
Jeritan Feichang membuat Jingga tersadar dari lamunannya. Ia lalu memotong kedua lengan Feichang dan menarik kembali energi api yang menyeruak meleburkan kedua tangan si gadis iblis.
"Aneh, biasanya energi api akan cepat meleburkan tubuh. Kenapa sekarang menjadi lambat?" Tanya pikir Jingga merasakan sesuatu yang janggal.
Jingga kembali mengakses ingatan tentang ketiga energi apinya, mencari penyebab lambatnya energi api meleburkan tubuh.
Ia begitu serius hingga mengabaikan ringis kesakitan gadis iblis di depannya.
Setelah selesai mempelajarinya, Jingga akhirnya memahami bahwa energi api pada tubuhnya memiliki ketergantungan dengan jalan pikirannya. Itu berarti kecepatan reaksi yang terjadi pada lengan Feichang hanya karena ia tidak menginginkannya. Jingga kini memiliki kendali penuh terhadap penggunaan ketiga energi api miliknya. Tidak seperti sebelumnya yang mana energi api semesta akan meleburkan apa pun obyek yang disentuhnya dengan sangat cepat tanpa bisa dikendalikan olehnya.
"Ha-ha, seperti itu rupanya." Kekeh Jingga mulai memahaminya.
Jingga lalu mencengkram leher Feichang dengan sorot mata yang tajam menatapnya.
"Chang'er, andai saja kau bukan cucu dari Kakek Yiban, tentunya aku sudah menghancurkanmu daritadi,"
"Pergilah! Sebelum aku berubah pikiran." Ujar Jingga dengan penuh intimidasi.
Feichang menggigil ketakutan. Baginya, tatapan Jingga lebih mengerikan daripada menghadapi kematian. Dengan sakit yang diabaikannya, ia pun berucap,
"Klan Linghun Lieshou tidak mengenal ada kegagalan dalam menjalankan misi selain kematian, bunuhlah aku secepatnya!" Pinta Feichang.
"Apa yang terjadi jika aku tidak membunuhmu?" Tanya Jingga.
"Aku dan klanku akan dihancurkan oleh Yang Mulia Ratu." Jawab Feichang.
"Kalau begitu, bergabunglah denganku, dan kita lawan balik kekuasan sang Ratu." Tawar Jingga.
"Apa maksudmu, Pria imut?" Tanya penasaran Feichang.
"Kau akan segera mengetahuinya." Jawab Jingga lalu melayang ke udara.
Seberkas sinar putih memancar dari tubuh Jingga yang menunjukkan jati dirinya di atas keempat kastil sekte Mofa Gu. Gelombang aura penguasa iblis memancar ke seluruh area lembah.
Feichang terperangah melihatnya, ia akhirnya mengetahui siapa Jingga sebenarnya, lalu berlutut menghormatinya. Di area bawah, Kakek Wu Yao bersama keempat tetua dari keempat divisi sekte langsung berlutut diikuti oleh ratusan murid sekte.
"Selamat datang, Yang Mulia Agung, Jingga," ucap semua iblis serentak.
Deru suara dari ratusan iblis menggema di lembah Mofa Gu, menandakan pengukuhan Jingga sebagai penguasa iblis berikutnya. Meneruskan takhta Yuangu Mowang yang telah lama tidak lagi berkuasa di alam iblis.
__ADS_1
"Bangunlah, semuanya," kata Jingga dengan mengayunkan kedua tangannya yang terentang.
"Terlalu cepat untukku menunjukkan jati diri, akan tetapi kalian semua layak mengetahui siapa tuannya. Ha-ha-ha." Ujar Jingga dengan keangkuhannya sebagai bagian dari bangsa iblis.
"Hidup, Yang Mulia Agung. Hidup bangsa Iblis," seru para iblis di lembah sekte Mofa Gu kembali menggema.
Jingga sekali lagi memancarkan gelombang aura penguasa yang menggetarkan seluruh wilayah lembah. Setelahnya, ia kembali ke wujud Jingga sebelumnya dan langsung menarik Feichang, membawanya turun ke tempat para iblis penyihir berdiri dan menghampiri Kakek Wu Yao.
"Kakek, bisakah Kakek memberikan pil untuk menumbuhkan kembali kedua tangannya?" Pinta Jingga.
"Ah, tentu Yang Mulia, tapi pil itu berada di rumahku," balas Kakek Wu Yao dengan senang hati.
"Baiklah, kita ke rumah Kakek sekarang." Timpal Jingga mengajaknya.
Kakek Wu Yao mengangguk lalu berbalik menatap keempat tetua yang kondisi fisiknya begitu lemah.
"Kalian juga akan aku berikan pil. Sekarang, beristirahatlah untuk memulihkan kondisi kalian dan tunggu aku kembali ke sekte," ujarnya.
