
Jingga memperlambat laju terbangnya lalu menghilangkan teknik Longjuanfeng. Suasana pun kembali normal, ia berdiam diri melayang di udara.
Pria iblis mendekatinya dengan tatapan tajamnya yang mengintimidasi.
"Kau harus bisa mendobrak batasanmu, atau kau tidak akan pernah bisa menyentuhku" ujar pria iblis menuntutnya.
Jingga tersenyum simpul membalasnya, ia lalu menyilangkan kedua telapak tangannya mendekap dada, kemudian menutup kedua matanya.
Jingga mengingat kembali apa yang pernah dipelajarinya dari ingatan Yuangu Mowang, juga semua ilmu lainnya yang ia capai hingga saat ini.
"Aku harus bisa!" Batinnya bertekad.
Kekuatan jiwa dalam dirinya menguap, energi api semesta, api kematian dan inti api membentuk ikatan utuh menyelimuti energi iblisnya.
Boom!
Tiba-tiba saja ledakan teredam di dalam tubuhnya terdengar.
Keberhasilannya dalam mengharmonisasi seluruh kekuatannya membuat Jingga akhirnya bisa menerobos ranah berikutnya yaitu ranah Supreme Emperor Berlian. Bahkan, capaiannya yang sekarang melebihi ranah kultivasi iblis Yuangu Mowang yang pada masa puncaknya hanya berada di ranah Supreme Emperor Kristal.
Namun Jingga tidak begitu senang, walaupun tingkat kultivasinya tinggi, fondasi dasarnya sangatlah lemah. Ia sudah lama tidak menghisap jiwa para kultivator dan pertarungannya di alam fana sebelumnya tidak menguatkan pondasinya.
"Selamat, kau berhasil mencapai ranah puncak kultivator para raja iblis. Tapi di atas raja ada penguasa, di atas penguasa ada aku" ujar pria iblis memujinya, namun sebenarnya ia sedang memuji dirinya sendiri.
Jingga membuka kembali matanya, ia tersenyum senang bercampur kesal mendengar pujian pria iblis bermata satu.
"Terima kasih atas pujianmu itu. Tapi aku tidak mempedulikan tingkatanku, aku hanya ingin mengalahkanmu." Balas Jingga lalu mengerahkan kekuatan jiwa miliknya sebagai perisai tubuhnya.
"Semangat yang bagus, tapi semangat saja tidaklah cukup untuk melawanku." Sindir pria iblis lalu melayang mundur menjauhinya.
Kali ini Jingga mengacuhkan perkataan terakhir pria iblis, ia begitu tenang menyikapinya, bahkan emosinya tampak begitu stabil. Ia hanya fokus pada kekuatannya sendiri.
"Bukan hanya menyentuhmu saja, aku harus bisa mengalahkanmu." Gumam Jingga lalu melaju cepat menyerangnya.
Wuzz! Wuzz!
Kembali seperti pertarungan sebelumnya, Jingga masih belum berhasil menyentuhnya. Namun, bukanlah Jingga namanya kalau ia menyerah begitu saja. Ia terus mengejarnya tanpa henti.
Seiring waktu pertarungan, kecepatan Jingga terus meningkat dengan sangat pesat. Karena begitu fokus, Jingga sampai tidak menyadarinya.
Berbeda dengan Jingga, pria iblis mulai sedikit khawatir, kecepatannya mulai bisa diimbangi oleh Jingga. Tidak ingin sampai bisa disentuhnya, pria iblis lalu menggunakan kemampuannya untuk menjadikan dirinya tidak terlihat oleh Jingga.
Jingga yang terus mengejarnya mendadak menghentikan laju terbangnya.
"Dasar pengecut!" Rutuk Jingga lalu memindai seluruh arena Siksa Raja.
Sayang, ia tidak berhasil menemukannya. Tak lama kemudian, langit ruang hampa yang hitam pekat tampak bercahaya indah. Cahaya yang menyala-nyala dan menari di pekatnya langit ruang hampa.
"Hem! Kekuatan apa lagi yang akan dia tunjukkan kepadaku?" Pikir Jingga yang terkagum melihat keindahannya.
Jingga semakin mewaspadainya, bisa saja keindahan yang nampak hanyalah sebuah ilusi dari pria iblis untuk mengelabuinya.
Ting, ting, ting.
Denting suara yang lembut mulai terdengar di arena Siksa Raja, tepatnya di atas aurora yang tercipta di langit ruang hampa.
Kelembutan suaranya bertalu-talu merasuki kalbu, laksana untaian puisi sendu dari sang pujangga perobek tirai rindu.
__ADS_1
Tanpa disadarinya, romantisme langit melarutkannya dalam untaian kata.
Aurora nan syahdu meruntuhkan nestapa
Teruslah menari, jangan berhenti
Tikam dan robeklah selaput lara
Sang pembelenggu riang
Aku, aku sang penjerat nurani.
Pemuda itu pun tampak menikmati buaian langit. Ia tidak peduli lagi akan pertarungan yang sedang ditempuhnya.
Pria iblis yang berdiri tak terlihat begitu senang melihat pemuda yang masih larut dalam jeratan ilusi Senandung Iblis yang diciptakannya.
"Iblis bodoh!" Kata pria iblis lalu turun ke tempat semula ia berdiri sebelumnya.
