TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Episode 3 Misi Mengajak Ameera ke Bali


__ADS_3

Dalam waktu yang sama dan untuk menjalankan misi yang sama juga seperti Iren dan Bramantyo yaitu mengajak anak nya pergi ke Bali,pagi-pagi Ameera sudah di kejutkan dengan kedatangan orang tua nya yaitu Arin dan Bagas kerumah nya.


“Tok tok tok.” Suara ketukan pintu.


“Assalamualaikum.” Ayah dan Bunda Ameera mengucapkan salam.


Bi Inah pembantu di rumah Ameera yang sedang menyiapkan sarapan tiba-tiba mendengar ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Bi Inah langsung bergegas pergi untuk membuka kan pintu sambil mejawab ucapan salam nya. “Waalaikumsalam iah sebentar.”


Setelah membukakan pintu Bi Inah terkejut melihat orang tua Ameera pagi-pagi sudah datang. “Eh Ibu,Bapak.” Ucap Bi Inah sambil menundukan kepalanya dan langsung mempersilahkan orang tua Ameera untuk masuk. “Silahkan masuk Bu,Pa.”


“Terimakasih Bi.” Ucap Bunda Ameera tersenyum sambil memasuki rumah Ameera Bersama Ayah Ameera,setelah memasuki rumah Ameera, Bunda dan Ayah Ameera langsung duduk di kursi ruang tamu.


Bunda Ameera langsung menanyakan Ameera kepada Bi Inah. “Bi apakah Ameera ada di rumah hari ini ?.”


“Ada Bu,sebentar Bu Pak biar saya panggilkan Mba Ameera agar segera turun menemui Ibu dan Bapak.” Jawab Bi Inah sambil menundukan kepalanya.


”Oh iah terimakasih Bi.” Ucap Bunda tersenyum.


Bi Inah melangkah kan kaki nya menuju kamar Ameera yang terletak di lantai atas.


Sesampainya di depan pintu kamar Ameera,Bi Inah langsung mengetuk pintu dan memanggil Ameera. “Tok tok tok,Mba ?.”


“Iah Bi.” Saut Ameera dari dalam kamar.


“Mba ada Bapak sama Ibu sudah menunggu di bawah.” Ucap Bi Inah tanpa membuka pintu kamar Ameera.


“Hah ada Ayah sama Bunda Bi ?.” Tanya Ameera ke Bi Inah dengan nada terkejut dari dalam kamar.


“Iah Mba,Ibu dan Bapak ada di ruang tamu.” Jawab Bi Inah.


“Oh iah terimakasih Bi,sebentar lagi saya turun.” Ucap Ameera masih di dalam kamar nya.


“Baik Mba.” Jawab Bi Inah,kemudian Bi Inah langsung membalikan badannya melangkah menuruni anak tangga.


Dan sesampainya di bawah,Bi Inah langsung ke dapur untuk membuatkan minum untuk orang tua Ameera.


*Hmmmp Ayah sama Bunda ada apa yah tumben pagi-pagi sudah ke sinih,padahal kan nanti sore jatahnya aku pulang ke rumah mereka* Gumam Ameera dengan penuh penasaran sambil mengernyitkan dahinya.


“Ah ya sudah lah lebih baik aku segera turun, Ayah sama Bunda sudah menunggu.” Ameera bicara sendiri.


Di ruang tamu,Bi Inah datang membawakan minum untuk Ayah dan Bunda Ameera,setelah itu Bi Inah kembali lagi ke dapur.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Ameera keluar dari kamar dalam keadaan sudah rapih dan siap berangkat kerja dengan membawa tas di tangan kanannya.


Ameera melangkah menuruni anak tangga dan langsung menemui orang tua nya yang sudah menunggu di ruang tamu sesuai inforamsi dari Bi Inah.


