
"Istriku, tidak nyaman kita terus berada di kamar sementara semua orang masih berada di aula" ucap Jingga yang masih berbaring memeluk istrinya.
"Huh! Siapa suruh membawaku ke sini" dengus Xian Hou menyalahkan suaminya.
"Ya sudah, ayo kita kembali" timpal Jingga langsung beranjak menarik tangan istrinya.
Keduanya tampak merasa heran melihat suasana istana begitu hening.
Sesampainya di aula istana, mereka hanya melihat keluarganya saja bersama orang-orang istana kekaisaran Fei.
"Ha ha ha, kalian begitu agresif membuatkan kami cucu" ejek Zhen Lie pada keduanya.
Xian Hou yang menyamar kembali menjadi nenek Sashuang begitu malu mendengarnya, ia seenaknya saja mencubit pinggang Jingga.
"Aw! Kau selalu saja mencubitku" keluh Jingga menahan kesakitan dicubit istrinya.
"Ayah, cepat sekali acaranya selesai?" Tanya Jingga.
"Itu karena kalian berdua, mereka semua merasa tidak nyaman berada di istana sementara pengantinnya sedang memadu kasih" jawab Zhen Lie yang membuat Xian Hou kembali mencubit suaminya.
"Eh, tidak kena!" Ejek Jingga berhasil mengjindarinya.
Xian Hou langsung menatapnya dengan dingin, namun Jingga berpura-pura tidak melihatnya dan berlalu ke arah adiknya Qianfan yang sedang menyuapi istrinya Du Zhia.
"Romantis sekali kedua adikku ini" puji Jingga lalu duduk di dekat keduanya.
"Ha ha, kemana Kak Hou'er?" Tanya Qianfan tidak melihatnya.
"Sebentar lagi dia akan kemari" jawab Jingga menebaknya.
Benar saja di belakangnya Xian Hou berjalan menghampirinya.
"Aku akan berbulan madu dengan istriku di kekaisaran Xiao, sekalian aku akan memperkenalkannya dengan Paman dan Bibiku di kampung Cerita Hati, jadi aku tidak bisa membawa kalian" ujar Jingga tidak ingin melibatkan keduanya yang baru saja menikah.
"Begitu ya, baiklah tidak masalah. Kami juga akan berbulan madu di sini, istriku masih ingin bersama sepupunya Ratu Xia. Lalu kapan kita akan berpetualang lagi?" Balas Qianfan menanyakannya.
"Aku belum bisa menjawabnya, jadi kita nikmati saja bukan madu kita" jawab Jingga belum mengetahuinya.
"Maaf menyela, bagaimana dengan Mei'er dan Niu'er?" Tanya Du Zhia ingin tahu.
"Keduanya ikut bersama kami" jawab Xian Hou yang membuat Jingga merasa heran.
Jingga melirik istrinya menanyakan alasannya.
"Kau tahu, aku hanyalah seorang peri. Aku tidak bisa lama berada di luar, jadi selama perjalananmu, aku tidak bisa menemani. Kau akan ditemani oleh kedua adikmu tersayang. Apakah kau senang suamiku?" Ucap Xian Hou di dalam batin Jingga.
"Kenapa kau tidak bisa menemaniku?" Jingga balik bertanya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak berpikir yang membuat energi di alam fana lenyap adalah diriku? Alam ini tidak akan seimbang kalau diriku terus menggunakan energinya, para dewa akan turun ke alam fana dan itu akan mempercepat kehancuran alam semesta" beber Xian Hou menjelaskannya.
Jingga memahaminya walau kecewa rencana bulan madunya kandas.
"Baiklah, lalu bagaimana kalau aku merindukanmu?" Tanya Jingga.
"Dasar iblis bodoh! Hatimu terikat denganku" jawab Xian Hou sambil menggelengkan kepalanya.
"He he maaf" timpal Jingga mengakhiri obrolan dalam batinnya.
Bai Niu dan Qianmei menghampiri keempatnya dengan bergembira.
"Ada apa dengan kalian berdua?" Tanya Qianfan merasa heran.
"Kami mendengar ucapan Kak Hou'er, jadi kami senang bisa bertualang lagi" jawab Qianmei langsung meluruh ke arah Xian Hou.
"Kalian berdua jaga suamiku, jangan biarkan ia tergoda oleh gadis lain" ucap Xian Hou lalu memeluk kedua adiknya.
"Siap, Kak!" Sahut keduanya.
Jingga menatap Qianfan dengan mengangkat kedua alisnya berkali-kali. Hal itu membuat Du Zhia begitu merah wajahnya.
Xian Hou yang melihatnya langsung mencubit pinggang Jingga.
