Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Mengacaukan Kerajaan Kandao


__ADS_3

Jingga dan Qianfan hampir saja tertawa mendengar ketiga adiknya menggoda komandan Po Ching.


"Aku kira ketiganya akan membuat keributan, tahunya mereka begitu pintar menanggapi Komandan mesum itu" gumam batin Jingga.


Berbeda dengan Jingga dan Qianfan, reaksi berbeda datang dari pasukan yang mengikat ketiga gadis itu langsung melepaskan tangannya karena tidak mau tertular.


Ketiga gadis sekarang berjalan dengan santai mengikuti rombongan pasukan dari kerajaan Kandao.


Sampai pada sebuah ruangan besar di salah satu area dalam di kerajaan Kandao.


Kelimanya dihadapkan pada seorang pria berkumis tebal dengan tampang yang begitu menyeramkan.


"Lapor Jenderal Ba Lin Dong, kami menangkap lima pemuda asing di desa Batu Bundar, mereka mengaku dari benua seberang" beber komandan Po Ching sambil menjura.


Jenderal Ba Lin Dong langsung berdiri memperhatikan kelimanya dengan serius.


"Ha ha ha, kalian berempat adalah seorang kultivator, tentunya kalian tidak berasal dari benua seberang dan kau pemuda asing tanpa kultivasi, dari mana asalmu?" Tanya Jenderal Ba Lin Dong melirik Jingga.


"Aku dari benua Majang, tentunya kau akan mempercayaiku bukan?" Jawab Jingga dengan seringainya yang merendahkan.


"Kurang ajar! bawa kelimanya ke penjara, besok kita akan melaporkannya ke istana" gertak Jenderal Ba Lin Dong langsung memberi perintah kepada Komandan Po Ching.


"Baik, Jenderal" sahut Komandan Po Ching lalu meneruskan perintah kepada pasukannya.


Jingga dan keempat adiknya langsung digiring ke ruang tahanan tidak jauh dari kediaman sang jenderal.


Setelah pasukan kembali meninggalkan mereka di ruang tahanan, Qianfan langsung bertanya kepada Jingga yang sedang duduk bersila.


"Kak Jingga, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Kita tunggu sampai besok, aku memiliki rencana yang menarik" jawab Jingga lalu menutup kedua matanya.


Pagi hari lima prajurit Jenderal Ba Lin Dong menghampiri ruang tahanan di mana kelimanya berada untuk membawanya ke hadapan raja di istana.


Jingga yang melihat para prajurit menghampirinya langsung menyegel jiwa kelima prajurit yang datang lalu merubah rupa kelimanya secara terbalik dengan dirinya dan keempat adiknya.


Qianfan dan ketiga gadis terkejut dengan rencana Jingga yang menukar rupanya dengan rupa prajurit penjaga ruang tahanan.


kelima pemuda yang sebenarnya prajurit digiring kembali ke ruangan Jenderal Ba Lin Dong lalu dibawa ke istana kerajaan Kandao.


Berada di suatu area istana yang tidak terlihat seperti bangunan istana pada umumnya, Jingga begitu heran dengan bangunan biasa sebuah sekte yang pernah dilihatnya, namun yang menjadi perbedaannya terletak pada prajurit yang memakai baju Zirah.


Di dalamnya Tampak terlihat puluhan tetua sedang duduk berjajar di bawah sebuah singgasana raja yang terbuat dari pahatan batu.


"Berlututlah" pinta Jenderal Ba Lin Dong kepada kelimanya, namun tidak ada satu pun yang berlutut.


Jenderal Ba Lin Dong langsung memerintahkan pasukannya untuk memukul kaki kelima pemuda asing.


Dug!

__ADS_1


Pukulan keras dari sebuah rotan dilayangkan kelima prajurit yang berdiri di belakang pemuda asing.


Kelima pemuda asing masih berdiri kokoh, prajurit kembali memukulnya.


Dug!


Dug!


Kelima pemuda asing masih berdiri tanpa terganggu dengan pukulan para prajurit.


Jenderal Ba Lin Dong langsung mengalirkan energi spiritual dan memusatkan di kepalan tangannya, ia lalu memukul kepala kelima pemuda asing secara bergiliran.


Dug!


Dug!


Buk!


Kelima pemuda asing langsung ambruk tersungkur beberapa meter di bawah kaki Raja Bei Eyu dan mati seketika.


"Kau ini bagaimana Jenderal?, Kau memukuli kelimanya dengan begitu keras" tegur Raja Bei Eyu kepadanya.


"Maafkan hamba yang Mulia, hamba terlalu keras memukulinya, tapi yang Mulia tenang saja, hamba sudah tahu informasi kelimanya" sahut Jenderal Ba Lin Dong lalu menjelaskan siapa kelima pemuda yang dibawanya.


Raja Bei Eyu manggut-manggut mendengarnya, namun itu sudah tidak penting lagi baginya.


"Duduklah, Jenderal. Ada beberapa hal yang akan kita bahas mengenai invasi beast monster ke dua kekaisaran di utara dan timur benua Matahari" pinta Raja Bei Eyu.