Sesampainya di ruang tamu Ameera langsung bersalaman dan memeluk orang tuanya bergantian,Ameera duduk di kursi sebelah Bundanya sambil melontarkan pertanyaan kepada orang tuanya. “Ayah,Bunda ko tumben pagi-pagi banget udah ke sini,kan nanti malem juga Ameera kesanah ?.”


“Iah Ra,kita kesini mau mengajak kamu ke Bali untuk acara liburan keluarga dan acara pernikahan anak sahabat Bunda sama Ayah.” Jawab Bunda tersenyum sambil menatap Ameera.


“Hah ke Bali ? kapan Bun ?.” Tanya Ameera menatap Bunda dengan nada terkejut.


“Hari ini.”Jawab Bunda tersenyum.


“Hah dadakan banget Bunda ngasih tau nya ?.” Tanya Ameera masih dengan nada terkejut sambil mengerenyitkan dahit nya.


“Engga dadakan sebener nya,cuma kan kamu sibuk terus,disuruh dateng kerumah dari kemarin-kemarin ngga bisa terus karena kamu keluar kota,jadi gimana Bunda mau bilang nya,acara liburannya mulai besok dan untuk acara pernikahan anak sahabat Bunda sama Ayah hari minggu tapi rencana kita berangkat hari ini,supaya kita bisa istirahat dulu di sanah,semua keluarga juga berangkat hari ini,Selly langsung berangkat dari Jogja.” Ucap Bunda dengan tenang sambil menatap mata Ameera dan memegang tangan Ameera,Bunda berharap Ameera mau mengikuti nya ke Bali agar rencana nya berjalan dengan lancar.


"Yaah tapi maaf Bun aku ngga bisa ikut lagi acara liburan kali ini dan ngga bisa ikut dateng ke acara pernikahan anak sahabat Bunda sama Ayah juga,soalnya hari senin aku ke Landen selama 2 minggu untuk pelatihan,jadi sebelum berangkat banyak banget yang harus aku siapin dan urusin,besok aku ada tugas ke rumah sakit Jakarta dan hari minggu nya ada mahasiswa yang mau bimbingan.” Ucap Ameera berusaha menjelaskan kegiatannya dengan mengernyitkan dahinya memasang muka memelas sambil menatap mata Bunda dan memegang tangan Bunda.


"Hah ko Bunda ngga tau kalo senin kamu mau ke Landen selama 2 minggu ?." Tanya Bunda menatap mata Ameera dengan nada terkejut.


"Iah Bun ini dadakan harus nya pelatihan ini di adakan 2 bulan lagi,mangkanya aku belum bilang Ayah sama Bunda." Jawab Ameera sambil mengernyitkan dahinya memasang muka memelas, dengan harapan agar orang tua nya mengerti.


Bunda dan Ayah Ameera terkejut mendengar Ameera akan pergi ke Landen, sekaligus khawatir mendengar penolakan dari Ameera yang tidak bisa mengikuti nya ke Bali, karena jika benar Ameera tidak bisa mengikutinya ke Bali,rencana yang sudah mereka susun bisa gagal.


Namun dibalik rasa khawatirnya,Bunda tetap terus berusaha membujuk Ameera untuk mengikuti nya ke Bali dengan memasang muka kecewa,sedih dan memelas nya karena Bunda yakin cara ini pasti akan berhasil karena Bunda tau jika Ameera tidak mungkin mengecewakan Bunda nya apa lagi sampai membuat Bunda nya sedih,dan mengenai Ameera akan pergi ke Landen untuk sementara mereka abaykan terlebihdahulu,mereka berfikir jika yang penting Ameera mau mengikuti nya ke Bali saja dulu,agar rencana mereka berhasil berjalan sesuai rencana.


*Selly adalah anak kedua dari pasangan Arin dan Bagas,yang berarti Selly adalah adik dari Ameera,Selly berbeda profesi dengan Ameera karena Selly adalah seorang polwan, Ameera dan Selly sama-sama wanita hebat di profesi nya masing-masing,antara Ameera dengan Selly hanya terpaut usia 3 tahun.


