Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Nona Chyou


__ADS_3

Senyum Jingga berhenti tatkala para prajurit iblis telah lenyap dari pandangannya. Ia pun mengalihkan pandangannya pada gadis iblis di sampingnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Jingga heran.


Xinxin berkedip manja menjawabnya. Ia lalu menarik tangan Jingga memasuki gerbang kota.


Tap, tap!


Keduanya terus melangkah menyusuri lorong yang cukup panjang, di mana pada dua sisi tebing lorong terdapat banyak ukiran kuno yang menjadi khas kota Zhandao Shibing.


"Wah! Sudah banyak berubah," seru Xinxin memperhatikan bagian dalam kota Zhandao Shibing yang terlihat sangat megah layaknya sebuah kota di alam fana.


Tak terkecuali dengan pemuda di sebelahnya. Jingga tampak begitu kagum dengan suasana kota yang jauh dari kesan menyeramkan seperti kota-kota alam iblis yang pernah dikunjunginya.


"Kak, kita jalan-jalan dulu atau langsung cari penginapan?" Tanya Xinxin.


"Kita cari penginapan saja. Aku ingin sejenak bermeditasi." Jawab Jingga memutuskan pilihannya.


"Baik, Kak. Aku akan membawa Kakak ke penginapan langgangan keluargaku," Timpal Xinxin lalu berbelok ke arah kiri dari jalan utama kota Zhandao Shibing.


Beberapa langkah kemudian, keduanya sampai pada penginapan yang lumayan besar dan cukup ramai suasananya. Tampak beberapa iblis dari berbagai ras sedang bercengkrama di lantai utama penginapan. Akan tetapi, kehadiran keduanya tidak disukai oleh iblis dari ras Shashou, yaitu iblis merah pembantai yang terus menatap keduanya dengan sorot mata membunuh.


"Xin'er, kau pesanlah satu kamar untuk kita. Aku ingin bermain-main dengan iblis merah," ucap Jingga yang tertarik dengan tatapan dingin para iblis Shashou.


"Baik, Kak." Balas Xinxin lalu menemui iblis pelayan yang terlihat sedang sibuk dengan tamunya.


Jingga melangkah santai menghampiri beberapa iblis yang terus menatapnya dingin. Para iblis merah langsung mengeluarkan aura iblis untuk menekan Jingga yang semakin dekat menghampirinya.


Jingga tidak merasakan dampaknya sama sekali. Ia dengan santainya duduk menyempil di antara para iblis merah, lalu mengeluarkan araknya.


Glek, glek!


"Aah,"


"Kalian tahu, aku sudah lama tidak menenggak arak. Ayo kita bersulang!" Celetuk Jingga sambil mengacungkan botol arak di tengah para iblis merah.


"Hei, iblis Tongzhi. Apa kau menantang kami?"


Jingga menoleh ke arah suara iblis yang berada di sisi kanannya, lalu berkata,


"Kau harus membedakan antara tantangan dengan ajakan. Aku mengajak kalian semua untuk bersulang. Ayolah kawan!"


"Ha-ha-ha. Kau menawarkan kami arak yang bukan terbuat dari darah. Maaf saja, kami menolaknya,"


"Sebaiknya, kau lekas pergi sebelum kami menghancurkan tubuhmu." Imbuh sang iblis merah mengusirnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pergi karena gadisku sudah menungguku. Kalian cukup beruntung."


"Apa maksud perkataanmu itu?" Tanya kesal iblis merah yang lainnya.


"Tadinya aku ingin bermain-main dengan kalian, tetapi aku melihat kalian begitu lemah. Aku jadi tidak berselera untuk bermain,"


"Selamat tinggal." Sambung Jingga lalu berjalan ke arah Xinxin yang sedari tadi menunggunya.


"Sialan kau iblis Tongzhi!" Rutuk iblis merah yang pertama lalu menciptakan sebuah bola api dan langsung melemparkannya ke arah Jingga.


Wuzz!


Dhuar!


Serangan bola api melaju cepat menghancurkan meja yang ditempati oleh tiga iblis hitam. Sedangkan Jingga dan Xinxin sudah menghilang dari posisinya.


Sontak saja kejadian itu membuat ketiga iblis hitam menjadi berang. Ketiganya lalu membalas serangan dari para iblis merah.


Wuzz! Dhuar!


Para iblis merah menangkisnya dengan mudah lalu membalasnya dengan melemparkan bola api ke arah iblis hitam yang juga tidak tinggal diam menghindarinya. Terjadilah aksi saling lempar bola api dari kedua kubu berbeda ras itu.


Suasana dalam penginapan pun menjadi kacau balau oleh pertarungan kedua kubu.


"Apakah kalian ingin menghancurkan penginapanku?" Tanya dingin gadis iblis.


Aksi saling lempar bola api pun terhenti. Iblis merah dan iblis hitam saling diam. Tidak ada yang mau menjawab pertanyaan gadis yang ternyata pemilik penginapan tersebut.


