Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Pria Iblis


__ADS_3

Tak lama kemudian Jirex masuk kembali ke alam jiwa, tinggallah Jingga sendiri berjalan memasuki sebuah gua dengan pintu lebar.


Jingga merasakan masih ada beberapa iblis biru di dalamnya. Ia terus melangkah ke area terdalam gua, nampak di pojokan dinding terdapat lima ekor beast iblis begitu ketakutan melihatnya.


"Hallo! Kenapa kalian takut? Aku tidak akan memakan kalian" sapa Jingga kepada kelima beast iblis.


Tidak ada satu pun beast iblis yang memahaminya, Jingga tersenyum sambil berjongkok memperhatikan kelimanya yang masih terlihat ketakutan.


"Baiklah, kalau kalian takut begitu, mending mati saja ya, biar lebih baik daripada hidup dalam ketakutan" ucap Jingga lalu melemparkan lima bola api semesta.


Wuzz!


Kelima beast iblis langsung mati seketika dengan kondisi tubuh hancur menjadi serbuk.


Setelahnya Jingga langsung duduk bersandar ke dinding batu sambil menenggak araknya, lama kelamaan ia jenuh juga berada di dalam gua yang sepi. Jingga lalu memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya setelah merasa cukup beristirahat di dalam gua.


Kali ini ia terbang lebih cepat dari sebelumnya, di alam yang tidak mengenal waktu ini, Jingga tidak mengetahui sudah berapa lama ia terbang meninggalkan kediaman


Linghun Lieshou.


Setelah cukup lama Jingga melesat terbang, tampak di depannya ada cahaya yang begitu terang.


Jingga semakin cepat melaju terbang, namun ia tidak mencapainya sama sekali, bahkan ia merasa semakin menjauhinya.


"Alam macam apa ini? Kenapa semakin ku kejar semakin kau jauh? Tak pernah letih mendapatkanmu" Keluh Jingga mulai memperlambat laju terbangnya.


Keanehan pun terjadi, ia merasa seperti terbang di tempat yang sama.


"O ow! This is kunaon begini?" Gumam pikirnya begitu heran.


Jingga mengerahkan seluruh energinya untuk melesat semakin cepat dalam laju terbangnya, namun ia masih saja berada di tempat yang sama.


Kesal merasa dipermainkan, Jingga memilih untuk turun ke tanah dan berjalan kaki. Akhirnya Jingga bisa beranjak dari posisinya.


"Sepertinya di sini tidak boleh terbang" gumamnya sambil terus memperhatikan sekitarnya.


Jingga terus berjalan lurus tanpa melenceng sedikitpun, dengan langkah cepat ia berjalan.


Siu!


Dhuar!


Jingga terpental jauh ke depan tanpa bisa merasakan adanya serangan yang mengarah kepadanya.


Siu!


Dhuar! Dhuar! Dhuar!


Lesatan bola api terus menerus menyerangnya, Jingga membuat perisai iblis menutupi badannya dari bola api yang terus melesat mengenai dirinya.


"Aneh, kenapa aku tidak bisa melihat iblis yang menyerangku?" Gumam Jingga terus memindai arah bola api berasal.

__ADS_1


Jingga melayang terbang membiarkan ratusan bola api mengenai tubuhnya.


"Keluarlah pengecut!" Pekik Jingga begitu lantang.


Tidak ada sahutan dari iblis yang menyerangnya, ia langsung memancarkan aura iblisnya.


Pancaran gelombang aura iblisnya menggetarkan perisai iblis di sekitarnya. Jingga mengerutkan dahinya melihat lembaran tipis tak kasat mata, ia akhirnya mengetahui dirinya terjebak dalam ilusi iblis.


"Pantas saja aku tidak bisa berpindah tempat, ha ha bodoh! Harusnya aku bisa mengetahuinya di udara"


Jingga memancarkan kembali auranya menekan ilusi iblis yang membelenggunya.


Krak!


Retakan terdengar di sekelilingnya semakin cepat menyebar dan akhirnya ilusi iblis pecah.


Tampak terlihat olehnya seorang pria berdiri melayang di depannya, pria itu terlihat begitu sempurna wujudnya menyerupai manusia di alam fana.


"Master Emperor Berlian, hem lumayan tapi sangat disayangkan kau tidak menyadari potensimu, itulah buruknya apabila kekuatan didapatkan dari warisan seseorang. Kau akan merasa berpuas diri tanpa mau berusaha meningkatkannya" beber si pria sedikit kecewa melihat pemuda yang akan dihadapinya.


