TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Waktu


__ADS_3

Aku melempar serpihan kertas itu ke arah om Yoga dan memilih untuk meninggalkan ruangannya.


"Sand..." Jemari Toby mencengkeram pangkal lenganku.


Aku hanya menatap Toby sesaat, meski saat ini hubunganku dan Toby membaik, tapi sulit juga melupakan bahwa awal semuanya adalah darinya...


Tapi tentu saja itu sia - sia..


Uhf.. Aku membenci tubuh ini. Ukuran kami tak sebanding.


Aku memutar tubuhku dan kembali menyapukan pandang pada ketiganya, dan tenru saja berahir pada Toby.


"Kamu mau lari..."


"Aku butuh waktu untuk berfikir, bahwa aku bukan mainan untuk mendapatkan keuntungan kalian" Aku melipat tanganku "Mungkin uang seperti membuatku akan puas, tapi tidak.. Kalian salah"


Oh God...!!


Seharusnya mereka mencari gadis miskin di luar sana yang selalu bermimpi jadi cinderella dalam semalam.


"Aku... Sangat mencintai kehidupanku sebelumnya, sebelum kalian masuk"


Berbicara banyak dengan tiga pria yqng sedang tidak peduli padaku, itu menjengkelkan. Karena aku percaya, mereka hanya menunghu kesimpulanku pada ahir kalimat.


"Intinya..."


Benarkan? kali ini pupil mereka membesar.


"Aku... Ingin keluargaku utuh, bersama ayahnya"


"Tapi kamu tidak memginginkannya.." Om Yoga masih mengungkin hal yang sudah kadaluarsa.


"Dulu...." Sanggahku.

__ADS_1


"Benar itu Dulu.." Kali ini Albert di pihakku.


"Aku tidak mengerti bagaimana bussiness agency ini berjalan, bukankah masih ada Bank selain Rizal, untuk menghasilkan modal?" entahlah itu ide dari mana.


Om Yoga mendengus ke udara lepas.


Yang artinya, aku bodoh atau nominal yang mereka butuhkan sangat fantastis, atau mereka sudah kehilangan kepercayaan bank karena aksi pelanggaran mereka.


" Terserah... Apapun caranya, tapi tidak dengan hidupku" Aku mengarahkan manikku pada Toby yang menunggu kalimatku berikutnya "Dan suamiku"


Tentu saja, aku tidak bisa kehilangan Toby saat sepeeti ini. Setidaknya kami harus impas terlebih dahulu.


Aku sudah membuat Toby lolos dari urusan yang rumit dengan Billy Wang dan kini waktunya Toby harus membuatku lolos dari jemari kekuasaan Rizal.


****


Langkahku semakin cepat,


"Sandra..!!!"


Itu pasti suara Toby yang mengejarku hingga ke lantai dasar.


Apa aku harus peduli? Aku hanya ingin sendiri. Tapi...


Jepret... Jepret...


Kilatan lampu lensa melintas dari berbagai sudut. Apa para wartawan itu tidak ada kerjaan lain? Atau mungkin Celebrity lain yang mereka intai selain Toby.


Toby kini sudah di belakangku dan mendekapku denga nafas tersengal. Mungkinkah dia menuruni tangga darurat?


"Aku sebenarnya ingin sendiri" Bisik ku "Tapi para wartawan itu membuatku mengurungkannya, jadi jangan besar kepala"


"Oh.. Iya..?" Toby mulai berkacak pinggang, karena kali ini dia sedikit menang "Kamu tidak tertarik menghentikan Rizal?"

__ADS_1


"Aku tidak ingin gegabah, menghadapi mahkluk sinting seperti kalian"


"Hay.... Aku tidak sinting?"


"Mamungut sembarangan perempuan di lift"


"Ssssttt..." Toby segera menutup mulutku.


"Tapi aku tidak merugikan orqng lain" pekiknya.


Nah kamu pikir aku bukan orang? Pekikkku dalam hati.


Toby segera merangkulku dan menyeretku kembali ke dalam lift.


"Kita bicarakan di mobil"


"Aku belum setuju"


"Tidak perlu, kamu sudah mendapatkan ijin suamimu"


"Ini bukan ijin suami, tapi pemak... " Aku mencoba mendebat ketika kami akan memasuki lift.


"Ting..." pintu lift terbuka bersama beberapa orang di dalamnya.


Huh...


Setidaknya menikah dengan Celebrity membuat dosamu berkurang, karena sering sekali kamu tak cukup waktu untuk bertengkar.


Alasannya....


Karena kami sangat butuh pencintraan.


Aku dan Toby serempak tersenyum dan memasuki lift dengan berperan suami istri yang dalam keadaan baik - baik saja.

__ADS_1


__ADS_2