
"Saudara Jingga, biar aku saja yang menghadapi mereka" ucap Pangeran Qianfan menawarkan diri.
Jingga mengangguk setuju lalu menghampiri kedua wanita.
"Tuan-tuan semuanya, ayo kita mulai" pinta Pangeran Qianfan lalu mengeluarkan pedangnya.
"Ha ha, apa kau tidak sayang dengan wajahmu itu" timpal pria tinggi besar.
Tanpa menunggu kesiapan lawannya, Pangeran Qianfan mengujinya dengan mengayunkan pedangnya menyerang pria gemuk. Serangan cepat Pangeran Qianfan berhasil ditahan oleh pedang pria gemuk yang masih berdiri kokoh tidak bergeser sedikit pun.
"Kau lemah!" Ketus pria gemuk meremehkannya.
"Aku sengaja melakukannya agar kalian tidak banyak bicara" balas Pangeran Qianfan langsung menjulurkan kembali pedangnya bersiap untuk memulai pertarungannya.
"Sekarang giliranmu tuan gendut" pinta Pangeran menantangnya.
Pria gendut langsung mengalirkan energi spiritualnya ke bilah pedang, menciptakan kobaran api yang menyala pada seluruh logam pedang yang digenggamnya.
"Hiat!" Teriak pria gendut langsung melompat tinggi mengayunkan pedangnya
Trang!
Dhuar!
Tebasan pedangnya hanya menyentuh tanah, namun gelombang energi pedangnya berhasil menghancurkan sebatang pohon cukup besar.
Jingga melambaikan tangannya melemparkan reruntuhan pohon yang mengarah kepadanya.
"Sebaiknya kita menjauh dari sini" ucap Jingga langsung membawa kedua wanita menjauhi area pertarungan.
Pangeran Qianfan berkali-kali menghindari tebasan pria gendut, dengan cerdiknya Pangeran Qianfan menebaskan pedangnya memanfaatkan kecepatannya kepada beberapa pria yang berdiri menonton pertarungan keduanya.
Sret!
Sret!
Sret!
Tiga pria terjatuh dengan perut sobek terkena sabetan pedang Pangeran Qianfan.
Beberapa pria lainnya berhasil menghindari tebasan pedang Pangeran Qianfan dengan menjauhi area pertarungan.
Jingga tidak ingin ketinggalan, ia menciptakan energi pedang dengan jemarinya lalu melesatkannya ke arah beberapa pria yang tersisa.
Siuu!
"Ah!" Teriakan beberapa pria merasakan sakit di bagian dadanya yang terbelah oleh lesatan energi pedang yang mengenainya.
Pria gemuk yang sedang fokus pada pertarungannya menjadi teralihkan melirik ke arah suara teriakan teman-temannya sehingga dirinya terlambat menghadang tebasan cepat yang dilayangkan oleh Pangeran Qianfan.
Bugh!
__ADS_1
Kepalanya jatuh ke tanah dan mati seketika.
Pangeran Qianfan memasukkan kembali pedangnya ke dalam cincin spasialnya.
Jingga membawa kembali kedua wanita menghampiri Pangeran Qianfan yang telah menyelesaikan pertarungannya.
"Awal yang indah, Pangeran" decak Jingga terlihat senang dengan pertarungan yang diselesaikan dengan baik oleh Pangeran Qianfan.
Pangeran Qianfan tersenyum puas mendengarnya.
"Semoga banyak para kultivator yang menghadang petualangan kita ha ha ha" imbuh Jingga begitu haus akan pertarungan.
"Kakak gila" celetuk Bai Niu tidak suka mendengarnya.
Pangeran Qianfan langsung melangkah memimpin jalan dengan Jingga berada paling belakang melindungi kedua wanita cantik di depannya.
Keempat muda-mudi kembali melanjutkan perjalanannya.
Lama keempatnya berjalan menelusuri area hutan, Putri Qianmei tersandung akar pohon lalu terhuyung akan jatuh, Jingga dengan sigap langsung menangkap tubuhnya, akan tetapi karena terlalu cepat bereaksi, Jingga malah memegang sesuatu yang berharga milik Putri Qianmei.
"Eh maaf" ucap Jingga lalu membalikkan badan karena malu.
"Tidak apa-apa Kak Jingga, terima kasih" balas Putri Qianmei tidak mempermasalahkannya, namun seorang wanita lain begitu kesal melihat keduanya, ia langsung berjalan cepat menyusul Pangeran Qianfan yang berada di depannya, Bai Niu berpura-pura jatuh namun tidak sempat ditarik oleh Pangeran Qianfan yang selalu menatap lurus jalannya.
Sontak saja Jingga tertawa dengan puas melihat adiknya tersungkur jatuh.
"Kau tidak apa-apa Niu'er?" Tanya Pangeran Qianfan langsung membantunya berdiri.
