TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 34


__ADS_3

Pagi Itu.


Dokter keluar dari kamar tempat Pak Nanda di rawat, berpapasan dengan Clara yang baru datang. Clara pun agak khawatir dan lekas masuk ke dalam, Namun ia melihat ayah nya tampak sudah sangat segar.


"Papa, Papa baik-baik saja kan?." Tanya Clara.


"Iya sayang, kata Dokter Papa sudah boleh pulang besok." Ucap Bu Joya.


"Syukur lah Ma, Aku sangat senang mendengar nya." Clara membuang nafas lega karena ayah nya baik - baik saja.


"Ini, aku bawa kan bubur." Clara mengeluarkan Bubur untuk Ayah nya.


Clara lalu keluar untuk mengambil air panas. Pak Nanda menatap Istri nya saat putri nya pergi.


"Ma, Papa sangat bosan makan bubur terus, tidak sabar Papa pulang dan bisa makan puas - puas." Ucap Kenan.


"Semua kan Papa yang mau, jadi Papa harus menerima resiko nya." Ucap Bu Joya.


"Iya Ma, tapi Papa sangat senang, setelah ini Putri kita akan menikah." Ucap Pak Nanda.


"Mama malah kasian sama Putri kita, menikah dengan Orang yang tidak dia cintai, Kasian dia." Ucap Bu Joya.


"Mama ini, Sudah lah, Papa percaya Kenan adalah laki-laki yang baik untuk Clara. Kalau Mama ragu seperti ini, macam mana putri kita bisa bahagia." Ucap Pak Nanda.

__ADS_1


"Terserah Papa saja." Ketus Bu Joya.


Meski suami nya sangat ingin menikahkan Clara dengan Kenan, namun tak sama dengan Bu Joya, Ia sangat tidak ingin Clara menikah dengan Kenan, setelah Clara menangis dan menceritakan Kalau Kenan sering menindasnya di Kantor. Namun ia hanya bisa diam karena tak kuasa melawan sang suami.


Ketika Bu Joya melihat Kenan, ia selalu teringat tangisan putri nya yang pecah malam ini.


•••


Malam hari, Kenan menginap di rumah kedua orang tua nya.


saat tengah duduk makan malam bersama. Abian pulang dari luar.


"Nak, Ayo makan bersama." Ajak Bu Yuni.


Abian Melihat Kenan, begitu juga dengan Kenan, Abian menatap nya dengan dingin, Kenan agak terheran, namun ia tak menghiraukan Abian yang juga berlalu pergi memasuki kamar. dan kembali melanjutkan makan malam nya.


Abian sampai ke kamar, mengunci pintu dan membuang bantal ke sembarangan arah dan membuang selimut nya dengan kesal.


Hati nya hancur saat ini, wanita yang ia cintai akan segera menikah dan itu pun menikah dengan kakak nya sendiri.


"Aku yang mencintai mu Clara, harus nya aku yang bersama mu, bukan Kenan." Abian duduk di lantai, bersandar pada tempat tidur nya, meringkuk kan kaki nya dan menunduk kan kepala, untuk pertama kali dalam hidup nya ia menangis.


•••

__ADS_1


Sementara Kenan yang selesai makan malam duduk melamun di ruangan kerja nya, memikirkan pernikahan mereka. Pernah di tinggal pergi oleh sang mantan yang terdahulu, membuat Kenan merasa belum siap untuk memulai hubungan baru, Meski pernikahan putih di atas kertas, ia tetap merasa di lema dan lebih tidak ingin.


Tok


Tok


Tok


"Kenan."


"Ma."


"Sedang apa?."


"Tidak apa-apa."


"Meski pun ini adalah pertemuan yang tidak di sengaja, tapi Mama ingin kamu menyayangi dan Menjaga Clara seperti yang kamu lakukan pada Mama, Mama tidak ingin kamu sampai menyakiti Clara nak." Ucap Bu Yuni menasehati Putra nya.


"Mama kenapa ngomong begitu tiba-tiba?." Tanya Kenan heran.


"Yah, karena Mama tahu watak kamu keras, Mama hanya tak ingin kamu mengecewakan apalagi menyakiti istri mu kelak." Ucap Bu Yuni.


Kenan membuang nafas berat, namun tetap tenang. "Kalau aku bisa memilih, aku tidak ingin ini terjadi ma, tapi semua harus di pertanggung jawabkan, bukan begitu Ma?." Ucap Kenan. mencoba untuk memberikan ketenangan pikiran pada ibu nya. kalau ia tak akan menyakiti Clara.

__ADS_1


Bu Yuni tersenyum dan mengangguk.


__ADS_2