Takdir Pedang Sang Iblis

Takdir Pedang Sang Iblis
Bai Niu Sang Dewi Petir


__ADS_3


Sebanyak 25 kultivator dari aliansi Es Utara yang tersisa kini mulai mengeluarkan kemampuannya. Mereka berputar membentuk angin beliung yang membuat beberapa pohon tumbang dan menciptakan area kosong di tengah hutan.


Sementara itu, Bai Niu masih tampak begitu tenang. Ia mulai penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh orang-orang dari aliansi Es Utara dalam menghadapinya.


“Kalian sangat menghibur, aku jadi semakin penasaran,” gumam Bai Niu terus mengamati dan mewaspadai aksi teatrikal yang diperagakan oleh para kultivator dari aliansi Es Utara.


WUZZ! 


Tiba-tiba serangan cepat membentuk cakram dilayangkan dari empat arah mata angin. Bai Niu yang terjaga kewaspadaannya langsung melesak terbang menghindarinya.  


DUAR! DUAR! DUAR!


Empat cakram energi saling berbenturan dan menciptakan ledakan keras di tengah hutan. 


“Lumayan, awal yang sangat baik. Tapi silakan coba lagi!” ucap Bai Niu mulai memprovokasinya. 


“Huh! Sudah jelek, sombong pula. Ayo kita bungkam kesombongannya!” balas seorang pria tanpa alis.


Formasi melingkar dari para kultivator aliansi Es Utara kini berganti menjadi formasi prisma. Bai Niu melayang turun untuk mengetahui kehebatan lainnya dari para kultivator yang merubah formasi.


“Aku harap kemampuan kalian kali ini lebih baik dari sebelumnya,” kembali Bai Niu memprovokasinya. 


Demi untuk memancing para kultivator, ia memasukkan Jianshandian ke dalam tubuhnya. Bai Niu lalu berkacak pinggang sambil memasang wajah congkak merendahkan para kultivator aliansi Es Utara.


“Sialan! gadis jelek itu mengejek kita,” rutuk pria tanpa alis tersulut emosi.


“Bodoh! Jangan terpancing provokasinya, pertahankan formasi!” bentak pria berwajah bulad.


Formasi prisma pun terbentuk dengan sempurna. Gelombang energi dingin terpancar dari tiap siku-siku sudut yang terbentuk untuk menekan tubuh Bai Niu yang berada di tengah pola formasi.


“Energi yang kuat dan mengintimidasi, ini lebih baik dari sebelumnya,” gumam Bai Niu mulai merasakan tekanan menghimpit seluruh tubuhnya.


Biarpun begitu, Bai Niu masih belum menyadari perangkap yang dibuat oleh kultivator dari aliansi Es Utara. Ia belum menunjukkan reaksi apa pun, ia masih menunggu serangan lanjutan yang akan dilayangkan oleh para kultivator kepadanya.


“Gadis bodoh! Dia masih tidak sadar akan jeratan formasi kita,”

__ADS_1


“Ha-ha-ha. Betul juga, kita tunggu sampai udara membeku,” 


Jauh di atas awan, Qianmei mulai merasa khawatir akan keselamatan kakaknya. Tampak raut wajahnya begitu mencemaskan kondisi Bai Niu yang terperangkap oleh jerat formasi prisma dari aliansi Es Utara.


“Kak Jingga, izinkan aku membantu Kak Niu’er di bawah,” pinta Qianmei penuh harap.


Jingga tersenyum lalu menggelengkan kepala menolaknya, ia kemudian berkata,


“Ada waktunya untukmu bertarung, tapi tidak saat ini. Sekarang, kita percayakan saja kepada Naninu untuk mengatasi pertarungannya sendiri.”


Qianmei tidak kecewa sama sekali akan penolakan Jingga untuk membantu kakaknya Bai Niu. Baginya, Jingga tidak mungkin tega membiarkan adiknya mengalami kesulitan sendiri. Ia sepenuhnya percaya pada Jingga.


“Baik, Kak. Semoga Kak Niu’er bisa memenangkan pertarungannya.” Timpalnya memahami maksud Jingga.


Kembali pada pertarungan di tengah hutan. Seiring berjalannya waktu, Bai Niu mulai merasakan kejanggalan pada dirinya, ia tidak bisa menggerakkan bagian tubuhnya. Hawa dingin mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


“Sialan! Ternyata ini perangkap untuk mengunci tubuhku. Aku harus bisa melepaskan diri dari perangkap ini!” gumamnya mulai sedikit panik.


Nahas, semakin ia menguatkan energi spiritualnya, otot-otot tubuhnya semakin kaku dibuatnya. 


