TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Rugi


__ADS_3

"Yah... Saat ini aku belum punya"


Toby yang melangkah dengan cepat segera berhenti sejenak. "Kamu begitu cepat mendapat solusi saat m3ngurus kasusku dengan Billy wang, bahkan kamu juga langsung punya alternative nama para calon istriku"


Albert cuma bisa terdiam. Sulit menampik pendapat Toby saat pikirannya tidak jernih. Jelas - jelas kedua kasus ini sangat berbeda. Kasus Toby dan Billy wang tidak bersangkutan dengan nyawa. Tapi yang sekarang... Nyawa Toby adalah taruhannya.


Hanya satu kesalahan, maka Albert bisa berahir menjadi pembunuh Toby secara tidak langsung.


*******


Saat ini aku mengamati kertas dengan deretan kata yang merangkai kalimat tentang benefit yang aku dapatkan apabila aku meninggalkan Toby, tentu saja dengan menyematkan gelar janda dan duda pada aku dan Toby.


Hal utama yang paling menggiurkan adalah kata kedamaian. Tidal ada kamera, fans, atau hater. Aku akan kembali menjadi manusia biasa seperti yang pernah aku dapatkan sebelum mengenal Toby.


Dan begitu pula yang akan di alami putri kami. Kehidupan yang normal. Setidaknya hingga ia harus pulang untuk menjadi penerus Ayahnya. Setidaknya dia akan mendapatkan 50% andaikan Toby juga memiliki anak dari pernikahan sebelumnya.


Kenapa?


Karena aku telah menyelamatkan karir Toby sebelumnya. Itu terdengar.... Perhitungan yang keterlaluan. Aku merasa kurang ikhlas dengan imbalan yang terbilang cukup mahal.


Kenapa?


Sederhana saja, dalam rumus hidupku tidak ada hal dari hidupku yang bisa di ukur dengan angka.


Jadi apabila aku sudah berkorban, bisakah aku memdapatkan balasan dengan pengorbanan juga?


Aku berdecih pelan dan mengalihkan oandanganku pada putriku yang nampak tidur pulas dan puas usai menyesap makanan favoritnya dariku.

__ADS_1


"Kalau kamu menjadi aku... Kira - kira apa yang kamu pilih sayang?" Bisikku dalam hati seraya mengusap pipinya yang chubby dan merona.


Aku memilih memasukkan kembali kertas itu. Aku berencana membacanya beberapa kali lagi sebelum batas waktunya usai.


*****


" Tiga bulan.... Aku rasa itu sangat cukup untukmu membuat keputusan, sekaligus untuk putrimu melakukan penerbangan" Papa mengucapkan kalimat itu denga pelan dan tegas.


Aku masih membeku,


"Soal perjanjianmu dengan Toby, kamu bisa melakukannya. Aku yakin Toby tidak memaksamu di sampingnya dengan gratis bukan?"


Aku ingin mendamprat Papa saat itu, bahwa aku tidak pernaj menjual diriku. Bahkan meski pria itu Tamlan, popular dan kaya raya. Bahkan menjadi idaman hampir semua wanita.


Tapi....


"Aku akan pertimbangkan Pa... Tapi aku butuh istirahat untuk berfikir jernih"


"Tentu saja" Papa mulai beranjak dari duduknya dan mulai bersiap untuk pergi. "Tiga bulan Sandra, tidak lebih"


"Dan bila tidak...."


"Tidak ada orang yang suka Di tolak"


"Apakah aku bisa menghitung ini sebagai ancaman?"


"Terserah kamu berpendapat, aku hanya memgutarakan perasaanku"

__ADS_1


Papa memutar langkahnya berlawanan dengan posisiku. Tubuhnya yang sudah menua itu nampak masih tegap meski gerakan tubuhnya sudah menandakan gejala renta.


"Pa..." Aku memberanikan diri memghentikan langkah pria tua yang penuh kuasa itu.


"Apa Papa tidak pernah menyukaiku sekalipun?"


Papa yang sudah hendak memegang gagang pintu segera mengarahkan wajahnya padaku.


"Jangan salah sangka padaku Sandra... Kamu memiliki hampir semua yang aku sukai, kita membahas topik yang sama bahkan memiliki selera seni yang mirip. Hanya saja.."


Kali ini wajah Papa kembali menatap lurus ke daun pintu yang hanya berjarak 10 centi darinya.


" Aku hanya bussinessman yang tentu saja memiliki perspective keuntungan "


" Apakah aku sama sekali tidak punya? "


" Bukan salahmu.... Tapi kenyataan bahwa kamu putra Ayahmu, yang menyembunyikan penyakit pancreas syndromenya dalam masa ahir prakteknya. Itu mencederai kepercayaan pada bussinesku yang juga bergerak di bidang kimia "


" Ayah punya pancreas syndrom? "


"Semua pecandu alcohol memiliki potensi itu"


Aku memaku dan tersenyum perih.


Derit pintu kembali terdengar.


"Apakah anda tahu kalau putra anda juga memiliki hal yg sama?"

__ADS_1


__ADS_2