
Setelah puas menghabiskan waktu di atas ranjang, Erik bersiap untuk pergi ke kantor.
Air kran mengalir membasahi tubuh Erik, El mengambil shampo dan mulai mengusap-ngusap kepala Erik sampai mengeluarkan busa.
"Enak sekali pijatannya Sayang. Sini aku shampoin kamu juga" Erik menatap El sekilas dan kembali menikmati pijatan El.
"Nggak usah Sayang, Aku mandinya bentar lagi aja" El tersenyum kikuk.
"Ayolah Sayang, sekarang aja" Erik merangkul tubuhnya membuat El harus bergabung bersama Erik.
"Aduh sayang, bajuku jadi basah" El menatap baju tidurnya yang sudah menempel di tubuhnya.
"Udah lepasin aja" Erik tersenyum tipis. El kemudian melepas baju yang menempel di tubuhnya sehingga meninggalkan pakaian mininya. Tampak beberapa bekas memerah di dadanya membuat Erik tersenyum
"Sayang, tatonya semakin hari semakin banyak aja" ledek Erik.
"Habis setiap malam ada yang ngukir tato di tubuh aku. Gimana nggak tambah banyak" gerutu El.
"Hehehe Habisnya aku nggak bisa nahan hasrat Aku sama kamu El. Maunya perang terus" Erik senyum senyum.
"Oh ya Ayo kita perang sekarang" El menyiramkan air kewajah Erik dengan tangannya.
"Awas ya" Erik membalas El, mereka seperti anak kecil yang main perang air saat main hujan-hujanan.
***
"Sayang ada yang mau aku omongin" Ucap El sambil memasang dasi suaminya.
"Ngomong apa Sayang? Apa sesuatu yang serius" Erik menyelidik
"Begini Sayang, aku dapat tawaran untuk pemotretan sebuah produk make up yang akan launching Sayang"
"Hm jadi?" Erik menjawab datar, dia sudah menduga El bakalan menerima tawaran itu.
"Jadi aku minta izin menyetujui kontraknya" El bicara lembut, berharap Erik akan mengizinkannya
"Hm apa kamu nanti tidak kecapekan, kamu ingat kan saran dokter kintan?" Erik memegang pundak El
"Tapi Sayang aku sumpek di rumah terus. Aku kangen ketemu Angel, ketemu teman-teman yang lain dan beraktifitas seperti dulu" El merengek.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mari kita buat kesepakatan" Erik menatap El
"Ok apa itu?" Ucap El penuh semangat
"Yang pertama kamu tidak boleh sampai kelelahan. Kedua kamu tidak boleh terlalu ramah dan banyak senyum pada orang lain siapapun itu. yang ketiga tidak boleh ada kontak fisik sama orang lain apalagi memandang cowok lebih dari dua detik" Erik menatap El serius
El terkekeh rupanya syarat untuk Erik sekarang berlaku juga baginya.
"Iya iya Sayang Aku janji" El tersenyum
"Satu lagi jangan lupa berikan no telpon Angel kalau ada apa-apa aku nanti bisa telpon dia"
"Ok siap sayang, makasih y Sayang" El memeluk Erik Erat. Erik memang tidak bisa melihat El merengek ataupun menangis.
"Ok kalau begitu aku pergi ke kantor dulu y Sayang"
"Kamu nggak sarapan dulu Sayang"
"Maaf hari ini Aku nggak bisa nenemin kamu sarapan ya Sayang. Ada rapat penting, pagi nggak apa kan Sayang" Erik memeluk El. El mengangguk memang Erik sangat sibuk akhir-akhir ini.
"Iya Sayang nggak apa"
El tersipu lagi "Makasih sayangku, I Love U" Bisik El sekarang Erik telah berhasil memiliki seluruh hatinya. Bahkan bisa membuat dia cemburu buta. Memang terkadang cinta datang karena terbiasa.
***
Setelah Erik berlalu El segera menelpon Angel, rasanya sudah lama dia tidak menghubungi temannya itu. Sudah rindu pula dia dengan gaya feminim Angel yang lebai.
