Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Superior Iblis


__ADS_3

"Sialan! Aku dijadikan mainan olehnya," gerutu Jingga yang kembali terhimpit di dalam tanah.


Jingga terus saja terdiam, ia tidak lagi menggunakan kamuflase tubuh iblisnya untuk keluar dari dalam tanah seperti yang ia lakukan sebelumnya. Ia sengaja memanfaatkan waktu sejenak untuk beristirahat sambil berpikir bagaimana caranya bisa mengalahkan pria iblis yang sekarang menjadi monster iblis.


Cukup lama ia berpikir dan pada akhirnya hanya satu cara saja yang ia yakini.


"Aku tidak perlu memikirkan hal apa pun lagi, aku hanya harus terus berusaha sekuatnya," gumam Jingga meyakinkan diri.


"Haa! Haa!" Teriak Jingga mengerahkan seluruh energinya.


Boom!


Tanah bebatuan pun meledak begitu keras, bahkan array formasi yang diciptakan oleh pria iblis ikut hancur karenanya.


Jingga lalu melayang kembali ke udara menghampiri pria iblis yang telah menunggunya.


"Ayo kita lanjutkan!" Ucapnya lalu memancarkan aura iblisnya.


"Ah, ini yang aku inginkan," balas pria iblis lalu menyerangnya.


Wuzz!


Pukulan cepat pria iblis hanya mengenai udara kosong. Jingga dengan cepat berkelit menghindarinya, lalu memukul balik pria iblis.


Bugh!


Dhuar!


Tanpa diduga oleh pria iblis, Jingga berhasil melayangkan pukulan cepat mengenai dadanya.


"Hiaat!" Pekik Jingga mengejar tubuh pria iblis yang mencelat di udara.


Dengan begitu cepat, ia melayangkan kembali pukulannya. Namun, pria iblis berhasil menahannya dan langsung mencengkeram kuat kepalan tangan Jingga.


Kraak!


"Aah!" Pekik Jingga merasakan sakit pada jemarinya yang diremukkan.


Wuzz!


Pria iblis langsung menghantamkannya ke reruntuhan tanah yang tersisa.


Dhuar!


Sisa area tanah Siksa Raja langsung hancur lebur terkena hantaman tubuh Jingga yang pada akhirnya berubah menjadi serpihan debu yang beterbangan.


Kini tidak ada lagi yang tersisa dari arena Siksa Raja yang sepenuhnya berubah menjadi ruang hampa.


Wuzz!


"Ha-ha-ha!" Tawa Jingga dalam posisi melayang dikelilingi debu-debu panas yang berhamburan melayang terbang di ruang hampa.


Ting!


Jingga menghilang dari posisinya, ia tiba-tiba saja sudah berada tiga langkah di depan pria iblis dengan seringai sinis menatapnya.


"Kau, lumayan," ucap pria iblis sedikit memujinya.


"Ayo kita lanjutkan kembali," balas Jingga mengajaknya.


Pria iblis mengacuhkan ajakannya, ia lalu menghilang dari posisinya. Jingga sedikit kesal melihatnya, namun ia tahu akan adanya suatu kejutan dari pria iblis.


Tak lama kemudian, langit ruang hampa kembali berubah, perubahannya bukanlah seperti sebelumnya yang memunculkan aurora yang indah.

__ADS_1


Langit ruang hampa yang sebelumnya terlihat tenang kini terlihat mulai bergerak berputar, memberikan dampak tekanan energi yang begitu kuat.


Jingga masih melayang dengan tenang tanpa mempedulikan apa yang akan terjadi pada dimensi alam Siksa Raja.


"Kau selalu saja memberiku kejutan, Ha-ha-ha," kekeh Jingga begitu senang.


Namun, tanpa disadarinya. Sesuatu yang menyakitkan mulai menghinggapinya. Sedikit demi sedikit tubuhnya seperti tertusuk oleh ribuan jarum yang secara halus menggerogoti seluruh sendinya.


"A-apa ini?" Lirihnya mulai tersadar akan rasa sakit yang menghinggapinya.


