
Feichang yang mendengarnya langsung diam tidak bersuara.
"Ibumu akan menjalankan misi membantai klan Ye Gui di benua hitam Heibiantan, nama yang terdengar asing buatku. Apa kau mengetahuinya?" Tanya Jingga ingin tahu.
Feichang diam saja tidak berani bersuara, ia begitu takut Jirex memakan mulutnya.
Jingga yang melihat raut ketakutan di wajahnya langsung tersenyum lembut menatapnya.
"Aku tidak akan meminta Jirex untuk memakan mulut bawelmu itu, jadi sekarang jawablah pertanyaanku" ucap Jingga memintanya.
Feichang masih tidak mau menjawabnya, ia merasa pertanyaannya tidak ada yang dijawab oleh pemuda di hadapannya.
"Masih tidak mau bicara juga, berarti mulutmu sudah tidak berguna lagi. Aku akan memanggil Jirex untuk memakannya" ancam Jingga mulai serius menatapnya.
"Jangan! aku mohon jangan minta gadis itu memakan mulutku. Baik aku akan menjawabnya" balas Feichang seketika.
"Klan Ye Gui yang aku tahu adalah klan iblis merah yang biasa keluar masuk alam fana sebagai hantu malam, namun aku tidak tahu apa misi sebenarnya klan Ye Gui di alam fana, aku sendiri tidak pernah pergi ke alam fana" ujar Feichang menjelaskan.
"Tunggu dulu! Siapa yang meminta Ibumu memusnahkan klan Ye Gui?" Tanya Jingga kembali.
"Biasanya perintah datang dari Jenderal Jieru" jawab Feichang.
"Baiklah, terima kasih kau menjawabnya" ucap Jingga lalu menggantungkan tubuh Feichang di pengait.
"Pria imut, bisakah kau membawaku ke kota?" Pinta Feichang.
"Untuk apa aku membawamu ke kota?" Tanya Jingga heran.
"Di sudut kota ada pasar iblis, siapa tahu ada tubuh gadis yang bisa aku masuki sebagai tubuh baruku" jawab Feichang menjelaskan.
Jingga mengerutkan dahi mendengarnya. Ia menatap lekat wajah Feichang.
"Benarkah ucapanmu itu?" Tanya Jingga dengan tatapannya yang serius.
Feichang mengangguk dengan seringainya yang membuat Jingga semakin penasaran untuk mendatangi pasar yang disebutkan Feichang kepadanya.
Sret!
"Ah!" Jerit Feichang merasakan kembali kesakitan setelah Jingga memotong sisa kakinya.
"Chang'er, ada apa?" Tanya seorang laki-laki dari kejauhan.
"Tidak ada apa-apa Kek" sahut Feichang yang tanduknya dipegang Jingga.
Suasana hening kembali, Feichang masih meringis kesakitan dengan bagian tubuhnya yang baru terpotong.
__ADS_1
"Pria imut, kenapa kau memotongnya?" Tanya Feichang.
"Biar mudah membawa tubuhmu" jawab Jingga langsung membawanya terbang ke udara.
Jingga melesat ke arah kota yang baru dikunjunginya tadi. Sesampainya di atas kota, Jingga langsung memindainya memperhatikan kerumunan iblis di bawahnya.
"Kau cari apa pria imut? lokasinya ada di ujung kota sebelah kiri tepatnya di bangunan yang paling besar" ucap Feichang memberitahunya.
"Ha ha, aku lupa membawamu yang seperti buntelan" balas Jingga lalu melesat ke bangunan besar di arah kiri posisinya melayang.
Jingga langsung mendarat tepat di pintu masuk bangunan. Ia tampak berbinar melihat suasana di dalam gedung yang begitu ramai dipenuhi berbagai jenis iblis.
"Cepatlah masuk! Aku ingin memiliki tubuh baru" pinta Feichang begitu tidak sabar.
Jingga langsung melangkah memasuki pasar, ia yang tadinya begitu senang dengan suasana ramai sekarang menjadi terbalik 360 derajat setelah melihat banyaknya tubuh manusia yang sedang dihisap darahnya oleh iblis hitam dan sisanya dimakan oleh iblis biru.
"Pria imut, tempatnya ada di kanan, kenapa kau lurus terus?" Tegur Feichang.
Jingga langsung berbalik dan berbelok ke arah yang ditunjukkan oleh Feichang.
Sekarang Jingga begitu terperangah melihat ribuan tubuh beast monster yang sudah terpotong-potong kecil.
"Chang'er, untuk apa tubuh para beast monster itu?" Tanya Jingga.
Setelah beberapa langkah, akhirnya Jingga sampai juga di depan pintu masuk yang memisahkan area perdagangan.
