyeruak menekan balik api kematian di sekelilingnya.


Iblis janggut begitu terperangah melihat formasi ilusi yang diciptakannya mulai bergetar hebat karena tekanan yang saling beradu di dalamnya.

__ADS_1


Tidak tinggal diam, iblis janggut langsung melapisinya berlapis-lapis. Ia mengerahkan semua energinya untuk menahan formasi ilusi agar tidak meledak. Namun upayanya terbalik dengan yang diharapkannya, getaran semakin kencang.


Iblis janggut tampak panik melihatnya, ia mengerucutkan luasan formasi ilusinya.


Di dalam ruang ilusi, api semesta mulai mendominasi area dan semakin luas cakupannya menekan api kematian yang terus menipis seiring waktu.


"Sedikit lagi" gumam Jingga merasakannya.


Ia terus fokus berkonsentrasi meluaskan pancaran energi api semestanya.


"Haaa!" Jerit Jingga ketika merasakan api semestanya menyentuh dinding lapisan formasi ilusi.


Boom!


Ledakan keras dari hancurnya lapisan formasi ilusi iblis.


Lembah kematian ikut hancur bersamaan dengan beberapa bukit di sekitarnya. Iblis janggut pun terlempar jauh sampai berkilo meter jauhnya.


Jingga akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil menghancurkan api kematian beserta formasi ilusi yang membelenggunya.


"Apa aku bisa menggunakan api semesta untuk menarik tubuh iblis janggut?" Gumam Jingga yang tidak bisa terbang karena ketiadaan energi iblisnya.


Jingga langsung membentuk pola di jemari tangannya, ia menggunakan kekuatan api semesta sebagai sumber kekuatannya.


"Jerat penghisap jiwa"


Jingga menjulurkan tangan ke langit dengan kedua telunjuk menunjuk arah terlemparnya iblis janggut.


Wuzz!


Sinar putih transparan melesat cepat ke arah target.


Iblis janggut yang berhasil mengendalikan tubuhnya yang terlempar jauh dari dampak gelombang kehancuran formasi ilusinya begitu terkejut merasakan tubuhnya tertarik cepat kembali ke arah lembah kematian.


Jingga melihat tubuh besar iblis janggut melesat cepat mengarah padanya.


Tepat kepala bertanduk dari iblis janggut menyentuh ujung jari tangannya, Jingga langsung menarik paksa jiwa iblis janggut.


"Aah!" Jerit kesakitan iblis janggut merasakan jiwanya tersedot paksa.


Dengan kekuatan api semesta Jingga akhirnya bisa menghisap jiwa iblis janggut dengan lancar.


Akhirnya ia berhasil menghisapnya dengan sempurna. Bahkan kekuatan api kematian berhasil dimilikinya.


Jingga merasakan energi kematian berada dalam dirinya.


"Ha ha ha, ini hebat" riang Jingga berhasil dalam usahanya untuk meningkatkan ranah kultivasinya.


Tubuh iblis janggut langsung melebur menjadi serbuk hitam yang beterbangan.


Setelahnya Jingga langsung duduk bermeditasi menstabilkan energi iblisnya yang kembali dengan sendirinya.


Kondisi di alam jiwanya pun kembali tenang.

__ADS_1


__ADS_2