Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Xingchang: Keputusan Para Iblis


__ADS_3


Ketika Jingga dan kedua iblis hitam berada di aula utama istana iblis. Suasana dalam aula tampak begitu hening. Tidak terlihat satu pun keberadaan para pejabat istana maupun para prajurit penjaga. Jingga lalu memindai sekitarnya. Ia menemukan keberadaan penghuni istana yang sedang berkumpul di halaman luas yang berlokasi di beberapa blok bagian luar dari istana kerajaan.


"Yang Mulia, mereka semua ada di halaman yang biasa digunakan untuk eksekusi tahanan atau yang biasa disebut Xingchang," ucap To Tao memberitahunya.


Jingga menganggukinya pelan. Ketiganya lalu berkelebat ke area yang dituju. Sesampainya di halaman yang luas itu, tampak ratusan iblis berseragam zirah sedang berbaris rapi mengelilingi sebuah tungku api besar yang di bagian dalamnya terdapat lidah api yang berkobar. Di dekat tungku api tersebut, terlihat enam orang iblis yang sedang berlutut di lantai dengan tangan yang terikat oleh rantai energi. Salah satu di antaranya dikenali oleh Jingga. Orang itu adalah Nuren, ibunya Feichang.


Jingga lalu memasang perisai iblis untuk menyembunyikan kehadiran ketiganya dari penglihatan para iblis di tempat bernama Xingchang itu.


Suasana di Xingchang tampak sedikit janggal. Tidak terlihat keberadaan sang Ratu dan juga Jenderal Jieru di atas podium yang hanya berisi beberapa pejabat iblis berwajah datar.


"Di mana Nyonya Xin Li Wei dan Jenderal Jieru?" gumam tanya To Li terus mengedarkan pandangannya.


"Diamlah! Mungkin keduanya sedang berdiskusi di tempat lain." Kata To Tao tidak begitu memedulikan keberadaan sang Ratu dan Jenderal Jieru.


Jingga yang berada di tengah keduanya masih terlihat tenang tanpa banyak bergerak sedikit pun, bahkan dua pupil matanya masih diam menatap lurus ke arah tungku api.


Tap, tap.


Sekonyong-konyong terdengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga dari atas podium. Seorang wanita iblis berpakaian zirah berwarna hitam yang terlihat elegan dan memancarkan aura kewibawaannya berjalan ke arah tungku api.


Namun, kehadiran sang Jenderal tidaklah menarik perhatian Jingga. Ia menolehkan pandangannya ke arah podium, di mana sang Ratu sudah terlihat berada di antara para pejabatnya.


"Yang Mulia Ratu, sampai sekarang kita tidak mengetahui keberadaan gadis klan Linghun Lieshou yang bersekutu dengan pemuda iblis dari ras Tongzhi," ujar Jenderal Jieru memberikan laporan singkat,


"Mohon, Yang Mulia Ratu segera memberi perintah untuk mengeksekusi mati anggota klan Linghun Lieshou." Imbuh Jenderal Jieru sambil menjulurkan kedua tangannya yang terkepal.


Ratu Xin Li Wei menanggapi dengan menjulurkan telapak tangannya sebagai isyarat untuk menunda eksekusi.


"Gadis itu sudah berada di atas kita. Biarkan dia turun untuk bergabung dengan keluarganya," kata sang Ratu yang mengetahui keberadaan Feichang yang masih melayang di udara.


"Baik, Yang Mulia." Sahut Jenderal Jieru.


Feichang yang sudah diketahui keberadaannya langsung bergegas turun ke area Xingchang, lalu menghampiri ibunya. Baru saja langkah kakinya menginjak tanah, sang Jenderal Jieru langsung melilit tubuhnya dengan rantai energi.


"Selamat bergabung, Nona muda." Sambut Jenderal Jieru dengan seringainya yang dingin.


"Ha-ha-ha!" tawa Feichang menanggapi sambutan sang Jenderal.

__ADS_1


Jenderal Jieru mengacuhkannya, ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah podium. Tatapannya meminta persetujuan Ratu Xin Li Wei untuk segera memberinya izin mengeksekusi mati klan Linghun Lieshou. Namun sang Ratu masih saja terdiam, pandangannya tampak menyapu semua iblis yang berada di area Xingchang. Ia merasakan keberadaan Jingga dan kedua iblis hitam di antara semua iblis.


To Tao dan To Li melirik Jingga yang masih tenang saja. Akan tetapi keduanya tidak berani mengatakan sepatah kata pun kepadanya.


"Kalian bebaskan Chang'er dan keluarganya," ucap Jingga memberi perintah.


"Baik, Yang Mulia." Sahut keduanya lalu berkelebat ke tengah area.


Wuzz! Sret!


Tiba-tiba saja ikatan yang membelenggu tangan anggota klan Linghun Lieshou terlepas.


Sring! Sring!


Jenderal Jieru dan semua pasukan iblis langsung mengangkat senjata dalam posisi siaga meresponnya.


Beberapa saat kemudian, To Tao dan To Li menampakkan diri di samping ketujuh iblis yang dibebaskannya. Sontak saja kehadiran keduanya membuat suasana berubah menjadi mencekam.