"Jangan menggoda adikmu, suami nakal!" Tegur Xian Hou.
Keempat adiknya langsung tertawa melihatnya.
"Siap, Bu" sahut Jingga tersenyum menaggapi ibunya.
Zhen Lie, Luo Xiang, Jingga dan kedua adiknya lalu menghampiri kaisar Fei Huang dan istrinya ratu Xia.
"Jangan katakan kalian akan berpamitan kepadaku" ucap kaisar Fei Huang menebaknya.
"Ha ha ha, bukankah kami bebas untuk kembali ke istanamu Kaisar?" Tanya Jingga.
"Ya, itu benar. Tapi bisakah kalian menginap beberapa hari lagi?" Jawab kaisar Fei Huang balik bertanya.
"Kalau kau menahan kami, kau pasti akan menyesalinya" jawab Jingga mengingatkannya.
"Oh iya, ada kedua adikku yang tinggal bersama kalian. Jadi berlombalah membuatkan keponakan untuk diriku" imbuh Jingga.
"Ha ha, tentu aku akan terus mencobanya" balas kaisar Fei Huang sedikit malu.
Zhu Xia di sampingnya langsung menundukkan wajah merasa malu.
"Xia'er, pastikan kau berpindah kamar. Siapa tahu dengan begitu, kalian bisa memiliki anak" ucap Jingga menatap adiknya.
__ADS_1
"Aw!" Kaget Jingga merasakan sakit di pinggangnya.
"Kalau ngomong dijaga, aku kan jadi ingat waktu mendengar keduanya bercinta" ucap Xian Hou membuat kaisar dan ratu semakin merah wajahnya.
"Maafkan anak dan menantuku Kaisar" potong Luo Xiang lalu berpamitan diikuti yang lainnya.
Jingga langsung membuatkan portal dimensi untuk kedua orang tuanya. Setelahnya ia membuat portal dimensi ke kampung Cerita Hati.
"Semuanya, sampai bertemu lagi. Pastikan keponakanku yang menyambut kedatangan kami" ucap Jingga lalu memasuki portal dimensi bersama ketiga gadis.
Jingga terus menatap sebuah gerbang kecil dengan tulisan yang masih sama seperti terakhir kali ia melihatnya.
"Kak Jingga, ke mana Kak Hou'er?" Tanya Qianmei yang daritadi mencari kakak iparnya.
"Dia ada di hatiku, jadi kalian berdualah yang akan terus menemaniku" jawab Jingga lalu berbelok ke arah kebun milik pamannya.
Keduanya mengangguk begitu senang mendengarnya.
"Kak, kita mau ke mana?" Tanya Bai Niu heran.
"Ikuti saja" jawab Jingga tanpa meliriknya.
Ketiganya berjalan santai menelusuri jalan setapak ke arah perkebunan penduduk kampung Cerita Hati.
"Wah, banyak kupu-kupu" ucap Bai Niu lalu berlarian mengejarnya.
Qianmei pun ikut berlari menyusulnya. Jingga masih terus berjalan ke arah beberapa petani yang sedang sibuk bercocok tanam.
"Bahagianya setelah lama tidak melihat kebun pamanku" ucap Jingga terus menghirup napas segar yang diberikan oleh alam.
Trang! Trang!
Terdengar suara pertarungan dari arah lainnya, Jingga langsung berkelebat ke sumber suara.
Tampak terlihat olehnya, kedua adiknya sedang bertarung menghadapi sepuluh kultivator bersenjata golok.
"Hem! Berani sekali mereka membuat keributan di kampung terdamai di alam semesta ini" gumam Jingga langsung duduk melihatnya.
"Jingga!" Teriak seorang pria memanggilnya.
Jingga kembali berdiri lalu melirik keberadaan beberapa pria yang berdiri dari kejauhan. Ia menyipitkan matanya melihat seorang pria yang masih dikenalinya.
"Tian'er" gumam Jingga langsung berlari menghampirinya.
"Wah, hebat. Kau sudah berada di ranah Ahli Perak" puji Jingga lalu mendekapnya.
"Ha ha, kau bisa saja. Apa kau tidak takut melihat pertarungan begitu dekat? Mereka adalah orang-orang sekte Kalajengking Es yang baru berdiri tiga tahun lalu, kabarnya mereka adalah para kultivator jalur iblis tapi kedua gadis cantik yang menjadi lawannya itu aku tidak mengenalinya" ujar Chen Tian menjelaskannya.
__ADS_1
"Kedua gadis itu adalah adikku" balas Jingga.
"Yang benar? Keduanya sangat cantik, apakah salah satunya adalah kekasihmu" Tanya Chen Tian ingin tahu.