
Angin di alam fana buatan berhembus semakin kencang. Daun-daun yang tanggal beterbangan dengan menimbulkan deruan suara yang saling bersahutan di udara.
Jingga masih berdiri dengan tenang di atas batu besar. Lengan bajunya melambai-lambai terhempas angin yang kencang. Rambutnya yang terurai beriap-riap tersapu angin. Beberapa helaan napas kemudian, tiba-tiba saja bola matanya bergerak, demikian juga dengan tubuhnya.
Suasana damai di alam fana buatan menjadi mencekam seketika.
Wuzz!
Jingga melesat cepat ke udara seperti anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Daun-daun yang beterbangan berubah menjadi gumpalan dan membentuk figur seorang gadis cantik yang sedang melayang terbang. Hanya satu helaan napas Jingga membuatnya. Ia sudah kembali berdiri dengan tenang di tempatnya.
Ratu iblis Xin Li Wei dan ketiga iblis hitam terpana dibuatnya. Bagaimana mungkin Jingga bisa merangkai banyak daun-daun menjadi sosok seorang gadis hanya dalam waktu sesingkat itu.
"Inikah yang dinamakan kecepatan absolute itu?" Gumam To Mu begitu takjub.
Begitu juga dengan To Tao dan To Li memikirkan hal yang sama dengan To Mu. Ketiganya pun terinspirasi ingin menunjukkan kemampuan.
Diawali oleh To Li yang melesat hinggap di atas pucuk sebuah pohon yang cukup tinggi, ia kemudian meluncur mengikuti tinggi pohon lalu menebas banyak dahan pohon dan mengukirnya menjadi sosok monster yang mengerikan. Meskipun waktu yang dibutuhkannya sedikit lama dari apa yang dilakukan oleh Jingga. Namun hasilnya sangatlah sempurna.
"Teknik pedang lembah iblis yang sempurna, Li'er." Puji To Mu yang diangguki oleh To Tao.
Giliran To Tao yang melesak ke arah pohon yang sama. Ia lalu merubahnya ke bentuk sosok sang Ratu Iblis. To Mu dan To Li terpana dibuatnya.
To Mu tidak ingin kalah dari keduanya. Ia menghilang dari posisinya lalu tiba-tiba saja area pepohonan yang rimbun di sekitarnya berubah menjadi sekumpulan pasukan iblis lengkap dengan berbagai senjata dan tameng. Ia menggunakan teknik iblis perubah obyek.
To Li dan To Tao terperangah melihatnya, sayangnya unjuk kebolehan yang diperagakan ketiganya tidak membuat Jingga dan Ratu Iblis Xin Li Wei terkagum. Keduanya masih saja diam pada posisinya tanpa sekalipun memperhatikannya.
"Jianhuimie Yuzhou."
Sebilah pedang panjang tergenggam erat di tangan kanan Jingga. Langit di alam fana buatan langsung bergemuruh karena tekanan yang terpancar semakin kuat.
"Ji-jianhuimie Yuzhou! Bagaimana bisa dia memilikinya?" Kaget Ratu Iblis Xin Li Wei setelah melihat pedang yang dimilikinya juga.
Ia kemudian mengeluarkan pedang yang sama dengan miliknya. Secara bentuk dan ukuran sangatlah mirip. Ratu Iblis Xin Li Wei menatap pedangnya dengan lekat dan membandingkannya dengan pedang yang dipegang oleh Jingga.
"Sialan! Selama ini aku hanya memiliki replikanya saja," kesal Ratu Iblis lalu mengalirkan energinya ke bilah pedang.
Krak! Dhuar!
Pedang yang digenggamnya pun hancur seketika.
__ADS_1
"Ah, tidak masalah. Setidaknya aku tahu pedang yang asli dimiliki oleh yang semestinya. Ha-ha!" Lirih sang Ratu.
To Mu, To Tao, dan To Li mengernyitan wajah jeleknya. Ketiganya tampak khawatir pada apa yang akan dilakukan oleh Jingga dengan pedangnya.
"Dia benar-benar penerus Yuangu Mowang. Lalu apa yang akan dia lakukan dengan pedangnya? Bukankah itu artinya dia akan memulai pertarungan dengan kita?" Ujar To Mu begitu cemas.
"Kenapa kau menjadi ketakutan begitu? Lalu apa artinya pelatihan kita selama ribuan tahun ini kalau bukan untuk menjadi iblis terkuat?" Lontar tanya To Tao.
"Ha-ha-ha. Inilah yang aku nantikan selama ini. Aku rela musnah dikalahkan oleh iblis terkuat." Sambung To Li bersemangat.
To Mu dan To Tao terpacu adrenalinnya oleh perkataan dari To Li. Ketiga iblis pun mengeluarkan senjatanya masing-masing. To Tao dan To Li sama-sama menjadikan pedang sebagai senjata andalannya, sedangkan To Mu menggunakan tombak besar miliknya.
