Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Long Yiban Yang Malang


__ADS_3

Jingga menggunakan mata iblisnya memperhatikan seorang pria bertanduk sedang menarik seorang kakek tua yang terasa seperti pernah mengenalnya.


"Sepertinya aku pernah bertemu dengannya, tapi di mana ya?" Tanya pikirnya kembali mengingat-ingatnya.


"Biarlah, aku bisa menanyakannya nanti" imbuhnya bergumam.


Jingga langsung memancarkan aura iblisnya di wilayah hutan Hantu.


Gelombang aura iblis langsung menyeruak ke seluruh area hutan. Beberapa beast monster yang bersembunyi langsung berlarian menjauhinya.


Long Yiban yang terus berkelebat langsung terjatuh menahan tekanan aura yang begitu kuat.


Sepuh sekte yang hanya seorang kultivator alam fana dan dalam kondisi terluka langsung tergeletak tidak sadarkan diri tidak kuat menahannya.


Suasana mencekam di wilayah hutan Hantu membuat ratusan roh bersuara nyaring berputar-putar di pepohonan.


"Ha ha ha, tempat yang indah dengan alunan suara yang begitu merdu" gumam Jingga merasakan kenyamanan berada di hutan Hantu.


"Tapi jangan pernah membawaku ke tempat seperti itu" sambung Xian Hou.


"Iya sayang, aku akan memilih tinggal di duniamu yang indah itu" balas Jingga.


"Tidak boleh, kau seorang iblis tidak bisa tinggal lama di alam jiwaku" balas Xian Hou melarangnya.


"Lalu aku harus tinggal di mana untuk bisa berdua menikmati hidup bersamamu?" Tanya Jingga.


"Terserah!" Jawab Xian Hou.


Jingga langsung menyerah tidak bisa menimpalinya lagi.


Beberapa saat kemudian, Long Yiban sampai di depannya.


Long Yiban begitu terkejut melihat seorang pemuda yang tidak seperti apa yang dibayangkannya dengan sosok raja iblis yang sering diceritakan oleh ratu Kalandiva kepadanya.


Ia meragukan pemuda di depannya bukanlah seorang raja iblis.


"Hei anak muda, bagaimana kau bisa berada di hutan ini? Apa kau terjebak hingga tidak bisa keluar dari hutan aneh ini?" Tanya Long Yiban tidak mengetahui dengan siapa ia berbicara.


Mendengar perkataan beast naga api hitam di depannya. Langsung terlintas dalam pikiran Jingga sebuah rencana untuk mengerjainya.


"Aku tidak tahu bagaimana aku bisa tersesat di sini, sudah setahun ini aku berputar-putar mencari jalan keluarnya tapi masih belum juga aku menemukannya. Sampai akhirnya aku bertemu dengan beberapa beast naga yang menyerangku, untung saja ada seorang pria yang begitu menyeramkan langsung membunuh semua beast naga" jawab Jingga mulai menjalankan rencananya.


Long Yiban menyipitkan matanya menatap lekat pemuda di depannya.


"Benarkah ucapanmu itu anak muda? Kalau kau berbohong, kau tidak akan pernah bisa keluar dari hutan ini" tanya Long Yiban memastikannya.


"Untuk apa aku membohongimu sedangkan aku sama sekali tidak mengenal dirimu, memangnya kau siapa harus aku bohongi" jawab Jingga membuat Long Yiban sedikit mempercayainya.


"Apa kau tahu di mana tubuh beast para naga?" Tanya Long Yiban langsung pada tujuannya.


"Ya, aku mengetahuinya, tapi kondisi mereka begitu mengerikan" jawab Jingga.

__ADS_1


"Itu tidak masalah, lalu di mana lokasinya?" Tanya kembali Long Yiban tidak sabar.


"Aku akan mengantarmu tapi kau harus melepaskan Kakek tua itu, tidakkah kau kasihan kepadanya" jawab Jingga.


"Jangan membodohiku anak muda, orang ini akan aku jadikan alat tukar untuk membawa tubuh anakku" sambung Long Yiban mulai emosi.


"Terserah kau saja, kau membunuh diriku pun tidak membuatmu bisa menemukan tubuh anakmu, aku beritahu padamu, iblis yang membunuh anakmu baru saja pergi meninggalkan hutan ini, kau hanya punya waktu beberapa saat saja untuk membawa tubuh anakmu, percayalah ia tidak pernah membiarkan para beast monster memiliki tubuh yang utuh" balas Jingga dengan tatapannya yang terlihat begitu serius.


"Baiklah, aku akan melepaskan Kakek tua ini, tapi cepatlah kau antar aku menemui tubuh putraku" ucap Long Yiban pasrah.


"Baik, gendong aku" pinta Jingga.


Long Yiban langsung menggendongnya, jingga membawanya ke tempat pertarungan Jirex.


Sesampainya di lokasi pertarungan di mana tubuh beast naga tergeletak, Jingga langsung menghilang dari punggung beast naga api hitam.


"Jirex! Waktunya makan" panggil Jingga.


Brr!


Jirex keluar dari alam jiwa dan muncul tepat di hadapan Long yiban yang begitu terkejut melihat beast monster yang tidak pernah dilihatnya.


Tanpa menunggu lama, Jirex langsung mengigitnya. Namun Long Yiban bukanlah beast naga biasa. Ia bisa meloloskan diri dari gigitan jirex.


