
Jam 7 malam telah berlalu.
Clara masih belum menyelesaikan kerjaan nya, ia pun sangat kesal dan sudah lelah dengan kerjaan ini, ini hari pertama nya tapi ia sudah seperti bekerja lama disini, begitu melelahkan.
Disisi lain, Kenan tampak masih menatap layar monitor nya sampai saat ini. hingga ketukan pintu mengalihkan pandangan nya.
"Permisi Pak, ini sudah selesai." Clara datang membawa lembaran kertas yang di berikan Kenan untuk ia ketik.
"Hm, Kau boleh pulang." Ucap Kenan kembali menatap layar monitor nya.
Clara yang melihat Kenan cuek dan hanya mengatakan beberapa kata pun tampak cemberut. ingin rasa nya ia melemparkan map yang ia pegang saat ini ke muka Kenan, namun itu hanya hayalan Clara saja, ia masih meletakan dengan pelan dan hati-hati map itu, lalu ia berjalan pergi untuk segera pulang.
"Hai Pa." Sapa Clara saat sudah berada di parkiran menunggu nya.
"Bagaimana hari pertama mu magang?." Tanya Pak Nanda.
"Capek Pa."
Pak Nanda hanya tersenyum, lalu mengajak putri nya masuk ke dalam mobil. "Nama nya kerja pasti capek, jadi bos aja capek, apa lagi bawahan nya." Ucap Pak Nanda.
Clara tersenyum dan mengangguk kecil. Di hari pertama nya bekerja, memang tak banyak yang Clara kerja kan dan pelajari, namun kerjaan mengetik nya begitu banyak, Clara sangat nyakin kalau Kenan sedang mengerjai nya.
•••
__ADS_1
Keesokan harinya.
Frank datang untuk bertemu dengan Kenan, ia lalu menghentikan langkah nya saat ia melihat Sekertaris Kenan bukan lagi Fani.
Ia lalu menghampiri Clara yang sibuk di meja kerja nya.
"Hai, Sekertaris Baru ya?." Tanya Frank.
"Iya."
"Fani Mana?."
"Cuti." Jawab Clara secukup nya.
Sementara Clara masih sangat ingat Frank laki-laki yang menawarnya malam itu, karena mengira ia wanita penghibur. Melihat Frank ia merasa malah untuk meladeni nya. karena ia rasa sama saja dengan Atasan nya yang menyebalkan itu.
"Frank, Kau disini." Kenan keluar dari ruangan nya. lalu melihat Clara yang kembali mengfokuskan diri dengan kerjaan nya.
"Iya, Kau punya sekertaris baru, Cantik pula." Kata Frank.
Clara pura-pura tak mendengar ucapan Frank yang ia rasa adalah pria buaya rawa.
"Kau ada perlu apa?." Tanya Kenan tak ingin membahas soal Clara.
__ADS_1
"Itu, soal Proyek yang kita bahas kemarin, mereka sudah menyetujui nya untuk bekerja sama dengan kita." Tutur Frank pada tujuan nya ia datang.
"Ayo kita mengobrol sambil makan siang." Ajak Kenan. Frank pun setuju.
Frank Dengan pesona seksi nya Menatap Clarisa. "Kau mau ikut makan siang bersama?." Tanya Frank dengan lembut.
"Tidak Pak, tapi terima kasih tawarannya." Jawab Clara dengan senyuman yang sangat terpaksa ia tampak kan.
"Baik lah, Sampai ketemu lagi." Frank berjalan pergi bersama Kenan yang hanya melihat dengan datar Ekpresi Clara saat di goda Frank.
"Sampai betemu lagi?, Aku bahkan berharap tak bertemu dengan mu lagi, kalau kau bukan teman pak Kenan, satu kata pun aku tak akan menjawab mu." Gerutu Clara dengan kesal saat kedua laki-laki itu pergi dari hadapan nya.
Clara pun kembali pandangan ke layar monitor, tak ingin lagi ia lembur dan membuat masalah dengan mulut dan kembali membuat Kenan marah dan mengerjai nya kembali.
•••
"Apa?, Dia wanita yang di club malam itu?, ternyata dia mahasiswa." Frank Tertawa, terkejut karena memang ia seperti pernah bertemu dengan Clara.
"Aku sudah nyakin dia pasti jodoh mu." Ucap Frank lagi. Kenan mengelengkan kepala.
"Kalau kau tak ingin berjodoh dengan nya, berdoa lah lebih banyak agar dia menjadi jodoh ku saja." Balas Frank lagi.
"Kau ingin membahas proyek atau membahas dia?." Tanya Kenan yang sedang tak ingin membicarakan tentang Clara. Yang ia rasa tidak begitu penting.
__ADS_1