
Aku membaca sederet alamat baru Billy yang dikirimkan vincent melalu pesan pendek.
Entah bawaan orang hamil, atau memang ini reaksi normal semua wanita. Aku menjadi mudah was - was.
Sejak kemarin Sore, Toby mulai sulit aku hubungi. Dan yang lebih meresahkan dia jufa tidak pulang. Sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Meski pagi buta, toby selalu pulang ke rumah. Bahkan biasanya dia akan meringkuk di ranjang yang sama denganku tanpa mengganti bajunya, apalagi mandi.
Tapi sekarang?
Dan yang membuatku lebih resah. Ternyata....
Kemarin adalah hari dimana Billy Wang di bebaskan. Sebagian besar perasaanku mengatakan bahwa kemungkinan Toby sedang bersamanya. Tapi sebagian besar akalku mencoba mengatakan tidak, mengingat scandal yang pernah terjadi di antara mereka.
Dengan banyak nya issue negative tentang Toby saat ini. Menemui Billy Wang adalah langkah terbodoh bukan? Dan Albert pasti menghentikannya.
Tapi, masalahnya Albert pun, juga belum bisa aku hubungi hingga saat ini.
Aku memandangi sederet alamat di handphoneku sekali lagi dan juga photo Billy Wang yang aku cari di social media.
Benar, alamat ini adalah alamat villa Billy Wang.
"Cantik..." Gumamku yang juga mulai membandingkan fisiknya dengan fisikku yang sepertinya menggembung.
"Andaikan aku cowok, mungkin aku juga memilih dia" aku mulai memalingkam wajahku dari pantulan cermin.
__ADS_1
"samperin.. Enggak... Samperin... Enggak" Aku kini juga mulai menimang atas keputusanku atas kegelusahan dan kecurigaanku yang tak kunjung reda.
Dan.....
Tentu saja, aku kini sudah berada di mobil dengan Andi yang mulai mengemudikan mobil marcedes hitam milik Toby menuju alamat yang sudah menyita otakku sejak berjam - jam sebelumnya.
*****
Sebuah kediaman yang nampak nyaman dengan pagar tingi dan gerbang berbahan kayu berkualitas. Alamat ini bukanlah rumah biasa, bisa dibilang sejenis...
Villa complex?
Mengingat kami harus mengisi buku tamu sebelum memasuki area parkir. Bahkan harus menunjukkan Id card.
Meski Lega, perasaankupun jadi lebih was - was. Karena nampaknya Toby cukup familiar di sini? Apakah Toby dan Billy sering bertemu diam - diam di sini?
Bayangan imajinasiku tentang bagaimana mereka bersamapun mulai mengias pikiranku.
Hush... Hush..!!
Aku mencoba mengusirnya seiring usahaku agar tetap tenang.
"Villa 07" Aku membaca lagi kartu visitor yang aku dapat dari perugas tadi.
__ADS_1
"Kamu tunggu di sini saja, aku masuk sendiri"
Andi mengangguk singkat.
Langkahku mulai mantap dan perlahan cepat mengikuti jalan setapak berhiaskan batu alam. Aku mulai menghitung dan membaca pintu demi pintu yang aku lewati. Hingga....
"O7" Dua angka yang di ukir indah di atas kayu jati berukuran 25 x 30cm.
Awalnya aku ingin mengetuk, namun ternyata pintu gerbang kayu itu bukan hanya terkunci, tapi juga nampak sedikit terbuka.
Dengan perlahan aku mendorong pelan, seraya melangkah kan kakiku yang sudah membengkak menasuki area bealas rumput hijau segar.
"Good luck Man..!" sebuah suara berat terdengar lembut namun bersemangat, mulai terdengar samar.
"Kamu juga" Suara Berat lainnya mulai mengikuti di ikuti tepukan ringan. Kali ini adalah suara yang akrab di Telinga ku.
Suara yang berasal dari suamiku yang sedang memeluk Billy di depan mataku...
"Tob..." Billy yang menangkap sosokku segera mendorong Tubuh Toby dan memberi kode padanya atas keberadaanku yang sedang beku mendapati kenyataan baru..
"Sandra...??"
Nafasku perlahan sulit, langitpun serasa tiba tiba mendung dan sekitarku mulai berputar, Daaan....
__ADS_1
Semua gelap.