“Udah Bun ga papa,jangan paksa Ameera,dia kan sibuk,biarin dia selesaikan urusannya dulu,untuk liburan nanti kalo Ameera sudah ada waktu senggang kan bisa, walaupun engga sama keluarga besar,dan untuk Ameera dikenalin ke sahabat dan teman-teman kita lain acara dan lain waktu kan bisa.” Ucap Ayah menatap Bunda dan Ameera dengan tenang sambil memegang bahu Bunda untuk menenangkan Bunda.


Ameera akhirnya merasa tidak tega dan kasian melihat Bunda nya memelas dan sedih, Ameera juga merasa bersalah karena sudah membuat Bunda nya kecewa,Ameera merenung dan berfikir sejenak,sampai akhirnya Ameera memutuskan untuk cuti dan menuruti permintaan orang tua nya untuk pergi ke Bali,karena baginya orang tua nya adalah segalanya jadi lebih memilih untuk menunda pekerjaan nya.


"Hmmp ya udah Bunda,Ayah kali ini aku mau ikut Bunda sama Ayah ke Bali,tapi bener yah janji kalo nanti setelah ini Bunda sama Ayah ngga boleh paksa aku buat ikut ini itu lagi kalo aku lagi banyak kerjaan." Ucap Ameera menatap mata Bunda dan Ayah nya sambil memegang tangan Bunda nya.


Ayah dan Bunda Ameera terkejut dan bahagia mendengar pernyataan anak nya, jika dia mau mengikuti nya ke Bali,karena dengan Ameera mau mengikuti nya ke Bali maka rencana mereka akan berjalan dengan lancar.


“Serius sayang kamu mau ikut ?.” Tanya Bunda menatap mata Ameera dengan penuh antusias.


“iah Bun aku mau ikut asalkan setelah ini Bunda sama Ayah mau menjalankan janji Bunda sama Ayah itu.” Jawab Ameera menatap mata bunda dan tersenyum.


"Iah Ra,kami janji setelah ini kami tidak akan memaksa kamu untuk ikut ke sini ke situ lagi kalo kamu sedang sibuk bekerja." Ucap Bunda meyakinkan Ameera sambil mendekati Ameera duduk di samping Ameera dan mengusap bahu Ameera.


"Ok terimakasih Bunda." Ucap Ameera tersenyum dan memeluk Bunda nya.

__ADS_1


“Alhamdulillah,Yah akhirnya anak kita mau ikut semua.” Ucap Bunda menatap muka Ayah tersenyum bahagia.


“iah Bun,Alhamdulillah.” Jawab Ayah menatap Bunda tersenyum.


“Hmmmp,tapi Ayah,Bunda aku dateng besok boleh ngga ? soalnya aku hari ini harus ngurusin semuanya dulu sampai selesai,Ayah sama Bunda pergi kesanah duluan ajah ngga papa,nanti biar aku nyusul.” Ameera meminta ijin untuk datang ke Bali besok sambil memasang muka memelas nya.


“Hmmp baru juga Bunda seneng,nanti kamu ngga nyusulin lagi.” Celetukan Bunda sambil mengerenyitkan dahinya.


“nyusulin Bun janji deh.” Jawab Ameera tersenyum sambil menatap mata Bunda dan memegang tangan Bunda untuk meyakinkan Bunda nya.


“Beneran janji yah?.” Tanya Bunda untuk meyakinkan.


Ameera hanya membalas nya dengan senyuman dan menganggukan kepalanya.


“Ya udah yu Bun,berarti kita berangkat duluan ajah,biar nanti Ameera nyusulin kita ajah,benar kata Ameera, Ameera harus menyelesaikan semua urusannya terlebihdahulu.” Ucap Ayah tersenyum menatap mata Bunda dan beralih menatap mata Ameera sambil berdiri dari tempat duduknya.


