
Tapi buat Toby itu tidak berlaku. Apalagi dengan posturnya yang mencolok, tentu akan sangat mudah mengenalinya meski dalam kerumunan dan masker penutup wajah.
"Jadi aku harus bagaimana?" Lanjut Toby.
Kali ini aku mulai maju dan segera memeluknya. Aku saat ini sedang tidak punya jawaban, tapi setidaknya aku bisa menjanjikan kesetiaan.
*****
Janin kami memiliki degyp jantung yang sehat, aku tersenyum lega.
"Sudah siap?"
Aku mengangguk dan membenarkan dress classic warna biru cerah dengan beberapa aksen warna putih pada bagian tepinya.
Aku memegang perutku sejenak.
Ada rasa iba tapi... Garis hidup bukan milik kita sekuat apa kita mencoba. Terutama kalau lawannya...
"Ayo...!"Toby kembali memanggilku.
Toby...
Aku segera menghambur dan menuju pelukannya.
Gossip Gay dari Billy, penggelapan pajak oleh ibunya dan oleh pimpinan agencynya bernaung, memberikan effect pada banyak kontrak yang bergiguran, film yang mungkin tidak di rilis. Dwnda pwmutusan kontrak. Belum lagi amcaman Rizal yang masih belum tertebak.
Aku menaril nafasku dalam - dalam dan melepaskannya peelahan.
Maafkan ibu nak... Dan terimakasih, setidaknya kamu sudah bekerja dari nafas pertamamu.
__ADS_1
*****
Jepretan kamera segwra bermunculan ketika kami memasuki ruangan. Kali ini aku sudah tidak secanggung dulu.
Script telah aku baca dwngan teliti dan aku hafal. Termasuk bagaimana harus bereaksi dari setiap statement Toby.
"Terimakasih untyk semua yang hadir hari ini" Toby menyapa dengan ramah.
"Aku sangat senang bahwa kalian semua menyambut sangat antusias ataa berita bahagia kami, hari ini kami resmi mengumumkan bahwa.." Toby melempar pandangnya padaku.
"Ahirnya kami mendapatkan yang paling kami impikan dalam tahap awal pernikahan kami" Sahutku dengan senyum bahagia
"Kami telah di karuniai kehamilan pertama yang kini menginjak usia lima Minggu"
"Kami berharap doa dan dukungannya agar semua lancar hingga masa persalinan nanti"
Senyum kecut segera terukir jelas.
"Aku tidak pernah ragu siapa ayahnya" Jawabku otomatis karena merasa di rendahkan.
Aku melempar pandang pada Toby untuk mengambil alih wawancara "Dari awal..." kalimatku menggantung sesaat. Mencoba menawatkan improvisasi dari pihakku.
Melihat Toby yang tak mencegah aku segera melanjutkan versiku.
"Kami sudah berencana memiliki anak, bahkan hadirnya Issue Dari Billy telah membuat pernikahan kami jadi mundur dari seharusnya" tahap kedua cerita karangan kami aku yangm memulai.
Wajah Toby nampak datar dan kembali menghadap ke semua kamera.
"Sebagai wanita yang mendampingi Toby dalam jangka waktu yang lama, aku sangat kecewa atas issue kosong yang membuat rencana kehidupan cinta kami berantakan" aku mengerjap sesaat.
__ADS_1
Aku tidak pernah pandai memgarang sebelumnya, ataupun berakting. Tapi sebagai istri Celebrity kemampuan ini ternyata mutlak harus aku kuasai.
"Jadi saya sangat memohon pada teman media untuk tidak mengungkit hal yang jelas tidak benar"
Aku menarik nafas dan mengumpulkan keberanian "terutama seiring akan lahirnya anak kami nanti. Tentu kami khawatir, bila terlalu di besarkan akan bisa mempengaruhi tumbuh kembang ya kelak, mengingat jejak digital tentu tidak mudah di hapuskan. Dan kami hanya berharap untuk hanya sampai di sini"
Susanapun hening begitupun dari Toby. Dia hanya membeku tanpa melihat ke arahku.
"aku memohon sebagai seorang ibu"
Lanjutku menutup statementku. Kali ini Toby meraih tanganku dan tersenyum.
*'*******
"Brak..!!!"
"Hamil... Sejak kapan? Siapa yang memutuskan untuk menggelar konferensi pers"
Di luar dugaan justru Om Yoga marah.
"bukankah ini bagus untuk karir Toby?" Albert pasang badan otomatis "semua sponsor yang mempertimbangkan menolak peluncuran Album Toby pada ahirnya akan menerima. Karena issue itu terbukti bohong"
"Ha... Tapi setudaknya kalian berdiskusi dulu padaku" Suara Om yoga meninggi "Toby.. Kamu itu bukan hanya milikmu sendiri" Kali ini maniknya membulat ke arah Toby, kamu di bawah agency dan agency itu milikku "
" Bukankah kita sudah setuju dari awal, bahwa hadirnya Sandra adalah untuk mengahiri fitnah padaku " Toby membalas denga penuh heran.
" Tapi nggak harus sampai dia hamil "
Aku, Toby dan Albert heran secara bersamaan, Atas penolakan om Yoga.
__ADS_1