Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Keinginan Sang Ratu Iblis


__ADS_3


To Li, To Tao, dan Jingga langsung berkelebat memasuki gerbang portal. Sementara Ratu Iblis masih saja diam menunduk di dalam dimensi alam fana buatan.


"Ke mana Nyonya Xin Li Wei?" Tanya To Tao baru menyadarinya.


Jingga berbalik ke arah portal yang mulai menutup. Ia lalu melemparkan benang energi menarik tubuh sang Ratu yang masih berdiri diam kemudian melemparkannya ke tanah.


Wuzz!


Gedebuk!


"Aduh! Siapa yang melemparku?" Erang sang Ratu yang tersungkur jatuh di tanah.


Jingga dan kedua iblis hitam berpura-pura tidak mendengarnya. Ketiganya seloroh meninggalkan sang Ratu yang sedang mengibaskan gaun merahnya yang kotor.


"Dasar iblis sialan!" Rutuk sang Ratu lalu berjalan cepat menyusul ketiganya.


Jingga melangkah ke arah gua tempat Feichang berada. Di ambang pintu gua, Jingga menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap To Li dan To Tao.


"Ada temanku yang kehabisan energi. Aku minta kepada kalian berdua untuk mencari energi iblis yang berada di ranah Emperor Platinum." Pinta Jingga memberikan perintah kepada keduanya.


"Baik, Yang Mulia. Kami akan mencarinya." Sahut To Tao.


Keduanya lalu berubah menjadi gumpalan angin dan langsung melesak pergi entah ke mana. Sementara Ratu Xin Li Wei berdiam diri sambil terus menatap pemuda yang sudah kembali pada sosoknya sebagai Jingga.


"Nyonya sebaiknya kembali ke istana. Di sini tidak ada apa pun selain aku dan Chang'er." Ucap Jingga memintanya.


"Sebelum aku pergi, aku ingin tahu statusku sebagai apa?" Balas Ratu Xin Li Wei meminta kejelasan.


"Kau tetaplah seorang ratu iblis. Tapi aku tidak bisa menggantikan peran Yuangu Mowang sebagai suamimu. Aku tetaplah seorang Jingga yang akan selalu pergi ke mana pun aku inginkan."


"Apa gunanya diriku sebagai ratu? Sementara yang berkuasa adalah dirimu,"


Seutas senyum terukir dari bibir Jingga menanggapinya. Sorot matanya lembut menatap mata sayu sang Ratu.


"Biarkan saja label penguasa melekat pada diriku. Kau jangan terbebani dengan hal itu. Aku hanya berkuasa atas diriku sendiri, bukan pada orang lain, apalagi menjadi penguasa di alam iblis ini," tukasnya.


"ta-tapi, bukankah ini menjadi takdirmu sebagai penguasa bangsa iblis?"


"Perlu kau ketahui, awalnya aku ingin membinasakan semua bangsa iblis agar tidak menjadi biang masalah pada bangsa manusia di alam fana. Namun, aku mengubur dalam keinginan itu di lubuk hatiku, dan aku tahu, keberadaan bangsa iblis dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam semesta." Ungkap Jingga.

__ADS_1


"Lalu apa tujuanmu membangun pasukan iblis?" Tanya Ratu Xin Li Wei ingin mendengar jawabannya langsung.


"Suatu hari nanti aku akan membutuhkannya, aku hanya memilih iblis yang bisa aku andalkan. Hanya itu saja!"


"Iblis sepertimu tidaklah membutuhkan pasukan. Kau bahkan mampu membantai banyak iblis ketika membakar pasar,"


"Ha-ha-ha!" Tawa Jingga teringat kembali waktu ia masih baru menginjakkan kakinya di alam iblis.


"Baiklah, aku memahaminya. Tapi, a-aku ingin punya peran lebih di sisimu." Kata Ratu Xin Li Wei mengisyaratkan tujuannya.


"Ha-ha, kau ini ada-ada saja. Apa menjadi seorang Ratu bangsa iblis masih kurang untukmu, Nyonya?"


"Aku kesepian." Ungkap sang Ratu langsung menunduk malu.


Jingga tersentak mendengarnya. Ia baru menyadari tujuan perbincangan dengannya.


"Waduh! Untuk urusan itu bukanlah ranahku, Nyonya ... lagipula aku sudah memiliki istri yang sangat cantik." Sergah Jingga menolaknya.


"Aku tidak peduli!" Tegas sang Ratu.


Jingga menarik napas dalam lalu menghempaskannya perlahan. Ia sedikit kesal dengan sifat Ratu iblis yang keras kepala.


"Sebaiknya Nyonya lekas pergi atau alam iblis tidak lagi memiliki seorang ratu," ucap Jingga mengancamnya.


"Maaf, Nyonya. Tapi aku tidak menginginkan dirimu ... pergilah!"


