TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Akibat


__ADS_3

Suka atau tidak suka, aku ini adalah istri Toby dan calon ibu dari anaknya. Tidak mungkin selamanya aku bisa terus menghindari media. Wajahku akan lebih banyak terexpose di mana - mana.


Dan itu artinya, aku kehilangan banyak kesempatan. Meski banyak pula kesempatan yang terbuka.


"Jadi... Kenapa tidak di maksimalkan saja?" saran wanita berambut pendek yang sekarang sedang duduk berhadapan denganku di meja perpustakaan keluarga Toby.


Namanya Tia, dia adalah manager yang di tunjuk untuk membantuku dan mengurusku.


"Saran Tia tidak buruk" Toby masih sibuk membaca lembar demi lembar kontrak yang di tawarkan padaku dengan seksama.


"Media akan meliput saat pengumumam kehamilanmu, saat kehamilanmu membesar, persiapan persalinan, pengumuman kelahiran, anak kita umur satu tahun.. Daaan setsrusnya"


"Aku belum mempertimbangkan soal itu" aku menutup mataku sejenak dan membuang nafas perlahan "Aku hanya keberatan dengan ini" Aku menunjuk tentang beberapa program tv di mana aku sudah di nantikan.


"Oh acara tengah malam" Tia tersenyum lebar di iringi dengan pupil yang juga turut melebar, serta hidungnya yang tiba tiba mengembang.


"Toby adalah lelaki impian buaaanyak wanita"


"Ok..."


"Jadi hampir senua orang ingin mengetahui bagaimana rasanya hidup bersama Toby dari pagi hingga petang"


"Jadi..." aku ingin tahu point utama acara yang terdengar konyol itu.


"Kamu hanya di sana dan menjawab semua pertanyaan para fansnya tentang hubunganmu dengan Toby?"


"Apakah Om Yoga tidak memberimu catatan, bahwa aku membenci bahasan persoalan pribadi?"

__ADS_1


"Ada... Tapi mungkin kamu bisa mempertimbangkannya mengingat nilainya yang cukup tinggi"


"Sangat tinggi" Aku mengkoreksi pernyataan tia "Karena itu kamu mempertimbangkannya untukku?"


Tia mengatupkan sepasang bibirnya dan mengangguk pelan.


"Aku tidak berubah, sebelum atau sesudah menikah dengan Toby" Aku mulai sedikit terpancing emosi, Aku mulai meletakkan kertas kontrak itu di atas meja jati di antara kami.


"Aku mau berpenghasilan dengan ke ahlianku bukan urusan pribadiku apalagi yang mencangkup Toby. Bila mereka menginginkan sesuatu tentang Toby, ajukan itu ke Toby bukan ke aku"


"Aku lupa mengatakan kalau istriku galak" Toby menyela.


"Saya mengerti"


"Aku ingin acara berita, seperti apa yang aku lakukan dan aku bangun dalam waktu yang lama" aku melanjutkan yang aku mau untuk ke sekian kalinya.


"Itu Bagus..."


"Tunggu..." Biasanya mereka cukup membuka lowongan bukan? "


" Apakah anda tidak memeriksa social media anda? "


" Pengikut anda mencapai jutaan sekarang? Jadi anda termasuk influencer.. "


" A.. A.. Pa? "


" Ehemm... "Toby berdehem pelan" Tia... Bisakah kamu menunggu di luar, mungkin bisa di ruang tamu saja "

__ADS_1


Tia segera beranjak tanpa mengucapkan satu katapun.


" Influencer? "Aku bertanya entah pada siapa" Kamu tidak memberitahuku? "


" Sebenarnya hal itu hanya kecelakaan "Toby membiarkan kertas kontrak itu berantakan" Pengikutmu mulai meningkat seiring dengan gossipku dengan Billy dan juga kurangnya mereka bisa menemuimu "


" Aku bukan property umum "Keluhku.


" Tidak ada yang mengatakan itu... Ini hanya tidak sengaja "


Drrrt.. Handphoneku bergetar dan...


Pak Sony?


" Halo apa kabar? "


" Maaf baru menghubungimu setelah sekian lama? Tapi mengingat masa skorsingmu mungkin aku bisa mulai active segera, apakah kamu berkenan mampir dan membicarakan hal tersebut? "


Cih... Padahal aku tsungguh tidak menerima gaji sejak saat itu. Ckckkc


Aku pantas untuk marah bukan?"


Tapi... Menghindar sementara waktu akan lebih baik.. "Maaf pak.. Suara bapak agak kecil saya kurang mendengarnya dwngan baik"


Pak Sony mulai mengulang dengan suara cukup lantang.


"Apa...?? Bapak mau mampir?"

__ADS_1


Pak Sony kembali mengulang lagi dengan lebih lantang. Dan aku harap setidaknya pegawai yang lain bisa mendengar permohonannya kepadaku.


__ADS_2