Bunda mengikuti Ayah bangun dari tempat duduk nya.


Ayah dan Bunda melangkah kan kaki nya menuju keluar rumah, Ameera mengikuti nya dari belakang,dan sesampainya di depan pintu langkah Ayah, Bunda dan Ameera terhenti karena sudah ada Pak Budi supir pribadi Ayah Ameera yang sudah membukakan pintu mobilnya.


Bunda dan Ayah berpamitan, Ameera bersalaman dan berpelukan dengan Ayah dan Bunda nya.


Ayah dan Bunda Ameera melangkah kan kaki nya untuk memasuki mobil yang sudah di buka kan pintu nya sama Pak Budi.


“Yaudah kalo gitu Bunda sama Ayah berangkat duluan yah,Bunda tunggu loh di sanah, Assalamualaikum.” Ucap Bunda dari dalam mobil menatap Ameer dari kaca mobil yang terbuka,sambil melambaykan tangannya.


“Iah Bun, Waalaikumsalam,Ayah sama Bunda hati-hati yah.”Ucap Ameera tersenyum dan membalas lambayan tangan Ayah dan Bunda nya.


Pak Budi melajukan mobil yang di tumpangi Ayah dan Bunda Ameera, Ameera terus menatap mobil orang tua nya sampai benar-benar mobil itu tidak terlihat lagi dari pandangannya,setelah itu baru Ameera juga bergegas melangkah kan kaki nya menuju mobil nya,karena waktu sudah siang,maka Ameera tidak sempat memakan sarapan yang sudah di buatkan bi Inah, Ameera langsung bergegas pergi mengendarai mobil nya sendiri tanpa supir,karena Ameera lebih suka mengendarai mobil nya sndiri meski orang tua nya berkali kali menyuruhnya untuk memakai supir.


Sepulang nya dari rumah Ameera, Ayah dan Bunda langsung ke bandara.


Dan ketika diperjalanan menuju bandara, Bunda tiba-tiba membahas mengenai rencana Ameera yang akan pergi ke Landen selama 2 minggu setelah acara pernikahannya.


“Yah,untuk Ameera pergi ke Landen hari senin selama 2 minggu,gimana ini? hari Senin kan sehari setelah pernikahan Ameera dan Rio,terus bagaimana dengan Rio? bagaimana cara kita menyampaikan nya ke Iren,Bram dan Rio.” Tanya Bunda menatap Ayah dengan penuh kekehawatiran.


“Ya udah ngga papa Bun,nanti kita coba sampaikan kepada Iren dan Bram yah,Ayah yakin mereka pasti mengerti,kalo untuk Rio biar nanti Iren dan Bram saja yang menyampaikan nya,Ayah yakin Rio juga pasti akan mengerti dan tidak akan mempermasalahkan nya,karena Rio juga kan sama penggila kerja juga,lagipula mereka kan menikah karena di jodohkan jadi pasti perlu masa untuk saling menerimanya,tidak mungkin semudah itu untuk mereka saling menerima,jadi ya sudah nanti setelah menikah biarkan mereka menjalani kehidupan mereka sendiri saja,kita jangan terlalu ikut campur,kita cukup pantau saja,yang penting kan mereka menikah sesuai rencana kita.”


Jawab Ayah tersenyum sambil memegang tangan Bunda untuk menenangkan Bunda.


“Iah Yah,Bunda harap begitu.” Ucap Bunda tersenyum karena sudah merasa sedikit tenang mendengar ucapan Ayah.


“Iah kita berdoa saja agar semua nya baik-baik saja dan berjalan dengan lancar sesuai yang sudah kita rencanakan.” Timpal Ayah tersenyum.

__ADS_1


"Iah Yah Amiin" Ucap Bunda tersenyum sambil menyenderkan kepala nya ke bahu Ayah.


BERSAMBUNG...NEXT EPISODE


__ADS_2