Long Yiban meringis kesakitan setelah bahunya hancur digigit Jirex. Ia lalu mengalirkan energinya untuk menyembuhkan bahunya, namun ia kembali terkejut melihat bahunya tidak bisa kembali utuh.


Tidak ada pilihan untuknya kecuali bertransformasi ke wujud aslinya.


Dhuar!


Dhuar!


Jirex berderam terkena hantaman api hitam dari Long Yiban.


"Jangan cepat membunuhnya" pinta Jingga di jiwanya.


Jirex berderam menjawabnya, ia langsung melesat menabrak tubuh beast naga api hitam di depannya.


Pertarungan adu badan dari tubuh Jirex dengan tubuh beast naga api hitam yang melilit tubuh Jirex tampak terlihat seperti ajang pergulatan.


Beast naga api hitam terus melilitkan tubuhnya mencengkram kuat tubuh Jirex yang merasa sedang dipijiti.


Jirex berlari menabrakan tubuh beast naga api hitam yang terus meliltinya.


Dhuar! Dhuar!


Pohon-pohon bertumbangan terkena benturan keras dari tubuh beast naga api hitam yang terus dibenturkan oleh Jirex.


Long Yiban meraung kesakitan, tubuhnya berasa remuk terus menghantam pepohonan di hutan Hantu.


"Ha ha ha bagus Jirex" senang Jingga melihat pertarungan gulat beast monsternya.

__ADS_1


Tak tahan lagi tubuhnya terus dibenturkan oleh Jirex. Long Yiban langsung melepaskan lilitannya.


Bruk!


Long Yiban terkejut tubuhnya tidak bisa digerakkan, ia meraung keras merasakan sakit di seluruh tubuhnya.


Jirex dengan santainya mulai menggerogoti tubuh Long Yiban dari bagian ujung ekornya.


"Selamat menikmati makananmu Jirex" ucap Jingga yang dibalas dengan deraman.


Seperti sedang menikmati sebuah kue, jirex memotong bagian tubuh Long Yiban sedikit demi sedikit sebelum mengunyahnya.


Long Yiban begitu tersiksa menahan rasa sakit pada setiap irisan yang dirasakan tubuhnya.


Jingga langsung berkelebat ke arah kakek tua yang masih tidak sadarkan diri.


Ia mengalirkan energi iblisnya untuk menyembuhkan kakek tua yang kulitnya melepuh karena terbakar oleh api hitam yang berasal dari serangan Long Yiban.


Beberapa saat kemudian kakek tua membuka kembali matanya, ia menatap heran ke arah pemuda di depannya.


"Maaf, Kakek. Sepertinya aku merasa pernah melihat Kakek, tapi aku tidak ingat sama sekali kapan aku pernah bertemu dengan Kakek" ungkap jingga.


Kakek tua langsung menatapnya dengan lekat dan langsung teringat dengannya.


Kakek tua langsung tersenyum lembut lalu membelai wajah pemuda di depannya.


"Kau sudah tumbuh besar sekarang, tentu Kakek masih mengingatmu, kau pernah bertemu denganku waktu usiamu sepuluh tahun. Kau pemuda yang berasal dari kampung Cerita Hati, tapi maaf, Kakek lupa namamu" ujar kakek tua tidak mengingat nama pemuda di depannya.


"Aku Tang Xie Jingga, pamanku Chen Lau dan Bibiku Ning Rum. Aku saudara dari Chen Tian, apakah kakek mengingatnya?" Balas Jingga menanyakannya.


"Ha ha ha, Tian'er adalah muridku" jawab Kakek Sepuh mengingat semuanya.


"Apakah Kakek adalah Tetua dari sekte Teratai Langit?" Tanya Jingga seperti sedang menginterogasinya.


"Betul, aku adalah Xue Xianfeng. Perintis sekte Teratai Langit" jawab tetua sepuh memperkenalkan diri.


"Maafkan Kakek yang dulu tidak meloloskanmu menjadi murid sekte. Kakek sangat menyesalinya" imbuh Kakek Xue Xianfeng menatap lembut Jingga.


"Tidak masalah Kek, aku menyadari diriku tidak bisa berkultivasi. Jadi bukan sepenuhnya salah Kakek ataupun para Tetua Sekte" ucap Jingga menimpalinya.


"Mari Kek, aku antar Kakek keluar dari hutan ini" ajak Jingga lalu mengantarkannya keluar hutan Hantu.


Di area ilalang, Jingga langsung berpamitan kepada kakek sepuh Xue Xianfeng untuk kembali ke hutan Hantu.


"Nak Jingga, terima kasih kau telah menyelamatkan Kakek, tidak bisakah kau mampir sebentar di kediaman Kakek?" Ucap kakek sepuh Xue Xianfeng menawarkannya.


"Mungkin tidak sekarang, Kek. Tapi aku akan mengusahakannya untuk menyempatkan diri mengunjungi Kakek. Sampai bertemu lagi Kek" jawab Jingga langsung menghilang dari hadapan kakek Xue Xianfeng.


"Siapa sebenarnya dirimu Jingga? Aku sampai tidak bisa melihat tingkat kekuatanmu" gumam tetua sepuh Xue Xianfeng.


Ia langsung berkelebat kembali ke sekte Teratai Langit.

__ADS_1


__ADS_2