
"Apakah aku bisa mendapatkan ucapan terimaksih?"
Nora yang sedang berbunga menjawabku dengan cepat "Pasti..."
Keduanyapun langsung menatap ke arahku secara serempak, tapi dengan expresi yang berlawanan.
Ups...!! Apakah aku melakukan kesalahan pada Jorge..
*****
"Aku tidak mengenalmu sebagai pembohong" Ungkapan Jorge yang lirih sebelum pergi meninggalkan rumah. Mengiang di telingaku.
Aku menggeleng cepat... Sebenarnya kebohongan apa yang telah membuat Jorge Tidak nyaman padaku?
"Apakah dia marah karena aku mengungkap perasaannya pada Nora?" aku menggumam sendiri saat mulai menggosok gigiku sebelum tidur.
"Apa aku sekedar over thingking?" Aku mulai menguap lebar. Dan mulai menyelesaikan activitasku sebelum memulai tidurku.
*****
Jorge and Nora..
"Aku selalu berfikir bahwa kamu menaruh hati pada Sandra.." Nora menggandeng mesra lengan Jorge.
__ADS_1
"Begitukah?" response Jorge yang terkesan seadanya.
Nora mengangguk singkat "Ternyata percintaan silang itu bisa terjadi di dunia nyata, aku pikir itu hanya ada di drama"
"Oh... Ya...?" Jorge mulai memarkir mobilnya di area parkir apartment Nora. "Memang siapa yang m3ngalami hal konyol seperti itu?"
"Tentu saja Kita... Aku, kamu, Toby dan Sandra.."
"Maksudmu...?" Jorge mulai membantu Nora melepas sabuk pengaman.
"Toby sempat mengira bahwa aku adalah penyiar berita pagi yang bernama Sandra.." Nora tersenyum tipis, "terus terang aku sedikit iri ketika Toby melamar Sandra, bukankah harusnya itu terjadi padaku" Nora memgakhiri senyumannya.
"Tapi sekarang aku lega.. Karena ternyata aku telah memikat hatimu" Lanjut Nora yang segera memanggut Jorge yang masih dalam situasi agak bingung.
Jorge sungguh penasaran, sebenarnya bagian manakah yang benar? Dari semua cerita tentang Sandra dan Toby, dan sekarang tentang dirinya dan Nora.
"Tentu saja.. Itu pasti sangat melegakan" response Jorge ketika Nora melepas panggutannya.
Dengan lincah Nora segera keluar dari Mobil Jorge begitu pintu mobil di bukakan.
"Sampai Jumpa lagi, aku akan menghubungimu" Salam Jorge ketika k3mbali ke dalam Mobilnyq dan segera meninggalkan area apartment Nora.
****
__ADS_1
Jorge mendengar percakapan Rizal dan Om Yoga.
"Aku yakin Toby akan menceraikannya begitu bayi itu lahir" tegas Om Yoga. " Apakah kamu bisa menerima itu sebagai kepastian?"
"Aku tidak mau menunggu... Aku mau segera, seperti seberapa cepat kamu menginginkan dananya"
"Tapi reputasi Toby juga sangat penting bagi Agencyku?"
"Lwbih penting dari nilai investasiku?" Rizal dengan pongah memutar pena di tangannya "Lagi pula pernikahan mereka bukan sungguhan, kamu hanya perlu menemukan alasan yang tepat Kenapa mereka masih bersama sejauh ini" Rizal menghentikan jarinya dan mencondongkan tubuhnya lebih dekat ke arah Om Yoga.
"Selanjutnya... Kamu cukup membuat alasan untuk keduanya bercerai secepatnya.. Alasan apapun"
"Aalasan apa yang bisa aku munculkan, Sandra sedang dalam masa kehamilan, reputasi Toby akan berantakan dan karirnya bisa jadi berahir kalau dia menceraikan istrinya yang sedang hamil"
"Mungkin tidak... Bila rumor berkata aku adalah ayahnya" Rizal mematahkan pena di tangannya hanya dengan sekali genggam.
Om Yoga tertegun... "Apa kamu sungguh menginginkan wanita itu dengan sangat..???"
"Kamu sudah lihat tekadku bukan?"
"Apakah aku boleh tahu alsannya...??" rasa penasaran Om Yoga terpancing "Kamu bisa mendapatkan wanita manapun saat ini, selain dia"
"kamu baru saja mengatakan selain dia bukan? Itu sudah cukup alasan buatku. Karena aku tidak ingin kata selain"
__ADS_1
**
Jorge yang sedang mencuri dengar juga mulai penasaran dengan ketertarikan Rizal yang tak wajar. Tapi lebih dari itu.. Dia sangat terkejut bahwa pernikahan Toby dan Sandra bukan berlandaskan cinta seperti yang dia Kira.