
Siang Itu Clara duduk di samping ayah nya, begitu murung terlihat dari wajah nya, Tak ada yang bisa ia kata kan, Ketika Kenan datang bersama kedua orang tua nya untuk membicarakan pernikahan mereka yang akan segera di lansung kan.
Hal yang paling berat saat ini bagi Clara, namun ia harus membesarkan hati nya, menerima semua yang akan terjadi ke depan nya.
"Kenan, Sudah menyetujui untuk menikahi Clara, Tunggu Pak Nanda sudah baikan, kita akan lansung kan pernikahan nya." Ucap Pak Broto.
"Jangan nanti, sekarang aja, kita bisa melakukan Akad lebih dulu disini, setelah itu resepsi nya, saya tidak tahu kapan saya akan sembuh." Kata Pak Nanda dengan suara yang berat.
"Jangan bicara seperti itu pak Nanda, saya percaya Anda akan segera pulih." Ucap Bu Yuni memberi semangat pada Pak Nanda.
"Iya Pa, Papa harus pulih dulu, baru Clarisa akan menikah." Ucap Clara yang sedih mendengar ucapan sang ayah.
Pak Nanda tersenyum menatap Putri nya, lalu mengangguk setuju.
"Bagaimana Mana dengan Kenan??" Tanya Pak Nanda menatap Kenan yang duduk diam mendengar percakapan mereka.
"Saya ikut saja bagaimana baik nya." Balas Kenan.
"Kalau Clara, ada yang ingin kamu tanyakan nak, mungkin bisa coba di wujudkan Kenan untuk kamu?." Tanya Bu Yuni.
__ADS_1
"Em, aku hanya ingin menyelesaikan kuliah ku saja." Ucap Clara.
"Ha ha ha, tentu saja sangat boleh nak, justru untuk pendidikan, kami sangat mendukung itu." Ucap Pak Broto.
Clara tersenyum kecil. "Terima kasih." Ucap Clara.
Clara menatap Kenan yang menatap nya tajam, ia tahu Kenan tak suka dengan pernikahan ini, namun ia juga tidak tahu harus bagaimana.
Di tengah percakapan mereka, Terdengar suara ketukan pintu kamar di ikut terbukanya pintu, tampak Siska datang bersama Abian.
Abian yang masuk melihat anggota keluarga nya ada disini merasa heran, sementara Clara terkejut dengan kedatangan Abian kesini.
"Papa, Mama." Ucap Abian membuat Siska yang baru saja menyapa begitu terkejut.
"Apa?." Clara dan Siska sama-sama terkejut.
"Abian, kamu kok disini??" Tanya Bu Yuni heran.
"Tante dan Om kenal Abian?." Tanya Clara yang ingin mendapatkan penjelasan.
__ADS_1
Pak Broto tertawa bersama Istri nya. " Tentu saja kenal, dia ini adik nya Kenan calon adik ipar kamu." kata Bu Yuni.
Clara mematung tak bisa berkata apa-apa, tak menyangka laki-laki yang dulu singgah di hatinya akan menjadi Adik ipar nya.
"Jadi, Clara calon nya Kakak selama ini?." Tanya Abian syok.
"Iya Nak." Balas Bu Yuni.
"Ada sesuatu yang tertinggal di mobil, aku keluar dulu semua." Ucap Abian menahan kecewa, emosi dan marah nya, berjalan keluar agar tak membuat keributan di ruangan itu.
Siska yang melihat pun lekas mengikuti nya, ia tau Abian kecewa dan tak menyangka dengan semua yang terjadi.
"Kamu kok bisa kenal Abian nak?." Tanya Bu Joya.
"Teman satu kampus Ma." Balas Clara.
Kenan menatap Clara yang wajah nya berubah ketika bertemu Abian.
Abian berjalan keluar menjauh dari kamar Ayah Clara di rawat, ingin meminta penjelasan apa yang terjadi, tapi apa yang ia ketahui hari ini sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
Ia duduk di kursi di lorong yang berbeda dari lorong sebelum nya. ia begitu patah hati hari ini, wanita yang ia cintai, akan menikah dengan kakak nya sendiri.