"Huh! Aku tidak akan menyerah untuk terus mengejarmu, Tampan." Dengus Ratu Xin Li Wei lalu membuang muka dan berbalik pergi melayang terbang meninggalkan Jingga yang langsung menggelengkan kepala menanggapinya.


"Dasar iblis betina! Sungguh tidak tahu malu!" Ketus Jingga lalu memasuki gua.


Belum sempat Jingga duduk bersandar pada dinding gua. To Tao dan To Li sudah berada di luar gua dengan membawa empat iblis dari ras Shashou.


"Cepat sekali mereka tiba, aku bahkan belum sempat bersandar," keluhnya lalu berbalik kembali ke luar gua untuk menyambut keduanya.


Tampak keempat iblis yang dibawa oleh To Tao dan To Li dalam kondisi sekarat dan terikat oleh rantai energi.


"Yang Mulia, apakah empat iblis yang berada di ranah Emperor Platinum yang kami bawa sudah cukup?" tanya To Tao.


"Lebih dari cukup. Bawa keempatnya ke dalam!" Kata Jingga lalu berbalik kembali memasuki ruang gua diikuti oleh To Tao dan To Li sambil menarik keempat iblis Shashou.


Di dalam ruang gua yang tidak begitu luas. Jingga langsung saja menyentuh tanduk si gadis dengan ujung jarinya. Ujung jari satunya menghisap energi iblis dari salah satu iblis Shashou. Hanya beberapa saat saja, Jingga selesai memindahkan energi iblis dari keempat iblis Shashou secara bergantian ke dalam tubuh si gadis yang terbaring di lantai tanah gua.

__ADS_1


Kedua mata Feichang akhirnya terbuka. Ia langsung menatap lekat pemuda yang berdiri di sampingnya.


"Pria Imut. Apakah kita sudah sampai di benua Siwang Zhihong?" tanya Feichang.


"Ya, kita sudah memasuki wilayah Siwang Zhihong, namun masih perlu beberapa waktu lagi untuk tiba di kediamanmu," kata Jingga menjelaskan.


Feichang lalu duduk. Pandangannya beralih ke arah dua iblis hitam dan memperhatikannya dengan tatapan penuh selidik.


"Bukankah kalian berdua berasal dari sekte Lembah Iblis?" tanya Feichang.


"Betul. Kami berasal dari sana, dan kau adalah nona muda dari klan Linghun Lieshou," jawab To Li sekaligus memastikan asal si gadis.


"Ha-ha. Bagaimana kalian bisa sampai mengenali Yang Mulia pria imut?" sambung tanya Feichang ingin tahu.


"Kami sengaja mencari ...,"


"Tunggu!" Potong Feichan menemukan kejanggalan,


"Kenapa kalian hanya berdua? bukankah kalian selalu bertiga?" lontar tanya Feichang baru menyadarinya.


"Sudah aku bunuh," kata Jingga menjawabnya,


"Bangunlah! Kita harus bergegas pergi dari sini." Imbuh Jingga memintanya.


Jingga lalu menoleh ke arah keempat iblis yang tergeletak tidak berdaya lalu menjulurkan jari telunjuk untuk meleburnya. Namun Feichang dengan cepat menarik tangan Jingga.


"Pria Imut. Biar aku memakan jiwanya," kata Feichang lalu menghisap jiwa keempat iblis Shashou dan langsung membakarnya.


"Ayo kita pergi. Aku akan bicara kepada ibuku tentangmu, Pria Imut," Ajak Feichang.


"Maaf, Nona. Sepertinya keluargamu akan segera dieksekusi, tadi aku sempat melihatnya dibawa oleh Jenderal Jieru dan pasukannya." ujar To Tao memberitahunya.


Feichang langsung mendelik dengan raut wajah terkejut mengetahuinya. Ia tidak menanyakan dahulu kebenarannya karena mengetahui akan konsekuensi dari kegagalan misi yang diembankan kepadanya. Tanpa meminta izin kepada Jingga, Feichang seloroh melayang pergi meninggalkan Jingga dan kedua iblis hitam.


"Yang Mulia, apakah kita akan mengejarnya ke istana?" tanya To Tao.


"Kita bisa mendahuluinya," sambung To Li lalu membuat portal dimensi yang langsung memasuki area dalam istana iblis.


"Baru kali ini aku mengetahui dirimu pintar. Ha-ha-ha." Celetuk Jingga terkekeh memujinya.


Mimik wajah To Li langsung berubah semakin jelek dilihatnya. Sontak saja hal itu membuat Jingga tertawa lebar karenanya.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian berdua belajar dari ras monster iblis cara mengendalikan emosi." saran Jingga lalu bergegas memasuki portal dimensi diikuti oleh keduanya yang merengut.


__ADS_2