"Pagi tadi sebelum matahari terbit, aku mendapat laporan dari para komandan yang kembali dari wilayah netral, mereka melaporkan kepadaku bahwa ribuan beast monster mati terkena badai petir dan ratusan lainnya hilang ke arah timur dan barat, namun ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa ada satu beast monster yang tidak diketahui jenisnya menewaskan ribuan beast monster yang beriringan ke wilayah utara pada waktu terjadinya badai petir, aku minta kalian mencari tahu kebenarannya" ujar Raja Bei Eyu membeberkan.


"Baik, yang Mulia" sahut semuanya lalu membubarkan diri.


Kelima pemuda yang menyamar menjadi prajurit mengikuti Jenderal Ba Lin Dong kembali ke kediamannya.


Sesampainya di kediaman Jenderal Ba Lin Dong, kelimanya masih berdiri di ruang kerja sang Jenderal.


"Kalian kembalilah berjaga di ruang tahanan" pinta Jenderal Ba Lin Dong.


Kelimanya menjura lalu berbalik ke arah ruang tahanan.


"Kak Jingga, apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Qianfan ingin tahu.


Jingga menyeringai melihat keempat adiknya dengan tatapan penuh intrik.


"Kalian berempat akan membebaskan semua tahanan ketika kalian mendengar kericuhan di ruangan Jenderal Ba Lin Dong" ujar Jingga lalu keluar dari ruang tahanan dan merubah dirinya menjadi Komandan Po Ching.


"Sepertinya Jenderal sedang memikirkan masalah, aku bisa membantu Jenderal menyelesaikannya" ucap Komandan Po Ching menghampirinya.


Jenderal Ba Lin Dong menatapnya dengan heran, ia merasa tidak memanggilnya.

__ADS_1


"Aku tidak memintamu kemari, apa ada yang ingin kau laporkan, Komandan?" Tanya Jenderal Ba Lin Dong masih duduk di tempatnya.


"Ya, aku akan melaporkan sesuatu kepadamu, posisimu sekarang akan digantikan olehku, silakan Jenderal pergi meninggalkan kediaman ini" jawab Komandan Po Ching dengan melingkarkan kedua tangannya di dada.


Jenderal Ba Lin Dong langsung berdiri dengan raut wajah tersulut emosi mendengarnya.


"Apa maksudmu Koman.." Tanya Jenderal Ba Lin Dong namun terputus ucapannya.


Dug!


Kepala sang Jenderal jatuh menggelinding ke lantai.


"Jenderal!" Teriak dua prajurit terkejut melihat Komandan Po Ching memenggal Jenderalnya.


"Kami akan melaporkanmu ke Raja" ancam dua prajurit langsung berlari ke istana.


Melihat kedua prajurit sudah pergi, Jingga berkelebat mencari keberadaan Komandan Po Ching.


Sesampainya, Jingga melihat Komandan Po Ching sedang memberikan instruksi kepada pasukannya.


Jingga menghampirinya dengan berpura-pura panik dan napas terengah.


"Komandan, Jen-, Jenderal" ucapnya terbata.


"Bicara yang benar kau prajurit bodoh!" Bentak Komandan Po Ching menegurnya.


"Jenderal Ba Lin Dong tewas terpenggal" ucap prajurit melaporkannya.


Mendengarnya, Komandan Po Ching langsung berlari ke arah kediaman Jenderal Ba Lin Dong diikuti seorang prajurit yang tak lain adalah Jingga di belakangnya.


Sesampainya di kediaman Jenderal Ba Lin Dong, Jingga merubah dirinya menjadi bayangan, sedangkan Komandan Po Ching langsung memasuki kediaman Jenderal Ba Lin Dong, ia terlihat begitu panik melihat tubuh tergeletak tanpa kepala di meja kerjanya.


"Jenderal, apa yang terjadi?" Tanya Komandan Po Ching tidak percaya, ia langsung mengambil kepala tak jauh dari tempatnya.


Naas baginya, ketika ia mengambil kepala Jenderal Ba Lin Dong, lima komandan lainnya memasuki kediaman sang Jenderal dan menangkap basah dirinya.


"Aku tidak membunuhnya" teriak Komandan Po Ching menyangkalnya.


"Kau tidak bisa menyangkal atas apa yang kami lihat" balas seorang komandan yang menahan kedua tangannya.


Baru saja kelima komandan akan membawa Komandan Po Ching ke istana, di area lain terdengar keributan dari para tahanan yang melarikan diri.


"Ada apa ini?, kalian bertiga kejar para tahanan yang kabur" pinta seorang komandan yang menahan Komandan Po Ching.


Setelah tiga komandan berkelebat ke area tahanan , Komandan Po Ching mengalirkan energi spiritualnya untuk melepaskan diri dan menyerang komandan yang menahannya dengan cepat.


Bug!


Komandan yang menahannya terlempar jauh menyemburkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


Komandan satunya langsung menarik pedang dan menebaskannya ke arah Komandan Po Ching, namun sialnya Komandan Po Ching sudah menghilang pergi.


__ADS_2