Jingga mulai panik karena perisai kekuatan jiwa tidak mampu menahannya. Ia pun semakin gencar mengerahkan semua energi untuk melawan tekanan yang menyakiti seluruh tubuhnya.


Sayangnya, upaya yang dilakukannya tidak mengurangi kesakitan yang dirasakannya. Ia malah semakin merasakan rasa sakit yang terus bertambah.


"Aah!" Ringisnya kesakitan.


Jingga terus saja mengerahkan seluruh energinya hingga pada puncak kekuatannya miliknya.


"Haa!" Pekiknya begitu lantang.


Tekanan aura iblisnya mencuat keluar menekan balik energi yang terus menekannya. Namun semua energi yang ia pancarkan tidaklah cukup kuat untuk bisa menghentikan kekuatan energi yang begitu besar menekannya. Akan tetapi, upayanya tidaklah menjadi kesia-siaan belaka.


Tiba-tiba saja langit ruang hampa berhenti berputar, gelombang energi yang menyeruak menekan tubuh Jingga mulai menciut secara bertahap. Namun kedua kekuatan masih terus saling menekan.


Pria iblis akhirnya muncul di udara, ia kemudian merentangkan kedua tangannya lalu mengerahkan energi iblisnya untuk memperkuat tekanan energi yang terus menekan aura iblis yang terus meluas di ruang hampa.


Jingga tanpa henti terus saja memaksakan seluruh kekuatannya demi bisa menghancurkan tekanan yang menyakitinya.


Boom!


Wuzz!


Akhirnya gelombang aura yang dipancarkan oleh Jingga berhasil menghancurkan tekanan energi dari pria iblis.


Kebencian tampak terlihat dari sorot mata yang begitu tajam menatap pria iblis yang masih terdiam di depannya.


"Cukup! Aku tidak ingin terus tersiksa olehmu. Sekarang kita lakukan pertarungan hidup mati. Aku tidak peduli lagi pada ujian ini," dengus Jingga begitu murka.


Ia lalu menciptakan dua bilah pedang energi yang keluar dari jemari tangannya, pun demikian dengan pria iblis yang menciptakan sebuah pedang panjang untuk melawannya lalu melaju menyerang Jingga yang juga menyerangnya.


Siu!


Dhuar! Dhuar!


Keduanya saling menyerang secara bersamaan, dentuman-dentuman keras terdengar nyaring dari pertarungan keduanya.


Seiring waktu berlalu dari pertarungan keduanya, Jingga akhirnya bisa mengimbangi kecepatan dan kekuatan dari lawannya sang pria iblis.


Tampak keduanya bertarung dengan kekuatan yang terlihat seimbang. Lambat laun, jingga mulai bisa mendominasi pertarungan, namun pria iblis bukanlah lawan yang begitu mudah untuk dikalahkannya.


Pria iblis dengan gencarnya terus menaikan level kekuatannya di setiap kali Jingga berhasil mendominasinya. Hal itu membuat dirinya selalu berada satu tingkat di atas kemampuan bertarung Jingga.


Jingga yang menyadari akan kesengajaan pria iblis tidak mau memikirkannya, ia sendiri terus meningkatkan level bertarungnya untuk mengimbangi bahkan mendominasi lawannya.


Berbagai pukulan, tendangan dan lemparan energi api terus mengiringi pertarungan keduanya tanpa mengenal batas waktu di ruang hampa Siksa Raja.


Cukup lama keduanya bertarung, pria iblis akhirnya harus mengerahkan semua kekuatan miliknya pada puncak kemampuannya.


Langit ruang hampa yang tenang kembali bergemuruh karenanya.


Brrr!


Dimensi alam Siksa Raja bergetar keras laksana sebuah dunia yang berada diambang kehancuran.

__ADS_1


Dhum! Dhum!


Gema suara keras mulai terdengar, beberapa retakan halus muncul di langit ruang hampa.


Tahu akan kehancuran yang tidak bisa terelakan lagi untuk menahan dua kekuatan besar. Pria iblis mulai sedikit terbawa panik, ia lalu mengendurkan serangannya setahap demi setahap untuk meredakan tekanan energi yang bisa menghancurkan seluruh dimensi alam Siksa Raja.


