TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Sekretaris baru


__ADS_3

El terbangun tengah malam, perutnya keroncongan minta diisi. Dia mencoba menyalakan lampu di kamar. Ternyata makanan telah tersedia disana.


"Mau makan ya Sayang? Maaf tadi aku nggak bangunin kamu. Habisnya pulas banget tidurnya" Erik duduk mengambil bantal jadi sandaran punggungnya


"Nggak apa Sayang" El mulai menyantap makanannya.


"Nggak makan lagi Sayang?" ajaknya.


"Masih kenyang, lanjutin makan yang banyak ya Sayang"


"Okay"


Setelah El makan dia kembali lagi ketempat tidur. menjatuhkan badannya di kasur empuk Itu.


Erik menatapnya dan membelai rambut El.


"Tadi siang kemana aja Sayang?" Meski Erik sudah tau kegiatan El dari laporan Lela namun tetap saja dia ingin bertanya sebagai bentuk perhatian.


"Tadi pergi belanja Sayang, dalam bentuk pengabdian aku. Aku harus menggunakan uang kamu iya Kan?" El tersenyum tipis


"Iy Sayang, Kamu tahu seorang lelaki akan merasa lebih berguna kalau istri mereka bergantung kepadanya"


"Iya Sayang, aku ngerti kok"


"Tadi kamu belanja apa Sayang?".


" Oh itu aku belanja makanan minuman dan pakaian di supermarket?".


"Kok belanja keperluan dapur?"


"Nggak untuk dapur kita Sayang, tapi aku belanja bagi mereka yang membutuhkan"


"Oh ya, kenapa kamu tidak membeli baju dan keperluanmu Sayang?"


"Sayang, baju dilemari aja masih banyak yang belum kepake sayang, begitu juga dengan sepatu dan tas. Aku merasa lebih bermanfaat jika memberi pada yang membutuhkan. Maaf ya sayang, aku nggak izin kamu dulu" sesal El


"Nggak apa sayangku, malah aku senang kok. Ternyata istri aku adalah seorang bidadari" Erik sumringah


"Oh ya, bukannya teletubies ya?" celetuk El mengingat Erik dulu sering memanggilnya teletubbies


"hahaha kamu masih ingat ya? lalu bagaimana kunyuk dingin? apa sekarang saya masih kedinginan"


"Nggak sih kan udah ada yang hangatin"


"Udah kelas veteran ya sekarang" El mencubit hidung El.


"Sakit tau" gerutu El

__ADS_1


"Sayang kalau aku boleh tahu sejak kapan kamu mulai suka sama aku.


"Aku nggak persis Sayang, tapi waktu aku sakit bisulan aku ingin dipeluk terus sama kamu. Rasanya nyaman banget"


"Oh ya, Kamu tahu nggak El. meski aku juga tidak tahu persis kapan aku jatuh cinta sama kamu. Tapi yang aku ingat, aku sering kecup kening kamu saat kamu tertidur. Habisnya kamu kalau lagi tidur cantik banget" Erik membayangkan masa lalunya.


"kalau gitu aku tidur aja terus" celetuk El.


"Nggak gitu sayang, maksud aku dulu kamu kan suka usil, cerewet. Kalau kamu tidur jadi gimana gitu"


"Oh ya, Sayang kenapa ada teman kamu bilang kamu itu seorang gay?"


"Oh itu, itu karena aku kemana-kemana selalu bersama Adrian. Lagian aku tidak pernah punya pacar?"


"Masa ada orang seganteng kamu nggak punya pacar?"


"Jadi menurut kamu aku ganteng ya" Erik menggoda El.


"Iya iya sih" masih ada kegengsian yang tersisa.


"Hehehe itu aja pakai gengsi"


"Iya kamu ganteng banget suami aku" El mencium pipi dan bibir Erik.


"Tuh kan mulai tidak tahan dengan kegantengan aku hehheeh"


"Udah mulai lihai ya sekarang" Erik memeluk pinggang El. menidurkannya di kasur dan mulai mengganti posisinya.


Erik sudah tidaka tahan lagi melihat bola mata istrinya itu. Dia sudah mulai melancarkan serangan cintanya kepada El.Menelusuri telinga dan leher El yang memberikan sensasi sendiri kepada El, namun kali ini El sangat menikmatinya. Dia akan memberikan apapun yang dia miliki sekarang, cinta, tubuh bahkan nyawanya sekalipun. Kini dia telah bertekuk lutut pada suaminya. Suami yang dahulu dibencinya, tapi sekarang sangat dicintainya. Malam semakin larut tapi mereka masih belum selesai dengan urusan mereka.