Para pasukan iblis melangkah maju dengan berbagai senjata yang menjulur tegak ke depan.


"Tahan dulu!" pekik Ratu Xin Li Wei yang kedua bola matanya terus mencari keberadaan sosok Jingga.


Berbagai emosi bercampur aduk mengerubunginya. Ratu Xin Li Wei tahu, Jingga berada di salah satu sudut Xingchang. Setelah lama mencari, ia menjadi kesal sendiri. Ia lalu melayang terbang dan menjejakkan kakinya di samping Jenderal Jieru.


"Tidak perlu ada pertempuran, kekuatan keduanya di atas kita semua. Perintahkan pasukan kembali ke posisinya," ujuar Ratu Xin Li Wei.


Jenderal Jieru mengangkat sebelah tangan memberikan isyarat kepada semua pasukan yang dalam posisi siaga untuk kembali berbaris dalam posisi semula.


Sang Ratu kemudian menghampiri To Tao yang berada paling dekat dengannya.


"Di mana, Yang Mulia?" tanya Ratu ingin tahu.


"Yang Mulia berada di antara kita," jawab To Tao melirik ke arah Jingga berdiri.


Ratu Xin Li Wei mengikuti kemana arah mata To Tao melirik, ia langsung saja berkelebat ke arah yang ditunjukkan.


"Yang Mulia Tampan, tunjukkanlah dirimu!" pintanya.


Tubuhnya berputar-putar mencari keberadaan Jingga yang masih belum mau menunjukkan batang hidungnya.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh Ratu Xin Li Wei membuat lebih dari seratus iblis menoleh ke arahnya dengan tatapan heran.


Jingga sendiri merasa lucu melihat perilaku sang Ratu yang terlihat kebingungan mencarinya.


"Dasar betina tua tidak tahu diri!" ejeknya lalu membuka perisainya untuk menunjukkan diri.


Hampir semua mata iblis terfokus ke arahnya. Dalam benak para iblis, Jingga tidak terlihat laiknya seorang penguasa seperti yang dipikirkan oleh semuanya.


To Tao, To Li, dan juga Feichang mengetahui ketidakpercayaan para iblis melihat sosok Jingga. Ketiganya serentak menjatuhkan diri dalam posisi berlutut. Sontak saja semua mata teralihkan ke arah ketiganya.


Di posisi sang Ratu yang membelakangi para iblis, ia terlihat berbinar bisa bertemu kembali dengan pemuda yang ingin dijadikannya sebagai suami.


"Yang Mulia Tampan. Apa kau datang kemari untuk menemuiku?" tanya sang Ratu begitu percaya diri.


Jingga tersenyum kecut mendengarnya, ia lalu memicingkan mata ke arah para iblis yang sedang menatap heran pada kedua iblis hitam dan seorang gadis klan Linghun Lieshou yang berlutut.


Melihat kedua mata Jingga yang memicing, Ratu Xin Li Wei langsung berbalik melihat apa yang dimaksud oleh Jingga.


Tampak ratusan iblis mengalihkan kembali pandangannya ke arah sang Ratu. Mereka meminta penjelasan dari ratunya tersebut. Ratu Xin Li Wei memahami arti tatapan para iblis yang meminta jawaban dari dirinya, ia lalu menjawabnya dengan berlutut di depan pemuda yang masih menatapnya dengan seringai dingin.


Semakin terperangah para iblis melihatnya. Mereka semua dibalut rasa bingung dengan apa yang dilihat dari ratunya. Mau ikut berlutut, namun mereka tidak tahu kebenaran akan sosok Jingga. Tidak berlutut, mereka akan dianggap sebagai pengkhianat oleh sang Ratu.


Para pejabat istana yang berdiri di podium saling melirik satu dengan yang lainnya. Sama seperti pasukan iblis, para pejabat pun mengalami dilema untuk memutuskan pilihannya.


Uniknya, tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut para iblis. Walau dalam jiwa mereka saling bertikai untuk menentukan pilihannya.


Beberapa saat kemudian, satu per satu pasukan iblis menjatuhkan diri untuk mengikuti ratunya. Akan tetapi, hal itu tidak membuat efek domino bagi pasukan iblis lainnya.


Setelah beberapa waktu, hanya dua puluh pasukan iblis saja yang mau mengikuti sang Ratu. Dari pihak pejabat, hanya satu orang saja yang menjatuhkan diri berlutut mengikuti sang Ratu. Iblis itu adalah si penasihat Chao Fu.


"Nyonya, bangunlah!" pinta Jingga mengulurkan tangannya ke arah Ratu Xin Li Wei yang langsung menyambutnya.


"Hanya satu pejabat dan dua puluh iblis yang setia kepadamu. Pisahkan mereka dari yang lainnya." Imbuh Jingga.


Ratu Xin Li Wei menganggukinya. Ia lalu berbalik mengedarkan pandangannya ke semua area Xingchang, melihat siapa saja yang setia kepadanya.


"Semua yang berlutut, berdiri dan kemarilah!" Pekik Ratu Xin Li Wei begitu nyaring.


Kedua puluh pasukan iblis dan seorang penasihat langsung berdiri lalu menghampiri ratunya.

__ADS_1


__ADS_2