“Apa-apaan ini? Kenapa bisa begini?” pikirnya kesulitan mengatasi jeratan dari formasi prisma kultivator aliansi Es Utara.


“Lihatlah! Dia mulai membeku, kita bisa menyerangnya sekarang,” ucap pria tanpa alis mulai tidak sabar untuk menyerang Bai Niu yang mengalami kebekuan di tubuhnya.


“Tunggu dulu! Rencana kita bisa kacau kalau teman-temannya datang membantunya. Beberapa dari kita harus mewaspadainya.”


“Jangan menunggu lama, kita harus lebih cepat dari mereka,”


“Baik, sekarang!”


WUZZ!


Sepuluh orang kultivator melesak cepat menghunuskan pedang ke arah tubuh Bai Niu.


SRET! SRET!


Tujuh ujung pedang dan tiga ujung tombak tepat mengenai tubuh Bai Niu yang terbujur kaku. Dalam kondisi tubuh yang membeku, membuat Bai Niu hanya bisa merasakan pilu di sekujur tubuhnya yang tertancap sepuluh ujung logam tajam.

__ADS_1


Qianmei yang melihatnya dari atas langsung membenamkan wajahnya dalam pelukan Xian Hou. Sementara Jingga masih tetap tenang menyaksikannya.


“Ayo, Naninu. Tunjukkan kekuatanmu yang sesungguhnya!” batin Jingga penuh keyakinan kepada adiknya.


Kesepuluh kultivator dengan rakusnya terus membenamkan bagian ujung logam senjata semakin dalam di tubuh Bai Niu. Lebih dari setengah bagian bilah pedang menembus tubuh Bai Niu, bahkan tiga bilah tajam tombak menembus sepenuhnya di tubuh Bai Niu.


“Kalian pikir bisa membunuhku dengan mudah,” ucap Bai Niu dengan nada dingin.


“Ha-ha-ha. Apa yang bisa kaulakukan dengan tubuh yang sebentar lagi hancur?” kekeh seorang kultivator bertubuh tinggi besar sambil terus menekan pedangnya di bagian perut Bai Niu.


“Aku bisa membunuh kalian semua, …, aku adalah dewi Petir.” Jawabnya dengan tegas.


Kilatan petir berwarna perak kehitaman keluar dari kulit tubuh Bai Niu dan langsung meleburkan logam yang menancap di tubuhnya.


SIU! DUAR! DUAR! DUAR!


Kilatan petir itu pun langsung menyambar kesepuluh kultivator yang mengelilinginya, dan akhirnya kesepuluh kultivator terpelanting jatuh dengan tubuh penuh luka bakar.


“Kalian tangguh juga tidak langsung mati, tapi itu bagus. Karena kalian tidak boleh mati dengan mudah. Ha-ha-ha.” Puji Bai Niu cukup puas melihat kesepuluh kultivator meringis kesakitan tak berdaya.


Bai Niu langsung mengedarkan pandangannya ke arah para kultivator lain yang masih berusaha menekannya dengan gelombang energi es.


“Kini giliranku menyerang kalian, bersiaplah!” imbuhnya penuh ancaman.


Bai Niu lalu mengeluarkan Jianshandian dan mengangkatnya tinggi ke langit. Awan-awan di atas menghitam, langit bergemuruh keras dan gelegar petir terdengar mengerikan dengan kilatan-kilatan cahaya yang saling bertautan. Dengan kemampuannya, ia menciptakan badai petir yang menyambar di tengah hutan.


SIU! DUAR! DUAR! DUAR!


Petir menyambar dengan cepat satu per satu kultivator aliansi Es Utara tanpa adanya perlawanan. Hingga beberapa helaan napas kemudian, tampak terlihat 25 orang kultivator dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh gosong terhantam petir yang menyambarnya. Sepuluh di antaranya langsung tewas seketika. Kini tinggal menyisakan 15 orang kultivator yang sekarat menunggu ajal kematian. 


Jingga tersenyum melihatnya, ia lalu melayang turun bersama istri dan adiknya menghampiri Bai Niu yang masih berdiri dengan tubuh dialiri kilatan petir.


Tap, Tap!


“Kakak, sebentar lagi mereka akan tewas,” ucap Bai Niu setelah memperhatikan ke-15 orang kultivator yang sekarat.


“Ya, biarkan saja mereka mati dengan sendirinya. Kau ambillah semua cincin spasial mereka, siapa tahu banyak sumber daya di dalamnya.” Balas Jingga memintanya.

__ADS_1


“Ha-ha-ha. Betul juga, hal itu jangan dilewatkan.” Timpal Bai Niu lalu menormalkan tubuhnya dan kembali ke dirinya yang semula.


__ADS_2