TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Langkah


__ADS_3

Tia masih belum menjawab.


"Aku tahu Sandra menaikkan gajimu dari uang pribadinya, jadi seharusnya kamu mengerti dan tidak usah memusingkan banyaknya pekerjaan yang di tolak"


Toby mengecupku sejenak sebelum dia meninggalkan kami yang termenung menatap punggungnya menjauh.


"Apakah dia selalu begitu..." tanya Tia lirih.


"yang jelas Bukan pekerjaan mudah untuk Albert.."


Albert? Kemana dia bukankah biasanya dia yang menjemput?


"Apakaj kamu manager yang bagus Tia?" Tanyaku lirih dengan mencoba menatap Tia setajam mungkin.


"Maksudmu?"


"Bisakah kamu mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan?"


"Kamu mau melawan Toby?"


"tepatnya... Aku membantunya"


Seperti yang aku lihat, Toby akan sering menghilang dari hari - hariku karena kesibukannya tentang semua proyeknya yang sedang melakukan promo yang tidak kecil.


Seiring rumor yang gugur, aku yakin banyaknya brand yang menolak sebelumnya akan segera menggaetnya kembali.


Dan... Aku akan kembali sulit menghubungi nya, padahal ada cengkraman Rizal yang sedang perlahan ingin mencabut hidupku.


"Tidak akan lagi..."

__ADS_1


Cukup sekali kehidupanku runtuh dan berahir dengan lelaki sinting. Dan aku tidak akan jatuh ke tangan psycopath seperti Rizal.


******


"Aku mau jadi penyiar berita televisi" Ungkapku pada Tia, usai memastikan bahwa Toby benar - benar menghilang.


"Aku mau membawakan berita - berita strategis dan hangat"


Tiq mengangkat alisnya tinggi - tinggi.


"Aku tahu penampilanku nampak kurang dewasa untuk itu" gerutuku yang menyadari betapa postur dan wajahku nampak jauh lebih muda dari usiaku. "Kita hanya perlu makeup artist yang bagus kan?"


Tia masih diam


"Dan juga stylist" gumamku.


"Cari mereka sebelum kamu mendapatkan pekerjaan itu untukku"


"Kamu sangat menyukai berita?"


Itu tidak salah, tapi ada yang aku incar.


"Suaraku ini, the one and only. Aku ingin tarif yang mahal dari waktu ke waktu" Aku menunjuk beberapa kertas pekerjaan di antara kami "Aku tidak secantik para model, karirku akan selesai begitu bayiku beranjak tumbuh lebih besar"


Sebenarnya itu hanya alasan.


Namun Tia mulai menangkap sebagai alasan yang masuk akal.


"Test... Test... Ehem" Aku mulai mengambil suara "Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI meminta masyarakat untuk berhenti memberikan Paracetamol sirup saat anak terserang demam. Hal ini, Saudara, untuk mencegah kasus gagal ginjal akut misterius pada anak yang bertambah. Mengingat hasil investigasi Kementerian Kesehatan dan BPOM terdapat kandungan Etilen Glikol atau Dietilen Glikol pada Paracetamol sirup ini" aku mengambil nafas sejenak.

__ADS_1


"Bagaimana?" Aku meminta pendapat pada Tia, akan suara dan skill membaca berita yang aku contohkan.


Tia tersenyum, "Sepertinya kamu bakat natural untuk itu"


Aku mengangguk "Kita bisa ambil dua atau tiga job photo seperti yang Toby minta, agar dia tidak curiga"


"Kamu tidak ingin Toby tahu?"


Aku menggeleng, "Ini kejutan" ahirnya senyumku mengambang bebas, seolah Toby akan senang denga hasilnya.


Dan.... Tia tidak mengenali actingku yang mulai berkembang.


"Ok.. Good deal"


******


Penyiar berita di layar Tv bukan hal yang mudah untuk di dapatkan. Profesi itu lebih dari butuh suara yang indah tapi juga visual yang anggun dan terpelajar atau image smart.


Meski sebenarnya aku ragu untuk bisa mendapatkan profesi itu, namun tekadku sudah bulat.


Aku harus bisa melindungi diriku dengan segala kemampuanku. Yang menurutku saat ini adalah informasi.


Dibdalam berita, siapapun akan sulit lolos. Politisi, pengusaha, bahkan celebrity sekalipun hidup mereka tergantung pada berita.


Ah... Dan satu lagi, harga saham.


Aku yakin perusahaan sebesar Adilokso group, pasti ada cela. Aku tidak bisa mendapatkan infonya hanya dengan ber wara wiri di sekitar dunia entertainment.


Aku harus masuk ke dunia bisnis dengan caraku.

__ADS_1


__ADS_2