
Jingga, Du Dung dan Bai Niu tidak langsung kembali ke penginapan, mereka bertiga langsung pergi menuju kaki gunung Lanhua.
Duduk tidak jauh dari danau yang melingkar, keduanya berada di bawah salah satu pohon yang cukup besar untuk dijadikan sandaran keduanya. mereka menatap gunung Lanhua yang terlihat begitu indah di hadapannya, sementara Bai Niu terus berlarian mengejar kupu-kupu kesukaannya.
"Aku melihatmu tidak seperti biasanya, apa yang terjadi padamu?" Tanya Du Dung baru bisa menanyakannya setelah melihat Jingga kembali tersenyum.
"Aku masih belum tahu pastinya, tetapi ini terkait dengan perubahan pada diriku, setelah aku bisa kembali berkeringat dan memakan makanan, kecepatan dan ketahanan tubuhku langsung menurun begitu saja, aku bahkan tidak sempat mengeluarkan jurus pamungkasku di pertandingan" jawab Jingga menganalisis kondisinya.
"Pantas saja kau bisa kalah, aku sudah menyadari ada sesuatu yang salah pada dirimu ketika pemuda itu bisa mengimbangi kecepatanmu, tapi ya sudahlah, sekarang apa rencanamu selanjutnya?" Timpal Du Dung sudah memahami penyebabnya.
"Sepertinya aku tidak akan langsung meninggalkan kota ini, aku akan mencari tahu penyebabnya di sini, baru aku akan melanjutkan petualanganku. Oh iya, aku akan mengatakannya padamu apa yang dibisikkan oleh ayahmu waktu itu" jawab Jingga langsung teringat akan pesan Du Ho padanya.
"Ha ha ha, aku bahkan sudah melupakannya, tapi aku masih penasaran apa pesannya?" Timpal Du Dung ingin tahu.
"Ayahmu memintaku untuk menyuruhmu kembali pulang secepatnya setelah turnamen selesai, aku merasa ada sesuatu yang Beliau tidak ceritakan padamu" jawab Jingga.
Du Dung memikirkan maksud ucapan Jingga yang membuat dirinya cemas akan kondisi ayahnya yang selalu pintar menyembunyikan sesuatu darinya.
"Sepertinya aku harus segera pulang, sekalian aku akan mengabarinya tentang pertemuanku dengan Du Zhia" balas Du Dung menanggapinya.
"Kakak, kenapa langit menjadi merah?" Teriak Bai Niu menunjuk ke arah langit.
Jingga dan Du Dung langsung menengadah ke atas memperhatikan langit yang berubah warna.
"Gawat! Sepertinya purnama darah akan sempurna malam ini, ayo kita kembali ke penginapan" ajak Du Dung langsung bergegas menggendong Bai Niu, membawanya pergi secepatnya dari kaki gunung Lanhua.
Di salah satu tempat di puncak gunung Lanhua, kakek Kun Tao dan nenek Yan Wei membuka matanya melihat fenomena langit yang berubah merah.
__ADS_1
"Akhirnya waktu yang kita tunggu datang juga, bersiaplah kakek gila" ucap nenek Yan Wei memintanya.
Kakek Kun Tao mengangguk lalu berkelebat pergi, bersiap menyambut kedatangan pemilik Jianhuimie Yuzhou yang telah lama dijaganya.
Alam Dewa
Dewa Bumi muncul di istana langit melaporkan fenomena Purnama Darah kepada kaisar Langit.
"Yang Mulia, Purnama Darah akan sempurna beberapa saat lagi, namun di alam fana masih belum ditemukan keberadaan Jianhuimie Yuzhou yang akan menjadi petaka alam semesta apabila jatuh ke tangan bangsa iblis, bahkan kami tidak menemukan tanda apa pun dari ketiga benua di alam fana" ujar dewa Bumi melaporkan.
Kaisar Langit berdiri dari singgasananya sambil mengelus jenggotnya yang panjang, ia terlihat mondar-mandir memikirkan sesuatunya.
"Maaf yang Mulia, beberapa pengintai kita yang berada di alam iblis menemukan keberadaan Jianhuimie Yuzhou di benua Hitam Kematian, tepatnya di gunung Yongheng yang diyakini sebagai lokasinya, ribuan pasukan iblis sedang menjaganya" potong dewa Perang melaporkan temuannya.
"Seperti dugaan kita semua, Yuangu Mowang pasti menyembunyikannya di alam iblis setelah menghilang tanpa jejak selama ribuan tahun, tapi aku masih meragukannya selama ini, seperti yang kita tahu, Yuangu Mowang iblis yang begitu cerdik dan licik, selama ini tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau telah mati" ucap Kaisar Langit masih menebak teka-teki keberadaan senjata paling menakutkan di tiga alam.