Jingga mengerutkan dahinya mendengar ucapan pria di depannya yang berkata benar, ia selama ini merasa dirinya yang terkuat karena mendapat warisan dari raja iblis Yuangu Mowang.


"Terima kasih kau menyadarkanku, baiklah aku akan mencoba bertarung denganmu" balas Jingga langsung mengeluarkan Jianhuimie Yuzhou miliknya.


Pria di depannya sedikit terkejut melihat pedang yang dikenalinya.


"Ha ha ha, aku akan mengujimu apakah kau layak mewarisi kekuatan Yang Mulia Agung? Bersiaplah!" Timpalnya lalu mengeluarkan pedang merah dengan kilatan api di bilahnya.


Siu!


Dhuar!


Dhuar! Dhuar! Dhuar!


Jingga berkali-kali terlempar jauh menabrak beberapa bukit yang hancur karena hantaman keras tubuhnya.


Tidak ada kesempatan untuk Jingga bangkit, bahkan ia tidak sempat menggerakkan jarinya.


"Chuanguo Yinying"


Jingga akhirnya bisa menghindari tebasan pria iblis, tanpa pikir panjang. Jingga langsung mengayunkan pedangnya menyerang pria iblis yang begitu mudah menghindari serangannya.


Siu! Siu!


Suara angin berkelebat dari setiap langkah cepat Jingga menebaskan pedangnya, namun tidak ada satu pun tebasannya yang mengenai pria iblis.


"Sialan! Kecepatannya melebihiku" rutuk Jingga mulai merasa kesal.


Ia tidak pernah menyerah untuk terus menyerang pria iblis yang tampak begitu tenang selalu menghindarinya.


"Aku suka sikap pantang menyerahmu, tapi kau begitu lambat dan mudah ditebak" ucap pria iblis sambil terus menghindari setiap tebasan yang mengarah kepadanya.

__ADS_1


Jingga tersulut emosinya merasa direndahkan oleh lawannya.


"Shashou Shouzi"


Jingga memutar pedangnya membentuk beberapa pola yang terus berubah. Ia semakin intens menyerang pria iblis dengan jurusnya.


Siu! Siu!


Lesatan energi semakin sering dikerahkannya untuk bisa sekedar melukai pria iblis. Namun hal itu tidaklah cukup untuk membuat lawannya tergores, bahkan selembar kain pun tidak tersentuh oleh pedangnya.


"Kau cukup menyenangkanku iblis muda, tingkatkan lagi usahamu!" Ucap pria iblis sedikit tertarik dengan lawannya.


Jingga lalu mengalirkan api semesta ke bilah pedangnya, ia berharap sedikit bisa melukai lawannya.


Kembali ia melesat menyerang pria iblis, sekarang pria iblis tidak berani dekat dengannya. Ia semakin berhati-hati terkena api semesta yang bisa menghancurkannya.


"Menarik, aku tidak bisa bermain-main lagi dengannya" gumam pria iblis semakin menjaga jarak menghindari tebasan pedang lawannya.


Pria iblis menduplikat dirinya membuat sepuluh bayangan, ia lalu membuat pola rumit di jarinya lalu menyerang Jingga dengan menebaskan pedang merahnya.


Siu!


Dhuar!


Jingga terlempar jauh, namun ia berhasil bangkit dengan cepat lalu menebaskan pedangnya.


Dhuar!


Lagi-lagi Jingga terlempar jauh, ia bangkit kembali dan langsung memindai sebelas pria iblis yang mengelilinginya.


"Sial! Aku tidak bisa membedakan mana dirinya yang asli" rutuk Jingga lalu kembali menyerang kesebelas pria dengan jurusnya.


Pedangnya hanya menembus kesebelas pria iblis tanpa bisa melukainya.


Kesebelas pria iblis menyeringai menatapnya, lalu kesebelasnya menyerang Jingga secara bersamaan.


Jingga memutar pedangnya membentuk perisai energi untuk melindunginya.


Siu!


Boom!


Ledakan paling besar terjadi di tanah yang membentuk kawah besar, Jingga berhasil menahannya, namun ia harus terlempar jatuh ke tanah.


Sebelas pria iblis menyatukan ujung pedangnya lalu berputar membentuk mata bor melesat cepat ke bawah.


Jingga yang melihatnya langsung berkelebat untuk menghindarinya, namun tubuhnya tidak bisa ia gerakan.


Jingga menggenggam pedangnya di dada lalu mengerahkan semua energi iblisnya pada bilah pedang.


Boom!

__ADS_1


"Aah!" Jerit Jingga merasakan sakit diseluruh tubuhnya.


__ADS_2