"Hem! Bagus ya. Kalian harus mengganti rugi kerusakan sekitar 500 jiwa kultivator Emperor Emas atau 300 jiwa kultivator Master Emperor Perunggu. Ha-ha-ha." Imbuhnya sambil merentangkan kedua tangannya ke arah kedua kubu di mana kedua telunjuknya berayun-ayun.


Para iblis terperangah mendengarnya. Denda yang dijatuhkan gadis iblis sangat memberatkan keduanya. Mereka saling melirik satu sama lainnya karena tidak ingin menuruti permintaan pemilik penginapan.


Salah seorang dari pihak iblis merah memberanikan diri menghampiri gadis iblis.


"Nona Chyou, tidak adil untuk kami menanggung semua denda yang kau sebutkan itu. Ini semua terjadi karena kesalahpahaman saja. Harusnya Nona Chyou memberikan denda kepada sepasang iblis muda yang menjadi biang kerok kekacauan," sanggah seorang iblis merah melemparkan semua masalah kepada Jingga dan Xinxin.


"Jadi begitu ... benarkah apa yang diucapkan oleh iblis Shashou?" Tanggap gadis iblis bernama Chyou menolehkan wajahnya ke arah iblis hitam.


"Maaf, Nona Chyou. Kami tiba-tiba saja mendapat serangan dari mereka. Kami sendiri tidak melihat keberadaan sepasang iblis di dekat kami," balas iblis hitam menjelaskan.


"Dia bohong!" Pekik iblis merah menunjuknya.


"Tenang dulu. Aku akan memanggil pelayanku,"


"Tong Seng, kemari!" Panggil Chyou sambil melambaikan tangan ke arah pelayannya.

__ADS_1


"Iya, Nona," sahut si pelayan buru-buru bergegas menghampirinya.


Nona Chyou memberinya isyarat untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi dengan tatapannya yang tajam. Namun, si pelayan masih saja diam. Tampak ketakutan tergambar jelas di wajahnya.


"Cepat katakan!" Bentak Chyou sangat tidak sabar mendengarnya.


"Ba-baik, Nona. Memang benar ada sepasang iblis yang baru menginap di sini, salah satunya adalah Nona muda klan Xuenong. Tetapi aku tidak tahu siapa pria yang bersamanya. Keduanya ada di lantai atas." Ungkapnya menjelaskan.


"Wah! Apakah keduanya sedang berbulan madu? Panggil keduanya kemari!" Seru Chyou sedikit terkejut akan kedatangan salah satu tamu istimewa penginapannya.


"Baik, Nona. Mohon menunggu," balas pelayan lalu pergi untuk menemui Jingga dan Xinxin.


***


Tok, tok, tok!


Jingga yang baru saja duduk dalam posisi lotus untuk bermeditasi setelah berbincang dengan adiknya harus membuka mata karena suara ketukan di pintu.


"Xin'er," panggil Jingga sambil menggerakkan kepala ke arah pintu.


Xinxin yang lagi asyik merebahkan badan terpaksa bangun lalu berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya.


"Ada apa?" Tanya Xinxin dengan wajah yang malas.


"Maaf, Nona. Pemilik penginapan meminta Nona bersama dengan kekasih Nona untuk turun," jawab pelayan yang sekilas melirik ke arah Jingga.


"Nona Chyou? Ha-ha, sepertinya masalah tadi," timpal Xinxin menerkanya.


Ia lalu menoleh ke arah Jingga yang kembali menutup matanya. Mengetahui kakaknya tidak bisa diganggu, Xinxin lalu keluar bersama pelayan meninggalkan Jingga.


Baru saja Xinxin menutup pintu kamar, Jingga sudah berada di depannya. Xinxin dan pelayan sedikit kaget melihat kehadirannya yang tiba-tiba.


"Kak Jingga," kaget Xinxin.


"Aku tertarik dengan iblis pemilik penginapan ini, sepertinya dia cukup berpengaruh di kota ini. Ayo kita turun!" Tanggap Jingga lalu meminta si pelayan berjalan di depannya.


Semua iblis yang berada di lantai bawah mendongakkan kepala ke arah Jingga dan Xinxin yang berjalan turun menapaki anak tangga.


Mendapatkan tatapan serius dari semua iblis, membuat Jingga langsung berlagak bak seorang pahlawan yang telah menyelamatkan alam semesta. Ia menampilkan wajah congkaknya dengan kedua tangan tergenggam di belakang badannya.


Semua iblis yang melihat tingkahnya langsung berubah menjadi kebencian yang teramat dalam.


Berbeda dengan para iblis yang menatap benci ke arah Jingga. Seorang gadis pemilik penginapan begitu terpesona akan karismatik pemuda yang berjalan menghampirinya.


"Iblis Tongzhi yang sempurna, aku menyukainya," batin Chyou tanpa henti terus menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2