"Halo Nek, apa kabar udah lama nggak nelpon Nek" Jawab Angel bersemangat
"Kabar baik Angel, kamu gimana sehat kah?"
"Inang Nek, aku sehat Nek. Cuma kantong ku aja yang kurang sehat Nek hehehe" Angel ketawa
"Ngel kamu kok nggak nelpon Aku. Kan aku bisa bantu kamu" El khawatir mungkin sahabatnya sedang masa sulit.
"Nggak apa kok Nek, Biasalah aku juga sering kayak gini kan?"
"Si Angel ini kayak sama orang lain aja"
__ADS_1
"Jangan ngambek Cin. Inang nanti aku cerita ya sama kamu. Makasih y Nek" Angel merasa senang El selalu perhatian padanya. El juga sering membantu adik-adiknya. El memang sahabat terbaiknya yang menerima dia dengan segala kekurangannya.
"Oh ya Ngel, aku ada tawaran pemotretan Ngel. Jadi rencana aku bakalan terima tawaran itu Ngel"
"Ok Inang Nek, Udah lama kita nggak Job bareng ya Nek, Kike udah kengen sama kamu Nek? Oh ya bagaimana dengan hubungan mu sama Oppa korea Nek. Kamu nggak dijahatin kan sama dia?"Angel menghujam El dengan beragam pertanyaannya.
" Iya Ngel, dia baik kok. Malah baik banget"
"Oh ya Nek, trus-trus gimana Nek. Apa kalian sudah saling mencintai?"
"Hm sepertinya begitu Ngel?" El tersenyum malu-malu.
"Oh ya, Trus trus apa kalian udah bulan madu Nek"
"Ih Angel aku kan jadi malu" El bicara manja
"Jadi udah ya Nek. Uhuyyyy. Aku ikut bahagia Nek. Udah nggak sabar menantikan kehadiran ponakanku
pasti nanti mirip orang korea Nek hehehe"
"hihihi" El tersipu malu.
"Iya sih Ngel, Memang akhir ini Erik menjadi semakin bergairah melihat Aku. Tiap ada kesempatan Erik menghujam Aku dengan cinta. Selalu memeluk dan menciumku setiap pulang dan pergi bekerja. Mengeringkan dan menyisir rambutku setiap hari. Bahkan memotong kuku kuku ku yang memanjang. Kalau aku marah dia dengan sabar dengerin omelan aku sampai aku tenang. Dia juga nggak pernah marahin Aku apalagi kasarin Aku. Gimana Aku nggak semakin cinta sama dia Ngel. Kamu tahu Ngel Aku merasa sangat beruntung memiliki suami seperti Erik. Sekarang aku tidak mau kehilangan dia, bahkan Aku rindu dia walau hanya seharian tidak bertemu. Aku selalu menantikan kepulangannya di teras. Hal terbahagia bagi Aku adalah saat melihat suamiku telah pulang bekerja dan membentangkan tangannya. Itu seperti kehangatan yang hakikih bagiku. Sekarang dia benar-benar memperlakukanku bagai putri Ngel".
"Aduh so sweet banget Nek. Udah ganteng, kaya, baik. kamu seperti memiliki pangeran di dalam cerita dongeng Nek" Hehehe
"Hehehe iya Ngel, Aku juga makasih sama kamu ya. Erik bilang kamu telah menitipkan Aku sama dia dan kamu memohon agar dia menyayangiku dan tidak menyakitiku. Ngel Aku tahu kamu sahabat yang tulus menyayangiku".
" Hehe iya Nek, Kike khawatir kamu menikah dengan orang yang tidak kamu cintai. Kike tidak mau kamu disakitin sama dia Nek. Walaupun Kike Lihat Oppa korea orang yang baik sih Nek"
"Nggak kok Ngel"
"syukurlah Nek, Kike juga ikut bahagia. Jadi kapan kita cap cus Nek?"
"Besok Ngel, mungkin dari pagi sampai sore. Karena ada pemotretan outdoor juga"
"Oh Ok Nek, siap" Ucap Angel bersemangat, dia tidak sabar lagi memulai job bareng El.
bersambung
__ADS_1