"Bukalah!" Pinta Feichang.
Jingga langsung membukanya, kali ini Jingga merasa emosi melihat banyaknya manusia yang masih hidup terkurung di dalam jeruji besi yang memancarkan hawa panas.
Beberapa iblis merah langsung menghampirinya menawarkan dagangannya.
"Tuan Muda, aku punya seorang gadis cantik untuk pengganti tubuh adikmu, kemarilah! Hanya dua puluh jiwa Master Perak saja untuk mendapatkannya" ujar seorang pedagang merayunya.
Jingga melirik Feichang, namun Feichang menggelengkan kepala menolaknya.
Jingga melanjutkan langkahnya sampai Feichang memberitahunya pedagang mana yang ingin ia pilih.
Beberapa saat kemudian, Feichang meminta Jingga ke sebuah toko yang tampak tertutup bagian luarnya.
Jingga langsung mengetuk pintu, seorang iblis tua membuka pintu lalu membawa Jingga memasuki ruangannya.
"Nona, apa yang terjadi denganmu?" Tanya iblis tua begitu heran dengan keadaan Feichang.
"Tidak apa-apa, hanya kecelakaan kecil saja" jawab Feichang.
__ADS_1
"Ada dua gadis yang bisa kau pilih untuk tubuh barumu, tapi harganya sangatlah mahal. Berhubung kau dari keluarga Linghun Lieshou, aku hanya akan meminta biaya modalku saja. Kedua gadis ini merupakan seorang putri dari kerajaan, walaupun bukan kerajaan besar, tapi keduanya sangatlah cantik dan baru mati beberapa waktu yang lalu, kalau di alam fana sekitar sebulanan" ujar iblis tua membeberkannya.
"Bawakan saja, kalau cocok aku akan mengambilnya, sekalian bantu aku memasuki tubuhnya" balas Feichang merasa tertarik dengan penjelasan iblis tua.
"Baiklah, kalian tunggu di sini, aku akan mengambilnya" timpal iblis tua lalu memasuki bagian dalam tokonya.
"Sayang sekali keduanya mati, kalau masih hidup. Jiwanya akan aku jadikan mainan sebelum memakannya" ucap Feichang yang suka bermain.
"Kenapa kau harus memakan jiwanya, kau kan belum tahu apakah kedua gadis itu seorang kultivator atau bukan?" Tanya Jingga.
"Ha ha ha, buat iblis wanita itu sangat berguna untuk memancarkan aura kecantikan, semakin cantik semakin baik" jawab Feichang menjelaskannya.
Iblis tua kembali membawa mayat kedua gadis, Jingga sontak saja langsung mencengkeram wajah iblis tua.
"Katakan kepadaku di mana kau mendapatkannya?" Tanya Jingga semakin menekan cengkeramannya.
"Pria imut, ada apa denganmu?" Tanya Feichang begitu kaget melihatnya.
Jingga mengacuhkan pertanyaan Feichang, ia hanya ingin mendengar jawaban dari iblis tua yang meringis kesakitan.
"Aku mendapatkannya dari Bangfei, kenapa kau harus menyakitiku?" Jawab iblis tua balik bertanya.
"Apa itu Bangfei?" Kembali Jingga menanyakan.
"Bangfei adalah iblis penyalur" potong Feichang menjawabnya.
Jingga langsung melepaskan cengkeramannya, ia lalu menatap kedua gadis yang pernah diselamatkannya.
"Pria imut, apa kau mengenali keduanya?" Tanya Feichang.
"Ya, keduanya berasal dari kerajaan Xin Yue. Yang paling muda adalah Putri Daishu dan saudarinya" jawab Jingga semakin menguatkan tekadnya untuk membantai para iblis.
Feichang merasa tidak enak hati untuk mengambil salah satu dari tubuh kedua gadis.
"Maaf, Paman. Aku tidak jadi mengambilnya, apakah ada tubuh gadis lainnya?" Ucap Feichang menanyakannya.
"Ada, tapi kau harus mengambilnya" jawab iblis tua lalu membawa kembali dua tubuh gadis namun Jingga menahannya.
"Berapa harga untuk keduanya?" Tanya Jingga.
"Seratus jiwa Master Perak" jawab iblis tua dengan cepat.
Jingga langsung menarik jiwa sebanyak yang diminta oleh iblis tua dari alam jiwanya. Hal ini juga yang menjawab misteri kenapa Yuangu Mowang membelenggu banyak jiwa kultivator di alam jiwanya, tak lain sebagai alat transaksi di alam iblis.
Setelah membayarnya, Jingga langsung memasukkan kedua tubuh gadis ke alam jiwanya. Ia berniat akan menguburkannya nanti ketika dirinya kembali ke alam fana.
__ADS_1