
"Sandra..!" Toby mencoba menahanku sekali lagi.
" Aku tidal pernah keberatan untuk berselisih, tapi bisakah aku mengisi perutku dulu dengan caraku? Bukankah begitu yang kamu janjikan ketika mengajakku berpacaran"
Mulut Toby hanya ternganga, sepeetinya dia hampirvtak percaya aku masih menggunakan janji saat itu untuk situasi sekarang.
"Aku punya Selera Tob"
Toby ahirnya melepaskan genggamannya dan membiarkan langkahku yang ringan bak bulu angsa yang ter terpa angin.
*****
"Kamu tidak mengajak Sandra" Papa Toby mencoba memastikan.
"Untuk Sementara sebaiknya Sandra di rumah saja" Jawab Toby setengah ragu.
"Dia juga butuh refreshing"
"Mungkin lain kali, kehamilan yang datang lebih awal dari perkiraan sedikit mempengaruhi mood nya"
"Aah... Dasar perempuan"
Papa dan Toby sama sama tersentum simpul dan segera memasuki mobil porche putih yang segera melaju bergabung dalam kerumunan lalu lintas.
"Papa hampir tak percaya kamu memutuskan menikah saat karirmu sedang di puncak"
"Bukankah lebih baik seperti itu hingga aku tidak perlu menyesal seperti Mama" Jawan Toby datar.
"Mamamu tidak seperti yang dia ceritakan, tidak Sebagus itu, tanpa menikah denganku dia hanya actress yang mungkin kurang berhasil"
"Papa masih menganggap seperti itu?"
"Kenyataan sulit di pungkiri, menjadi kaya kadang menyenangkan mengingat banyaknya pilihan yang akan terus datang padamu"
"Benar... Aku bisa melihatnya"
__ADS_1
"Apakah kamu belum tertarik untuk berbisnis denganku?"
"Bukan sekarang Pa... Apalagi kalau Papa masuk dalam dunia politik itu sedikit merepotkan"
"Hmmm...." Papa Toby mulai mengenakan kaca mata rayben berkaca coklaf terang dan melempar pandang pada hamparan jendela yang di penuhi dengan kendaraan.
"Tapi kekuasaan akan lebih memudahkanmu untuk lebih banyak berinovasi dan juga bermanfaat" ucapnya.
"Saat ini Papa hanya tahu memproduksi uang, tanpa punya kesempatan bagaimana menggunakannya dengan bijak. Dan kita sama - sama tahu, organisasi amal Mama kamu hanya panggung untuk popularitas dia yang sudah pudar"
Keduanya membuang nafas bersamaan secara perlahan.
"Aku akan memikirkannya, kala semua rencanaku di dunia Celebrity mulai mereda. Tapi untuk saat aku belum ada waktu"
Papa Toby hanya mengangguk "Kamu tahu di mana kantor papa, datanglah kapanpun kerika kamu sudah setuju"
Toby menanggapi dengan sekali anggukan dan memilib hanya diam dan memeriksa beberapa hal di benda pipih canggihnya.
*****
"Frech?" Tanyaku menanggapi perkenalannya.
"Benar" jawabnya ramah.
"Anda kepala Cheff di dapur kami?"
"benar"
Bahasa cheff piere sangat fasih dan hampir sempurna.
"Bahasa kamu sangat bagus"
"Ah.. Saya mix local, dan lahir di sini hanya saja saya berpendisikan di Frech"
"Good... Nice to meet you" Aky menjabat tangannya Ringan "Saya Sandra, istri Toby, ca va?"
__ADS_1
"ca va bien "
*ca va \= apa kabar dalam bahasa prancis.
*ca va bien \= i am fine (sava bien)
"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik"
Aku mulai meminta Cheff piere untuk menunjukkan stock bahan makanan yang kami punya di rumah.
Sungguh, aku tidak tahu seberapa kaya keluarga Toby. Tapi, persediaan makanan keluarga Toby sudah standard restaurant berkapasitas 100 orang. Apa mereka sering melakukan party?
"Ehem... Apakah rumah ini punya Wine room?"
"Tentu saja, ada di basements"
Kebiasaan Alcohol Toby pasti akan sulit berhenti
"Beberapa jenis alcohol dan liquor yang lain juga ada dari beer, wishky, vodka..."
"Sudah.. Tidak perlu di sebutkan"Aku tidak sanggup mendengarkan lebih" Bisakah kamu membuatkanku bruch? "
*Brunch adalah makan antara breakfast dan lunch.
" Bagaiman kalau Egg benedict with smoke salmon atau Aua Gratin with French Bread "
" Apakah memungkinkan untuk aku mendapatkan keduanya?
"Tentu saja" Cheff piere menyanggupi.
"untuk kejunya aku pilih Goat Cheese"
"Cheers!!"
'Selama ibumu aku, akan kupastukan kamu mendapat yang terbaik sayang. Meski aku kurang setuju kamu hadir lebih cepat 'batinku sambil mengelus di mana janinku bersemayam.
__ADS_1