Jingga sendiri bukannya tidak memahami maksud dari pria iblis yang mengendurkan serangannya. Namun, ini merupakan kesempatan emas untuk bisa memenangkan pertarungan. Jingga tidak ingin melewatkannya, ia sekarang semakin meningkatkan intensitas serangannya untuk bisa mendominasi pertarungan.


Hingga pada satu momentum, Jingga akhirnya bisa menebaskan bilah kedua pedang energinya ke tubuh pria iblis.


Dhuar!


Ledakan keras terdengar di tengah keduanya. Pria iblis akhirnya harus merasakan kesakitan untuk pertama kalinya. Walau tidak terpental oleh tebasan yang dilayangkan oleh jingga kepadanya. Pria iblis akhirnya dengan terpaksa harus mengakui kekalahannya.


Ia pun melayang mundur menjauhi Jingga untuk menjeda pertarungan.


"Hentikan! Aku mengaku kalah darimu." Ujar pria iblis memintanya.


Ia lalu kembali bertransformasi ke bentuk awalnya.


Jingga lalu menghentikan laju serangannya dan berdiri diam melayang di hadapan pria iblis. Ia menyeringai tajam menatapnya.


"Ha-ha-ha" tawa jingga begitu keras hingga menggema di ruang hampa.


"Kemampuan bertarungmu sangat mengagumkan. Kau adalah satu-satunya iblis yang melampaui perkiraanku,"


"Seperti yang kau inginkan, aku akan memberikan semua kesaktianku padamu. Bersiaplah!" Imbuh pria iblis memintanya.


Jingga tersenyum simpul mendengarkannya, akhirnya ia berhasil mengalahkan pria iblis terkuat di alam semesta.


"Aku dalam posisi selalu siap. Cepatlah!" Balas Jingga lalu mendekatinya.


"Bagus, kau memang iblis yang istimewa. Kali ini kau akan mengalami kesakitan yang teramat dalam. Apa kau yakin sudah siap menerimanya?" Tanya pria iblis meyakinkannya.


"Ya" jawab Jingga singkat dan cepat.


Tidak ada sedikit pun keraguan dalam hatinya. Baginya, kesakitan merupakan hal biasa yang sering ia alami hingga sampai pada pertarungannya dengan pria iblis yang berdiri di hadapannya.


"Diam dan rasakan," ujar pria iblis lalu menarik jingga memasuki alam jiwanya.


Wuzz!


Jingga terlempar masuk ke suatu dimensi yang dipenuhi oleh api berwarna putih yang langsung bereaksi melelehkannya.


"Aaah!" Jeritnya merasakan rasa sakit yang begitu menyiksanya.


Tiba-tiba saja seluruh tubuhnya berubah menjadi cairan yang meleleh seperti lilin yang terbakar.


Setelah seluruh tubuh Jingga sepenuhnya habis menjadi cairan. Tak lama kemudian, cairan itu terbentuk kembali ke wujudnya semula.


Boom!


Ledakan keras terjadi di dalam dimensi alam jiwa pria iblis.


Setelah selesai proses penyempurnaan tubuh iblis pada diri Jingga. Pria iblis lalu mengeluarkannya dari dimensi alam jiwa miliknya.


Jingga kini terlihat begitu berbeda dari sebelumnya, rambut yang sebelumnya berwarna keperakan, kini berganti menjadi seputih awan. Kontur wajahnya juga mengalami sedikit perubahan dengan lingkaran garis putih terukir di tengah dahinya.


Akan tetapi tidak hanya fisiknya saja yang berubah, tingkat kultivasinya pun mengalami kenaikan yang tidak bisa dibayangkan oleh siapa pun di alam semesta. Bahkan pria iblis langsung berlutut di depannya.


Jingga sedikit terkejut melihatnya, namun ia sendiri merasakan kekuatannya meningkat pesat setelah keluar dari dimensi alam jiwa pria iblis.


Ia menjadi satu-satunya iblis yang berhasil menghancurkan dinding puncak kultivator iblis. Ia kini berada di ranah Superior Iblis.

__ADS_1


__ADS_2