"Baik, Tetua Sepuh." Balas keempatnya serentak.
Wuzz!
Sementara itu di kota Monster, benua Beishang. Jirex dan Zilla berdiri di atas sebuah tebing tinggi di tengah kota Monster.
Keduanya baru saja meluluh lantakkan kota Monster dan membunuh lebih dari seribu monster iblis yang menolak tunduk pada keduanya setelah melalui pertarungan sengit dan cukup menguras energi menghadapi para monster iblis dan pasukan iblis yang didatangkan oleh Ratu Iblis.
"Jirex, sepertinya kita akan melanjutkan pesta. Apa kau masih bersemangat?" Tanya Zilla memperhatikan kejauhan.
"Tentu!" Jawab Jirex begitu bergemuruh semangat yang dirasakannya.
Tampak dari kejauhan, ribuan pasukan iblis didatangkan kembali oleh sang Ratu Iblis untuk membunuh keduanya yang sebelumnya telah berhasil membantai banyak iblis selama pertarungan dengan ras monster iblis.
Kedatangan ribuan iblis kali ini dipimpin langsung oleh Jendral utama Jieru yang tidak ingin kembali mengalami kegagalan.
Para pasukan iblis langsung membuat formasi tempur memutari area luar kota Monster. Jirex dan Zilla yang berada di tengah kota tampak ceria melihatnya.
"Kak Zilla, biar aku saja yang menghadapinya," ucap Jirex mengajukan diri.
Zilla yang dingin langsung berubah wajahnya menjadi cerah mendengar dirinya dipanggil kakak oleh Jirex. Ia pun menganggukinya cepat.
"Semangat! Aku akan mengawasimu dari sini." Ujarnya memberi semangat.
__ADS_1
Jirex langsung berkelebat turun ke area tengah kota, namun tak lama kemudian, ia kembali naik menghampiri Zilla.
"Ada apa?" Tanya Zilla heran.
"Jumlah mereka sangat banyak, aku ingin bertransformasi ke tubuh monster. Kakak bantu aku menangani iblis yang terbang agar tidak menggangguku." Jawab Jirex memintanya.
"Baik. Iblis yang berada di udara biar aku saja yang menangani. Kau fokuslah."
Jirex menganggukinya, lalu berkelebat kembali ke tengah reruntuhan kota. Sedangkan Zilla masih menunggu momentum untuk menyerang.
Di sisi para iblis. Jenderal Jirue memerintahkan para komandan untuk bersiap melancarkan serangan dengan melemparkan ratusan bola api ke area tengah kota sambil menunggu instruksinya.
Lebih dari 20 komandan iblis langsung melesak terbang memposisikan diri di dua puluh titik area putaran wilayah kota Monster.
Tap, tap!
Jirex yang berkelebat menghentikan langkahnya di atas perut monster iblis yang tewas. Ia masih menunda untuk bertransformasi ke tubuh monsternya. Matanya masih menatap fokus pada ribuan iblis yang terus bergerak ke arahnya.
"Kemarilah kalian semua!" Seru Jirex bersiap-siap untuk melancarkan aksinya.
Gemuruh langkah kaki pasukan iblis semakin keras dan menggetarkan tanah. Tak tinggal diam, Jirex langsung menggunakan energinya mengangkat ratusan mayat monster yang berserakan di sekitarnya.
Wuzz!
Ratusan tubuh monster tak bernyawa melaju terbang ke berbagai arah menyerang pasukan iblis yang langsung membentuk formasi bertahan dan sebagian lainnya melemparkan bola api.
Dhuar! Dhuar!
Ledakan dari ratusan mayat monster mengawali pertarungan dengan suasana peperangan.
Jendral Jieru menyeringai sinis melihat aksi gadis monster yang menurutnya sangat bodoh. Ia lalu meminta para komandannya untuk menyerang gadis monster yang tak lain adalah Jirex yang terus melemparkan ratusan tubuh monster ke arah pasukan iblis.
Pasukan iblis yang berkelebat menyerang Jirex terlihat seperti tsunami yang menghantam kota Monster.
Tanpa menunggu lama lagi, Jirex langsung bertransformasi ke wujud monsternya. Ia lalu berlari menerjang gelombang iblis yang akan menghantamnya.
Boom!
Ledakan keras terdengar tatkala Jirex bertabrakan dengan pasukan iblis. Ia dengan beringasnya menerkam dan mencabik-cabik tubuh iblis di depannya hingga terlihat seperti sedang merintis jalan setapak di tengah badai.
"Gadis dingin itu sangat pintar, aku memahami maksudnya," gumam Zilla yang mengamati aksi Jirex yang sengaja menarik perhatian semua pasukan iblis ke arahnya.
__ADS_1