Cukup lama Jingga terbuai dalam jeratan ilusi Senandung Iblis yang membelenggunya. Lambat laun, ia mulai tersadar diri akan keanehan yang dialaminya. Namun pikirannya begitu kalut.
"Siapa aku? Aku siapa?" Batinnya bertanya.
Ia terus mengulangi pertanyaan yang sama hingga akhirnya ia tersadar kembali.
Pupil matanya berganti warna menjadi keperakan seluruhnya. Aura iblisnya pun menyeruak keluar dari tubuhnya.
Gelombang aura yang terpancar membuat pria iblis kembali melayang ke udara. Ia sedikit terkesima menatap Jingga yang mengalami peningkatan kekuatan. Satu mata besarnya sedikit menyipit.
Jingga yang melihatnya merasa heran, namun ia tidak tahu apa yang membuat pria iblis di depannya sampai harus menyipitkan mata besarnya.
"Apa yang sedang kaupikirkan?' Tanya Jingga ingin tahu.
"Apa kau masih belum menyadarinya?" Ia balik bertanya.
Jingga mengerutkan keningnya, ia masih belum tahu apa maksud dari pertanyaan yang dilontarkan pria iblis.
"Kau membuatku pusing," balas Jingga,
"Sebaiknya kita lanjutkan saja permainan. Aku pastikan tidak hanya menyentuhmu saja, aku akan mengalahkanmu." Imbuhnya lalu merentangkan kedua tangannya.
"Langkah bayangan,"
"Chuanguo Yinying."
Wuzz!
Tanpa diduga oleh pria iblis, Jingga berhasil melayangkan pukulan keras.
Dhuar!
Pria iblis mencelat jauh di udara.
Wuzz!
Jingga tidak membiarkannya bereaksi, ia mengejar laju tubuh si pria iblis yang terhempas lalu kembali melayangkan bogem mentahnya.
Wuzz!
__ADS_1
Tiba-tiba saja pria iblis menghilang, pukulan Jingga hanya mengenai udara kosong. Jingga tersulut emosi, namun ia bisa meredamnya kembali.
"Aku kira kau tangguh, tahunya hanya iblis pengecut. Ha-ha-ha," ejek Jingga terkekeh.
Pria iblis pun kembali menampakkan dirinya. Entah kenapa, kali ini ia merasa kesal direndahkan oleh Jingga.
"Aku tidak akan bermain-main lagi denganmu." Ucapnya dingin.
"Ha-ha, aku berhasil memancingnya." Gumam Jingga lalu menyeringai sinis.
Tiba-tiba saja pria iblis bertransformasi ke bentuk iblisnya yang asli. Jingga terbelalak tidak menduganya.
"Ah, ternyata ucapanmu benar." Kata Jingga terus memperhatikannya.
Transformasi tubuh pria iblis tidaklah besar seperti Yuangu Mowang, namun terlihat begitu mengerikan. Jingga sampai sukar mendeskripsikan wujud iblis di depannya.
Dhuar!
Tiba-tiba saja sebuah pukulan keras dilayangkan oleh pria iblis.
Jingga yang terlena memperhatikan transformasi pria iblis menjadi lengah.
Ia akhirnya meluncur jatuh ke tanah bebatuan dengan begitu keras hingga tercipta sebuah lubang yang terbentuk dari tubuhnya. Ia sekalipun tidak menduga adanya serangan kejut dari pria iblis.
"Aah!"
Jingga begitu kesal, ia kembali berdiri dari lubang tempatnya terjatuh. Belum sempurna Jingga berdiri, sebuah pukulan keras diayunkan oleh pria iblis.
Dhuar!
Kraak!
Jingga terjerembab ke dalam tanah bebatuan. Pria iblis lalu menggunakan sihirnya untuk menutup rapat tanah bebatuan lalu menyegelnya dengan array formasi iblis.
"Aah!" Raung Jingga di dalam tanah bebatuan yang menghimpit tubuhnya.
"Berengsek! Kenapa tanah ini begitu kuat?" Herannya tidak bisa menghancurkan tanah yang menghimpitnya.
"Sepertinya dia menyegelnya." Gumam Jingga menyadarinya.
Jingga lalu berkamuflase menjadi tanah yang bergerak, ia terus melaju di dalam tanah untuk mencari jalan keluar yang tidak terkena array formasi iblis.
Tak lama kemudian, Jingga sampai pada penghujung tanah, ia akhirnya bisa terbebas. Sedikit lega, ia langsung melayang ke udara di ujung batas arena Siksa Raja.
Dhuar!
Nahas bagi Jingga, ternyata pria iblis sudah menunggunya di atas ujung batas arena dan langsung melayangkan pukulannya dengan begitu keras.
Jingga yang baru terbebas dari himpitan tanah harus terlempar jauh di luar arena Siksa Raja. Pertarungan pun beralih ke ruang hampa.
Pria iblis tidak tinggal diam, ia lalu membelit tubuh Jingga dengan rantai energi iblis lalu melemparkannya kembali ke tengah arena.
Dugh! Dugh!
Jingga mencelat jatuh bergulingan di tanah bebatuan, tak lama kemudian ia kembali bangkit.
Dhuar!
__ADS_1
Lagi-lagi Jingga harus menelan pil pahit. Ia tidak diberi kesempatan untuk berdiri sempurna. Pria iblis kembali menghantam kepala Jingga hingga terjerembab ke dalam tanah untuk yang kedua kalinya.
Bersambung..