Pantau terus gerakan bangsa iblis, apabila senjata itu benar berada di tangan mereka, tentunya kita harus mewaspadainya, namun tidak perlu kita berlebihan menanggapi kemunculan Jianhuimie Yuzhou, sampai saat ini, raja iblis yang baru masih berada di bawah kekuatan kita, walaupun ia memiliki Jianhuimie Yuzhou bersamanya. kita akan mengawasi pergerakannya di alam fana" imbuh Kaisar Langit mengemukakan pendapatnya.
"Baik yang Mulia" sahut dewa Perang langsung berbalik pergi.
Alam iblis
Ribuan bangsa iblis dengan penuh semangat mengelilingi gunung Yongheng yang terus bergetar sejak beberapa hari lalu, mereka semua akan menyambut senjata yang akan kembali mengawali kejayaan bangsa iblis setelah sebelumnya kehilangan sosok raja agung yang begitu dihormatinya selama ribuan tahun.
"Ha ha ha, akhirnya kebangkitan bangsa iblis sudah dekat, dengan keberadaan Jianhuimie Yuzhou, aku akan melanjutkan perjuangan raja agung membawa kembali kejayaan bangsa iblis" ucap bahagia Raja Iblis penuh rasa kemenangan di istana kerajaan Iblis.
Sementara di dekatnya Ratu Iblis hanya tersenyum simpul menanggapinya, ia sendiri ingin menggunakan pedang Jianhuimie Yuzhou untuk menyingkirkan suaminya dan menjadi pemimpin satu-satunya bangsa iblis.
__ADS_1
Alam Fana
Berbeda dengan kedua alam lainnya, semua orang yang berada di alam fana begitu cemas akan kembali terjadinya kehancuran yang disebabkan oleh peperangan ketiga bangsa berbeda alam di seluruh semesta.
Kaisar Xiao Jinai langsung menginisiasi pertemuan dengan kedua sahabatnya Kaisar Fei Xing dan Kaisar Zhao Lang untuk membahas tentang pembuatan jalur rahasia sebagai upaya menyelamatkan ketiga kekaisaran dari kehancuran yang sudah dituliskan dari catatan kuno perihal kemunculan purnama darah.
Benua lainnya di alam fana
Ratu Kalandiva merupakan seorang ratu dari bangsa beast monster di ketiga alam, sebagai penguasa tertinggi dari bangsa beast umumnya dan sebagai pimpinan beast naga, ia pun bereaksi melihat fenomena alam yang menjadi awal terjadinya peperangan ketiga alam.
Namun berbeda dengan bangsa manusia, bangsa iblis dan bangsa dewa, Ratu Kalandiva meyakini peperangan tiga bangsa tidak akan langsung terjadi, bahkan tidak akan pernah terjadi karena Yuangu Mowang tidak akan pernah bisa terbebas dari belenggunya. Ia adalah satu-satunya penguasa yang menjadi saksi tertangkapnya Yuangu Mowang.
Di suatu dimensi tempat keberadaan raja iblis kuno berada, Yuangu Mowang begitu bergembira dengan fenomena yang terjadi. Rencananya berjalan sempurna, ia tidak berhenti menertawakan semua bangsa di alam semesta yang berhasil dikelabuinya.
"Ini kebahagiaan keduaku setelah berhasil memporak-porandakan alam semesta di masa lalu ha ha ha" ucapnya penuh kebahagiaan.
****
Sekembalinya ketiga pemuda ke penginapan di kota Lanhua, suasana saat itu begitu sepi, bahkan turnamen kekaisaran Fei harus dihentikan karena fenomena yang terjadi.
Banyak yang tidak mengetahui maksud dari terjadinya Purnama Darah, mereka yang tidak mengetahuinya menentang ketakutan berlebih pada setiap orang yang mengabaikan keindahan alam yang tidak akan terjadi selama ratusan tahun.
Perdebatan tentang fenomena purnama darah menjadi bahasan yang terus diperbincangkan oleh semua orang, bahkan hal itu membuat semua orang terbagi ke dalam dua kubu.
Jingga saat itu merasakan keanehan pada dirinya, ia merasakan panas yang begitu menyengat di seluruh tubuhnya.
"kenapa lagi ini?" pikirnya tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
Ia langsung berkelebat ke danau melingkar di kaki gunung Lanhua untuk mendinginkan tubuhnya.