TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 32


__ADS_3

Kenan menatap Clara yang wajah nya berubah ketika bertemu Abian.


Abian berjalan keluar menjauh dari kamar Ayah Clara di rawat, ingin meminta penjelasan apa yang terjadi, tapi apa yang ia ketahui hari ini sudah lebih dari cukup.


Ia duduk di kursi di lorong yang berbeda dari lorong sebelum nya. ia begitu patah hati hari ini, wanita yang ia cintai, akan menikah dengan kakak nya sendiri.


"Abian, kau oke kan?." Siska dengan hati-hati mendekati laki-laki itu.


"Maaf ya, aku gak tahu kalau pak Kenan itu kakak mu, kami selama ini magang di sana." Ucap Siska.


"Mendengar Clara akan di jodohkan dengan orang saja hati ku sudah hancur, dan kini saat aku tahu siapa orang nya, Hati ku semakin Hancur Sis." Ucap Abian.


"Iya, aku mengerti, tapi ini sudah menjadi keputusan Clara, kau harus belajar menerima Nya meski sulit." Siska tidak tahu harus berkata seperti apa untuk menenangkan Abian. Ia cukup tahu tidak mudah menerima suami ini.


Di balik persimpangan Lorong, Clara berdiri agak bersembunyi, mendengar apa yang di katakan Abian saat ini.


"Maaf Abian, Aku tidak tahu kalau Kenan adalah kakak mu, Aku tahu kau pasti kecewa pada ku, tapi cepat atau lambat kau memang harus tahu semua ini." Batin Clara.

__ADS_1


dari Jauh Kenan berdiri di depan pintu kamar pasien dan melihat Clara tampak berdiri tanpa tahu apa yang sedang Clara lakukan disana.


Saat Clara berbalik untuk kembali ke kamar, Clara terkejut karena Kenan sudah ada di belakang nya.


"Apa yang kau lakukan?." Tanya Kenan.


"Em, tidak apa-apa." Balas Clara gugup.


Kenan pun melihat kearah dimana sempat Abian dan Siska duduk, namun beruntung nya Mereka sudah pergi. Clara membuat nafas lega karena mereka sudah pergi, jadi Kenan tidak tahu kalau ia sedang menguping tadi.


"Pak, Terima kasih sudah menyetujui pernikahan ini." Ucap Clara dengan pelan.


Clara hanya bisa menelan kepahitan tanpa berkata apa pun, karena ia orang yang kini paling menginginkan pernikahan ini demi ayah nya. meski terdengar sangat kasar ucapan Kenan namun ia harus berlapang dada menerima nya.


Saat Clara duduk di kantin Yang ada di rumah sakit untuk mengisi perut nya, ia terkejut dengan kedatangan Abian yang lansung duduk di depan nya.


"Clara."

__ADS_1


"Abian, kau sedang apa disini?."


"Aku tak bisa terus memikirkan mu, Kamu tahu kan kalau aku sangat menyukai mu sejak dulu, Dan mendengar kau akan menikah hati ku hancur, dan kenapa harus kakak ku Clara?." Ucap Abian menatap penuh kecewa pada Clara.


"Aku..." Clara terbangun dari lamunan nya saat Bu Joya datang menghampiri nya, kedatangan Abian tadi hanya halusinasi nya karena merasa bersalah dengan apa yang terjadi.


"Sayang, kenapa melamun saat makan, gak boleh." Kata Bu Joya yang memang sejak tadi melihat putri nya melamun.


Clara membuat nafas berat. "Mama" Clara tersenyum melihat ibu nya.


"Sayang, Papa sudah istirahat, kamu pulang lah kerumah, kamu sudah beberapa hari disini, Mama akan menjaga Papa." Ucap Bu Joya.


Clara tersenyum kecil dan menyetujui perkataan ibu nya. setelah selesai makan di kantin, Clara pun pamit untuk pulang dan akan kembali esok hari.


•••


Malam itu.

__ADS_1


Frank dan Fandi mengendap-endap berjalan menuju ke kamar pak Nanda, sembari melihat sekitaran kalau tidak ada yang mengikuti mereka. kedua nya tampak serius berjalan menuju ke ruangan pak Nanda.


__ADS_2