***


Axena Inc


Besok jadwal Cuti bagi sekretaris Jim. Oleh sebab itu akan ada orang yang akan menggantikannya sementara waktu. Nama Miranda menjadi rekomendasi sekretaris Jim. Selain orangnya cerdas, dia juga mampu bersikap profesional.


"Ok, Saya setuju saja sekretaris Jim. Saya percaya anda pasti lebih paham tentang pegawai disini kan?"


"Baiklah Tuan, berarti Miranda akan menjadi sekretaris anda sementara waktu" jelas sekretaris Jim.


Bagi Erik tidak masalah siapapun sekretarisnya yang penting dia bisa bersikap profesional.


"Baiklah saya akan panggil Miranda kemari"


Tak lama sekretaris Jim masuk diikuti Miranda. Seorang gadis cantik. Memakai kemeja dan rok diatas lutut membuat dia semakin elegan ditambah gestur tubuh yang selalu menunjukkan profesionalitas.


"Selamat siang Tuan, Saya Miranda Pricillia, biasa di panggil Miranda"

__ADS_1


"Miranda perkenalkan dirimu"


"Terimakasih Pak Jim"


"Selamat Siang Tuan, Nama Sayang Miranda Pricillia M.A . Biasa Dipanggil Miranda. Saya tamatan S.2 Ilmu Adminstrasi" Miranda membungkukkan badan memberi penghormatan.


"Ok Miranda, apakah kamu mengerti dengan tugas yang akan kamu lakukan".


" Sudah Tuan, tadi sudah dijelaskan oleh Pak Jim"


"Miranda mulai sekarang kamu bisa menempati kursi saya" sekretaris Jim menunjuk mejanya yang berada di pojok diruangan Erik.


"Asyik, akhirnya aku satu ruangan sama Tuan muda yang tampan ini" Hatinya merasa sangat senang tapi dia berusaha untuk biasa saja.


Miranda telah duduk dikursinya, sementara Erik kembali sibuk dengan laptopnya.


Sesekali dia curi pandang kepada Erik yang hanya bersikap biasa saja.


"Apa si tampan ini sudah punya gandengan ya?" Miranda tidak tahu Erik telah punya istri. Miranda mendekat ke kursi Erik.


Miranda terus saja memikirkan cara untuk mendekati Erik tetapi tetap terkesan elegan. Dia pun berjalan mendekati meja Erik


"Maaf tuan, sebentar lagi kita ada miting dengan klien"


"Ok baik, persiapkan dengan baik ya" Ucap dia ramah


"Baik Pak" Miranda memberikan senyman termanisnya, tapi bagi Erik itu biasa saja antara bawahan dan atasan.


Erik berjalan diikuti Miranda, para staf yang lain langsung berdiri dan memberi hormat. Banyak juga mata yang iri memandang Miranda karena berhasil menjadi sekretaris pengganti sekretaris Jim.


***


Dirumah El telah memasak makanan Bersama Bik Minah. awalnya Bik Minah melarang El terjun ke dapur namun dia memaksa karena ingin memasakkan makanan untuk Erik.


"Maaf Non, apa nggak sebaiknya Non menunggu di kamar saja. Bibi takut tuan marah karena membiarkan Nona memasak" Ujar Bibi


"Nggak apa kok Bik, pokoknya aku yang tanggung jawab ya" El melanjutkan memasak walau dia dipandu youtube dan Bik Minah


"Betul juga apa kata mama selama ini. Kalau dari dulu gue udah belajar masak tentu gue udah pintar masak sekarang nggak perlu lihat yuotube lagi" Sesalnya.


"Bik, setelah ini apa Bik"


"Masukkan bawang putih sama ketumbar giling non" Pandu Bibik.


El sangat antusias dalam memasak meski tangannya kena noda kunyit, tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu.


Selesai memasak, El meminta Lela untuk mengantarkannya ke kantor Erik. Namun dia mewanti-wanti agar Lela tidak mengatakan kepada Erik karena dia ingin memberi kejutan. Lela pun menurutinya dan berangkatlah mereka menuju kantor Erik.

__ADS_1


__ADS_2