Ratu Iblis Xin Li Wei tidak ingin diam saja menjadi penonton pertarungan keempatnya. Ia lalu mengeluarkan sebilah pedang panjang miliknya.
Suasana mencekam mulai terasa di alam fana buatan. Langit masih terus bergemuruh, tiupan angin semakin kencang hingga membuat pepohonan menunduk.
"Kongqi Zhuanhuan Qi"
Jingga membekukan air sungai dengan sihirnya. Seketika suhu udara menjadi sangat dingin. Tak lama kemudian, butiran-butiran salju turun dari langit dan mulai memutihkan hijaunya hutan rimba di sekeliling area kelima iblis berdiri.
Wuzz!
Siu!
"Awas!" Raung To Mu merasakan ada gerakan kilat ke arah ketiganya.
Dhuar!
To Tao dan To Li mencelat jauh terkena tebasan cepat yang dilayangkan Jingga. Tampak tubuh keduanya hancur separuh terkena energi dari Jianhuimie Yuzhou. Sedangkan To Mu berhasil menghindari serangan Jingga, ia melayang di udara dengan tubuh yang menggigil. Bukan karena hawa dingin di alam fana buatan, ia menggigil karena ketakutannya pada sosok Jingga yang sulit ditebaknya.
"Aah!" Ringis kesakitan dari To Tao dan To Li di dua tempat berlawanan.
Jingga kembali berdiri dengan wajah dingin di atas batu yang membeku. Beberapa saat kemudian, ia menghilang kembali di tempatnya.
"Jerat penghisap jiwa!"
Siu!
Jingga menarik paksa jiwa iblis telinga panjang yang melayang di udara lalu menghancurkan tubuhnya.
Dhuar!
__ADS_1
Ledakan keras terjadi di udara. Serpihan dari tubuh hancur To Mu berserakan tersapu angin. Jingga lalu kembali ke tempatnya semula.
Kecepatan dan efektifitas Jingga membuat Ratu Iblis Xin Li Wei langsung memasukkan kembali pedangnya. Ia lalu menjatuhkan diri berlutut di tempatnya. Berharap Jingga tidak membunuhnya juga.
Demikian juga dengan iblis bermulut lebar dan iblis bermata besar ikut berlutut di posisinya.
"Terimalah hormatku, Yang Mulia Agung." Ucap To Tao dan To Li bersamaan.
Jingga yang mendengarnya langsung melayang menghampiri To Tao dan melemparkan benang energi menarik tubuh To Li yang berada di arah berlawanan dari keberadaaan To Tao.
Bruk!
To Li jatuh tersungkur tepat di samping To Tao yang sekarat.
"Kalian pulihkan dahulu sebagian tubuh kalian yang hancur," ucap Jingga lalu melayang kembali meninggalkan keduanya.
"Terima kasih, Yang Mulia." Sahut keduanya lalu mulai memperbaiki sebagian tubuh keduanya yang hancur.
Jingga menghampiri Ratu Iblis yang masih berlutut diam di tempatnya.
"Bangunlah, Nyonya!" Pinta Jingga.
"A-aku tidak akan bangun sebelum kau menjadikanku istrimu," balas Ratu Xin Li Wei,
"Ma-maksudku, menjadi pendampingmu. Eh, bukan. Jadi kekasihmu," imbuhnya meralat,
"Ah, sial, sial, sial! Kenapa mulutku tidak bisa berkata benar." Gerutu sang Ratu yang berkali-kali salah menyebutkannya.
Namun sayangnya, Jingga sudah tidak berada di hadapan sang Ratu. Jingga kini kembali berdiri di atas batu di tengah sungai yang membeku. Ia kembali menggunakan sihirnya untuk menormalkan kembali suhu dingin di alam fana buatan.
"Iblis jelek bermulut lebar. Buka kembali portalnya. Aku sungguh tidak nyaman dengan wujudku yang seperti ini. Rasanya seperti iblis aneh." Ujar Jingga memintanya.
To Li yang baru saja menyembuhkan tubuhnya, langsung bergegas menghampiri Jingga.
"Baik, Yang Mulia." Sahutnya lalu membuka portal dimensi ke alam iblis.
Sebuah portal yang sama muncul di atas keduanya. To Tao yang masih menyembuhkan tubuhnya, buru-buru menghampiri keduanya yang berada di atas batu. Sedangkan Ratu Iblis Xin Li Wei masih saja mengoceh tak jelas di posisinya.
"Nyonya, apa kau tidak ingin kembali ke alam iblis?" Tanya Jingga.
Ratu iblis Xin Li Wei langsung bangkit berdiri dan melayang terbang menghampiri Jingga. Namun dirinya tidak berani menatap pemuda itu setelah apa yang dikatakannya tadi. Ia menjejakkan kaki di atas batu sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1