Beberapa saat kenudian, keempat muda-mudi telah sampai di suatu area dataran tinggi seperti berada di atas bukit.
Jingga memperhatikan area di bawahnya yang terlihat basah ditumbuhi rumput liar di sekitarnya.
"Sepertinya kita harus terbang" ucap Jingga lalu menggenggam satu tangan di sebelahnya.
Pangeran Qianfan terkejut melihat tangannya digenggam oleh Jingga yang tidak menyadari tangan siapa yang ia genggam.
Tak ayal, Jingga langsung melirik ke arah sebelahnya lalu keduanya saling memandangi satu sama lainnya kemudian keduanya melepaskan pegangannya dengan cepat.
Bai Niu dan Putri Qianmei tak kuasa menahan tawa, keduanya begitu lepas menertawai kedua pria yang wajahnya berubah pucat.
Tidak mau terus merasa malu, Jingha menarik tangan Bai Niu lalu terbang di atas rawa yang begitu luas disusul oleh pangeran Qianfan yang membawa adiknya terbang.
Berada di tengah area rawa, Jingga merasakan adanya keberadaan beast monster di bawahnya, namun ia tidak menyerangnya karena beast monster hanya diam saja bersembunyi di lumpur yang menutupi tubuhnya.
Buzz!
Beast naga berwarna hijau menyerang Pangeran Qianfan dan Putri Qianmei secara mendadak.
Jingga langsung mengeluarkan Jianhuimie Yuzhou dan melemparkannya ke arah tubuh naga.
Dhuar!
__ADS_1
Dhuar!
Dua ledakan beruntun terdengar ketika Jianhuimie Yuzhou mengenai tubuh naga hijau.
Pangeran Qianfan dan Putri Qianmei terlempar jauh terkena dampak aura iblis dari Jianhuimie Yuzhou.
Jingga dengan kecepatannya berhasil menangkap kedua temannya sebelum terjatuh ke rawa.
Lalu dengan cepat Jingga membawa jauh ketiga temannya keluar area rawa dan mendarat di area rerumputan.
"Putri Mei'er kau tidak apa-apa?" Tanya Jingga memperhatikannya.
"Aku tidak apa-apa Kak" jawab putri Qianmei lalu tersenyum kepadanya.
Tak ingin kalah dari Jingga yang terlihat mesra, Bai Niu menghampiri pangeran Qianfan yang sedang duduk tidak jauh darinya.
"Pangeran Fan'er, bagaimana kondisinya?" Tanya Bai Niu sambil mengusap keringat wajah Pangeran Qianfan.
"Aku tidak apa-apa, terima kasih" balas pangeran Qianfan lalu berdiri menghampiri putri Qianmei.
"Kenapa kau lengah Pangeran?" Tegur Jingga merasa khawatir akan keselamatan Putri Qianmei.
"Maafkan aku, aku tidak sempat merasakan kehadiran naga itu, tapi terima kasih kau cepat menolongku" jawab pangeran Qianfan yang masih terkejut dengan serangan naga hijau.
"Ya sudah, kita istirahat di sini saja, tidak nyaman malam hari memasuki hutan, nanti ada yang tersandung, aku salah pegang lagi hehe" kekeh Jingga lalu membuat perisai disekitarnya.
Keempatnya duduk dengan santai menikmati suasana alam di sekitarnya, Jingga kembali berdiri merasakan keberadaan beast monster lainnya sedang mengintai dirinya.
Tak ingin terus terganggu, Jingga berkelebat ke arah para beast monster serigala kuning.
"Jainhuimie Yuzhou" panggil Jingga kepada pedangnya.
Jingga lalu mengeluarkan aura iblis untuk menekan keberadaan beast monster serigala kuning yang terus menatapnya dengan tatapan membunuh.
Bruuk!
Bruuk!
Suara gemuruh beast monster serigala kuning berlarian menjauhi Jingga.
Setelah tidak lagi merasakan keberadaan beast monster, Jingga berkelebat kembali ke arah teman-temannya.
"Saudara Jingga, ada apa?" tanya Pangeran Qianfan ingin tahu.
"Hanya beast serigala kuning yang mengintai keberadaan kita, tapi mereka langsung pergi jauh setelah melihatku" jawab Jingga lalu duduk kembali bersama ketiganya.
"Bisakah kalian berdua tidak menyebut kami sebagai Pangeran dan Putri, kami merasa kurang nyaman mendengarnya" imbuh Pangeran Qianfan yang dari beberapa hari lalu ingin mengatakannya.
Jingga melirik ke arahnya lalu berkata,
"selama kau tidak memanggilku saudara, bagaimana?" balasnya balik bertanya.
__ADS_1
Pangeran Qianfan tersenyum menyetujuinya yang diangguki oleh Putri Qianmei juga Bai Niu.